Definisi

Apa itu brachial plexus?

Brachial plexus adalah jaringan saraf yang bertugas mengirim sinyal dari tulang melakang ke bahu, lengan, dan tangan. Regangan, tekanan, atau cedera yang menyebabkan jaringan saraf ini rusak atau bahkan hingga sobek atau terputus dapat menyebabkan masalah.

Cedera yang ringan umum terjadi pada kontak fisik saat olahraga, seperti sepak bola. Cedera saraf brachial plexus juga bisa terjadi saat persalinan. Kondisi kesehatan tertentu, misalnya peradangan atau tumor, dapat memengaruhi jaringan saraf ini.

Kasus cedera yang paling serius biasanya terjadi pada kecelakaan lalu lintas. Ini bisa menyebabkan tangan Anda lumpuh dan mati rasa.

Fungsi saraf brachial plexus dapat diperbaiki dengan cangkok otot atau saraf lewat pembedahan.

Tanda-tanda & Gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala dari cedera brachial plexus?

Tanda dan gejala cedera brachial plexus bisa bervariasi, tergantung keparahan dan lokasi cederanya. Biasanya, hanya satu sisi lengan yang terpengaruh.

Cedera ringan biasanya menimbulkan gejala seperti sensasi tersengat listrik atau terbakar di sekujur lengan, atau sensasi kebas (mati rasa) atau kelemahan di lengan tersebut. Gejala-gejala ini biasanya berlangsung hanya beberapa menit, namun beberapa orang bisa mengalaminya hingga harian bahkan mingguan atau lebih lama lagi.

Pada kasus cedera yang lebih berat, misalnya sampai sobek atau terlepas dari tulang belakang, biasanya menyebabkanL

  • Kelemahan atau ketidakmampuan untuk menggerakkan otot tangan, lengan, atau bahu.
  • Tidak bisa menggerakkan dan merasakan sensasi rangsangan, seperti di bahu atau tangan.
  • Nyeri hebat

Kemungkinan ada tanda-­tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus menemui dokter?

Hubungi dokter jika Anda mengalami gejala berikut:

  • Sensasi tersengat listrik atau terbakar di sekujur lengan yang berulang
  • Kelemahan di tangan atau lengan
  • Kelemahan di tangan atau lengan setelah cedera
  • Lumpuh total di lengan atas setelah cedera
  • Sakit leher
  • Gejala muncul di kedua lengan
  • Gejala muncul di sekujur lengan

Penting untuk segera mendapatkan diagnosis dan pengobatan dalam waktu 6-7 bulan setelah cedera awal. Menunda pengobatan dapat memperburuk kondisinya.

Penyebab

Apa penyebab cedera brachial plexus?

Kerusakan pada bagian teratas saraf jaringan brachial plexus cenderung terjadi ketika bahu Anda tertekan ke bawah sementara leher tertarik ke atas.

Bagian bawah saraf cenderung terluka ketika tangan tertarik atau ditarik paksa di atas kepala.

Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa hal:

  • Kotak fisik saat olahraga, seperti saat sepak bola
  • Proses persalinan yang sulit, seperti posisi bayi sungsang atau waktu bersalin yang lama yang menyebabkan bahu bayi tersangkut di jalur lahir. Kerusakan bagian saraf atas disebut Erb’s palsy.
  • Trauma fisik, dari kecelakaan lalu lintas, terjatuh, atau luka tembak.
  • Peradangan yang menyebabkan kerusakan saraf brachial plexus. Salah satunya disebabkan oleh kondisi langka yang disebut sindrom Parsonage-Turner
  • Tumor nonkanker atau kanker yang tumbuh di brachial plexus atau menyebabkan tekanan pada brachial plexus atau menyebar ke jaringan saraf tersebut, sehingga menyebabkan kerusakan.
  • Radioterapi kanker.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk cedera brachial plexus?

Beberapa faktor yang meningkatkan risiko Anda terhadap cedera brachial plexus adalah:

  • Terlibat dalam olahraga fisik, seperti sepak bola dan gulat.
  • Terlibat dalam kecelakaan bermotor.

Diagnosis & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana cedera brachial plexus didiagnosis?

Dokter mendiagnosis cedera dengan mengamati gejalanya dan melakukan serangkaian pemeriksaan fisik, meliputi:

  • Electromyography (EMG). Prosedur ini melibatkan pemasukan jarum ke dalam otot untuk mengevaluasi aktivitas listrik dalam otot tersebut ketika berkontraksi dan beristirahat. Prosedur ini mungkin terasa sedikit sakit, namun mereda setelahnya.
  • Tes konduksi saraf, yang biasanya dilakukan dalam rangkaian tes EMG. Tes ini dilakukan unuk mengamati kecepatan konduksi saraf ketika dialiri listrik. Informasi ini dapat memberi tahu dokter seberapa baik saraf Anda bekerja.
  • Magnetic resonance imaging (MRI). Tes ini dapat memberi tahu dokter seberapa parah cedera telah terjadi sekaligus kondisi arteri utama yang penting dalam lengan.
  • Computerized tomography (CT) myelography. Tes ini menggunakan sinar X-ray untuk memindai gambaran detail mengenai tulang belakang dan akar-akar sarafnya. CT scan biasanya dilakukan ketika MRI tidak memberikan hasil yang optimal.
  • Jika dokter mencurigai bahwa pembuluh darah di lengan Anda cedera, ia mungkin akan melakukan angiogram. Angiogram adalah tes pemindaian menggunakan cairan pewarna khusus yang disuntikkan ke pembuluh darah untuk mengecek kondisi pembuluh darah tersebut. Informasi ini penting untuk dokter menentukan perencanaan operasi

Bagaimana cedera brachial plexus diobati?

Pengobatan akan didasari oleh tingkat keparahan cedera, jenis cedera, jarak dari waktu cedera sampai pengobatan, dan beragam faktor lainnya.

Saraf yang tertarik mungkin dapat sembuh sendiri tanpa harus diobati.

Dokter mungkin merekomendasikan terapi fisik untuk menjaga persendian dan otot-otot Anda tetap berfungsi baik, menjaga rentang gerak, dan mencegah sendi kaku.

Luka jaringan parut mungkin terbentuk selama proses pemulihan cedera, yang bisa diperbaiki lewa pembedahan untuk meningkatkan fungsi saraf. Prosedur ini biasanya ditujukan untuk cedera saraf yang telah sobek atau putus tertarik.

Pembedahan untuk memperbaiki cedera harus segera dilakukan setidaknya dalam 6-7 bulan setelah kejadian cedera. Jika lebih dari ini, otot-otot Anda mungkin tidak dapat lagi berfungsi.

Prosedur perbaikan cedera lainnya termasuk cangkok saraf, transfer saraf (dari area lain di tulang belakang Anda), hingga transfer otot (memindahkan otot atau tendon dari area lain di tubuh Anda untuk menggantikan jaringan yang cedera).

Untuk mengelola rasa sakit dari cedera, dokter biasanya meresepkan obat pereda sakit jenis opiat. Pasalnya, rasa sakit dari cedera brachial plexus sering digambarkan sebagai rasa nyeri yang luar biasa, meremukkan, dan sensasi terbakar terus menerus yang melemahkan.

Silakan diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut. Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Direview tanggal: Desember 15, 2017 | Terakhir Diedit: Desember 15, 2017