Apa itu batuk?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Carla Pramudita Susanto

Definisi

Apa itu batuk?

Batuk adalah gerakan refleks tubuh yang disebabkan oleh iritasi yang terjadi di dalam tenggorokan atau saluran pernafasan. Iritasi ini diakibatkan adanya partikel asing, bakteri, virus, atau kotoran yang masuk. 

Saat iritasi terjadi, saraf di otak menstimulasi pergerakan otot dada dan perut untuk menekan udara ke bagian saluran pernafasan sehingga dapat mendorong partikel tersebut keluar dari dalam tubuh. 

Terdapat banyak faktor yang dapat menyebabkan kondisi ini, mulai dari polusi, virus, sampai kebiasaan yang dilakukan sehari-hari seperti merokok. Batuk dapat dicegah dengan menghindari beberapa faktor risiko tersebut.

Saat terserang penyakit ini sering kali disertai dengan beberapa gangguan kesehatan lainnya seperti kelelahan, kepala pusing, demam, dan mual.

Seberapa umumkah batuk?

Sebagai salah satu penyakit yang umum diderita banyak orang, kondisi ini dapat ditularkan dengan mudah baik melalui kontak fisik dengan penderita secara langsung maupun tidak. Siapa pun berisiko terserang penyakit ini karena faktor penyebabnya juga mudah ditemui di lingkungan sehari-hari.

Namun bukan berarti semua batuk berbahaya. Apabila hanya sesekali terjadi, maka kondisi tersebut merupakan hal yang normal dan menyehatkan.

Mekanisme ini menjadi bagian dari sistem pertahanan untuk mencegah partikel kotor masuk ke dalam paru-paru. Refleks tubuh ini juga membantu membersihkan saluran pernafasan dari iritan, seperti asap dan lendir, sehingga mencegah terjadinya infeksi yang lebih lama. 

Yang perlu dikhawatirkan adalah ketika gejala tersebut yang berlangsung hingga berminggu-minggu. Kondisi ini menandakan adanya gangguan kesehatan yang serius dan memerlukan penanganan medis sesegera mungkin.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala batuk?

Bahaya kesehatan yang timbul sebenarnya tergantung dari berapa lama gejala-gejala dari penyakit ini berlangsung. Setiap jenis batuk memiliki gejala yang berbeda.

Jika penyakit ini dibiarkan dan tidak ditangani dengan tepat, infeksi yang terjadi dapat berlangsung lebih lama lagi sehingga lebih sulit disembuhkan

Apabila gejala berlangsung kurang dari 2-3 minggu dinamakan batuk akut. Sedangkan apabila batuk Anda tak berhenti selama 3 sampai 8 minggu, maka Anda terjangkit penyakit batuk sub-akut.

Keadaan batuk berkepanjangan yang lebih parah lagi adalah batuk kronis yang mana periode gejala berlangsung lebih dari 8 minggu.

Selain dari durasi, gejala penyakit ini turut ditandai oleh beberapa keluhan dan gangguan kesehatan lainnya. Seperti yang disebutkan oleh American Lung Association, berikut merupakan gejala-gejala yang umum terjadi :

  • Tenggorokan kering dan gatal
  • Kesakitan saat menelan makanan
  • Nyeri pada tubuh
  • Tubuh menggigil
  • Suhu tubuh naik hingga demam
  • Sakit kepala
  • Mual atau muntah
  • Berkeringat pada malam hari
  • Hidung beringus

Jika tidak disertai dahak, maka rasa gatal di tenggorokan tersebut mengindikasikan gejala dari batuk kering. Sementara apabila Anda terbatuk sambil mengeluarkan darah, kondisi ini dinamakan hemoptysis.

Apabila Anda mengalami sebagian besar gejala seperti yang disebutkan di atas, segera konsultasikan dengan dokter. 

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Kebanyakan batuk yang disebabkan oleh pilek atau flu akan segera membaik dengan sendirinya. Namun, Anda harus menghubungi dokter bila Anda mengalami gejala-gejala berikut ini:

  • Merasa pusing
  • Mengeluarkan darah
  • Nyeri dada
  • Batuk menerus pada malam hari
  • Demam
  • Sesak napas atau kesulitan bernapas.

Jika gejala yang disebutkan tidak kunjung membaik dan serangkaian gejala terus berlangsung selama tiga minggu,  Anda perlu segera berkonsultasi dengan dokter. Semakin cepat Anda mendapatkan pengobatan, maka peluang pulih pun lebih cepat. 

Pada banyak kasus, biasanya memang tidak ada penyebab serius dari gejala yang Anda alami. Namun gejala yang berkepanjangan tetap perlu diwaspadai apalagi  karena dapat menjadi alarm bagi penyakit-penyakit berbahaya, seperti kanker paru dan gagal jantung.

Penyebab

Sangat penting bagi Anda mengetahui penyebab dari batuk demi menentukan langkah penanganan yang tepat. Penyebab dari penyakit ini sebenarnya sangat bergantung berapa lama gejala-gejala yang telah disebutkan sebelumnya berlangsung. Penyakit batuk akut memiliki penyebab yang berbeda dengan penyakit batuk kronis. 

Berdasarkan jurnal medis yang dipublikasikan oleh Breathe, berikut adalah masing-masing penyebab dari dua jenis batuk tersebut.

Batuk Akut

1. Virus dan Bakteri 

Terdapat beberapa hal yang menjadi penyebab batuk, tapi virus dan bakteri menjadi penyebab paling umum.

Keduanya dapat disertai gejala demam, nyeri menelan, atau pilek. Infeksi yang disebabkan oleh virus biasa dapat bertahan selama beberapa hari sedangkan infeksi yang disebabkan oleh bakteri membutuhkan antibiotik untuk pengobatannya.

2. Alergi 

Alergi yang terjadi pada saluran pernafasan bagian atas seperti alergi rhinitis biasanya sulit dibedakan dengan flu. Ini karena alergi disertai dengan keluhan bersin dan pilek. Gejala dari penyebab penyakit ini biasanya dapat ditandai dengan mata yang gatal dan berair juga.

3. Asma Intermiten

Asma yang kambuh diakibatkan alergi maupun infeksi saluran pernafasan juga dapat menyebabkan batuk akut. Gejala biasa disertai dengan bunyi pernapasan tambahan.

4. Keracunan Polutan

Keracunan di bagian paru-paru  yang disebabkan oleh asap kebakaran, asap rokok, asap kendaraan bermotor, dan bau bahan kimia yang menyengat dapat menimbulkan rasa gatal pada tenggorokan dan sesak nafas.

5. GERD (Gastro-esophageal Reflux Disease)

GERD merupakan kondisi di mana asam lambung naik kembali ke kerongkongan (esofagus) sehingga lapisan kerongkongan mengalami iritasi.

Selanjutnya, akan terasa sensasi panas atau terbakar di bagian dada (heartburn) dan memicu terjadinya sejumlah masalah pernafasan, seperti radang tenggorokan, asma, dan batuk kronis.

Batuk Kronis

1. Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK)

PPOK terjadi karena iritasi yang berlangsung secara menerus pada saluran napas. Hal ini menyebabkan saluran napas dipenuhi lendir yang mengakibatkan peradangan dan gatal di tenggorokan. PPOK dapat terjadi selama berbulan-bulan bahkan sampai bertahun-tahun. Biasanya penyakit ini menjangkit perokok berat maupun perokok pasif.

2. Kanker Paru

Bila kondisi ini terus terjadi sampai lebih dari 8 minggu mungkin menandakan adanya tumor ganas di dalam paru-paru.

Untuk memastikan kondisi ini, Anda perlu melakukan tes radiografi yang disertai dengan bronkoskopi yang bertujuan untuk mendapatkan diagnosis lebih rinci terhadap kondisi trakea dan bronkus.

3. Penggunaan obat-obatan

Sebanyak 10% wanita dan 5% pria menderita kondisi ini setelah mengkonsumsi obat antihipertensi yaitu golongan penghambat ACE karena obat tersebut memicu refleks batuk.

Ketiga penyakit di atas merupakan penyebab batuk kronis yang paling umum ditemukan. Selain itu, terdapat juga beberapa gangguan kesehatan lainnya yang dapat memicu terjadinya gejala yang lebih parah dan komplikasi, seperti peradangan, sleep apnea, depresi, dan infeksi tertentu.

Untuk dapat menentukan penyebab dari penyakit ini secara pasti diperlukan pemeriksaan medis dan analisis riwayat kesehatan secara lebih spesifik. Oleh karena itu jangan ragu untuk segera memeriksakan diri Anda ke dokter sehingga tidak salah mengambil langkah penyembuhan.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk batuk?

1. Polusi

Udara mengandung iritan yang dapat menyebabkan tenggorokan kering dan terasa tidak nyaman. Berada dalam lingkungan dengan polusi udara yang tinggi atau memasak dengan bahan bakar batu bara dapat memperburuk kondisi penyakit ini.

2. Alergi dan Infeksi

Tingkat risiko akan jauh lebih tinggi dialami oleh orang-orang yang memiliki alergi saluran pernafasan dan penyakit asma. Saat alergi muncul atau penyakit asma kambuh mereka lebih rentan mengalami kondisi kesehatan ini.

Penyakit-penyakit paru kronis seperti infeksi paru, bronkitis, dan penyakit paru obstruktif kronik juga dapat membuat kondisi ini menjadi lebih parah

3. Jenis Kelamin

Meski dapat menjangkit siapapun, ternyata perempuan memiliki refleks untuk mengeluarkan partikel kotor yang lebih sensitif sehingga lebih berisiko terkena batuk kronis.

4. Merokok

Perokok berat dan perokok pasif berisiko tinggi untuk terjangkit batuk kronis. Hal ini disebabkan oleh asap rokok yang dihirup secara langsung baik oleh perokok itu sendiri maupun orang yang berada di lingkungan yang dipenuhi asap rokok.

Jika seorang mengalami kondisi ini akibat rokok, penyakit tersebut dapat diatasi dengan berhenti merokok. Jika seseorang memiliki penyakit paru-paru kronis seperti asma, mereka dapat mengalami gejala yang lebih memburuk saat berada di lokasi tertentu atau melakukan aktivitas tertentu.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana mendiagnosis batuk?

Diagnosis kondisi ini biasanya berdasarkan informasi yang Anda berikan ke dokter. Dokter mungkin akan menanyakan beberapa pertanyaan, seperti berapa lama Anda telah mengalami kondisi ini, tanda-tanda dan gejala terkait, apa yang memperburuk atau meringankan penyakit ini, dan lain-lain.

Kadang, dokter akan melakukan beberapa tes sebelum diagnosis. Penting untuk Anda tetap aktif dan menjaga kesehatan Anda dengan memberikan informasi yang akurat dan mendiskusikan dengan dokter mengenai kondisi Anda.

Bagaimana cara mengobati batuk?

Bila kondisi ini disebabkan oleh infeksi virus, umumnya kondisi Anda akan cepat pulih karena ada sistem imun.  

Saat konsultasi, biasanya dokter akan memberikan obat sesuai dengan jenis batuknya. Misalnya saja, untuk mengatasi batuk kering dokter akan memberikan obat dengan kandungan pholcodine, dextromethorphan, and antihistamines.

Dokter juga akan memberikan obat yang mengandung  codeine, dextromethophan, dan ambroxol yang biasanya digunakan untuk mencegah iritasi di tenggorokan. 

Jika anak-anak terserang batuk, amat penting bagi Anda untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum memberikan obat yang dibeli di apotek atau toko obat. Kandungan codeine pada obat dapat memberi efek samping yang berbahaya bagi anak-anak.

Selain mengonsumsi obat yang diberikan dokter. Pengobatan penyakit ini pun dapat ditempuh dengan cara yang lebih alami. Banyak obat-obatan dari bahan alami yang cukup efektif meringankan dan mengurangi batuk. 

Sebagai contoh, Anda dapat mengobati batuk yang tak kunjung sembuh dengan mengonsumsi madu dan lemon. Menurut National Health Service (NHS) madu dan lemon lebih efektif menyembuhkan penyakit ini dibandingkan obat-obatan generik yang mudah diperoleh di apotek karena madu dapat melindungi lapisan kerongkongan sehingga tidak mudah mengalami iritasi.

Pengobatan di rumah

Bagaimana cara mencegah penyakit batuk?

Berikut adalah perubahan gaya hidup dan  pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi batuk:

  • Istirahat yang cukup untuk memperbaiki sistem ketahanan tubuh sehingga tahan terhadap virus
  • Hindari dehidrasi. Pastikan kebutuhan cairan tubuh selalu terpenuhi dengan minum air putih yang cukup.
  • Hindari merokok
  • Hindari tempat kotor dan lembap. Jika terpaksa beraktivitas di tempat yang penuh polusi gunakanlah masker untuk melindungi sistem pernafasan.
  • Jaga kebersihan lingkungan tinggal untuk mencegah penyebaran penyakit batuk.
  • Rajin mencuci tangan dan membersihkan diri. Menjaga tubuh tetap higienis dapat menangkal virus dan bakteri penyebab batuk.
  • Hindarilah kontak dengan penderita secara langsung maupun tidak langsung. Gunakanlah peralatan yang berbeda dengan penderita.

Bila ada pertanyaan lebih jauh, konsultasikan langsung dengan dokter untuk memperoleh solusi terbaik masalah kesehatan Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Direview tanggal: September 22, 2016 | Terakhir Diedit: Oktober 24, 2019

Sumber