home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Tanpa Disadari, Hal-Hal Ini Bisa Menyebabkan Bulu Mata Rontok

Tanpa Disadari, Hal-Hal Ini Bisa Menyebabkan Bulu Mata Rontok

Jika mata adalah jendela jiwa, rasanya pas jika bulu mata dikatakan sebagai tirainya. Panjang-pendeknya bulu mata membantu membangun karakter wajah Anda. Namun, apa artinya jika bulu mata rontok (lepas)?

Beberapa penyebabnya mungkin sepele, tapi ada yang membutuhkan perhatian medis khusus. Apa pun penyebab bulu mata Anda lepas, tentu hal ini bisa bikin minder. Simak cara menyiasatinya berikut ini.

Berbagai penyebab bulu mata rontok

kutu bulu mata

Beberapa dari Anda mungkin kerap mengucek mata lalu mendapati bahwa beberapa bulu mata Anda ikut terlepas. Jika hanya sesekali, rontoknya bulu mata termasuk normal. Namun, perlu diwaspadai jika kerontokan bulu mata terjadi terus-terusan.

Di bawah ini adalah potensi penyebab dari bulu mata Anda yang rontok.

1. Penggunaan maskara

Penggunaan produk maskara memang bisa membuat bulu mata terlihat lebih tebal dan lentik. Akan tetapi, hal ini sebenarnya bisa menjadi alasan mengapa bulu mata asli Anda sering lepas.

Apalagi, jika Anda hobi pakai maskara waterproof. Pasalnya, maskara waterproof mengandung bahan kimia yang menyebabkan bulu mata jadi lebih kaku.

Tinta maskara yang menempel erat dan bikin bulu mata kaku membuat Anda membutuhkan tenaga lebih untuk menghilangkannya. Perlakuan tersebut berisiko membuat bulu mata lebih rentan lepas.

Selain itu, dalam beberapa kasus, ada orang yang alergi kosmetik terutama produk maskara tertentu. Hal ini yang kemudian membuat bulu mata rontok dan akhirnya menipis.

2. Kebiasaan mengucek mata

Tanpa Anda sadari, kebiasaan mengucek mata sebenarnya membuat bulu mata berjatuhan satu per satu. Maka itu, usahakan untuk tidak mengusap bagian mata terlalu keras.

Tidaak hanya membuat kerontokan bulu mata, tapi juga tidak baik untuk kesehatan mata Anda. Tangan yang Anda gunakan untuk mengucek mungkin saja dipenuhi dengan bakteri dan parasit yang bisa menyebabkan iritasi mata.

3. Menggunakan penjepit bulu mata

Banyak wanita yang menggunakan penjepit bulu mata untuk semakin memperindah tampilan akhir riasan matanya. Namun, tanpa Anda sadari, penggunaan penjepit khusus ini justru membuat bulu mata Anda gampang rontok.

Apalagi, jika alat ini digunakan ketika Anda memakai maskara. Bulu mata jadi lebih lengket dan akhirnya ketika dijepit, bulu akan menempel pada permukaan penjepit. Bulu mata pun rontok.

4. Radang pada bagian kelopak mata

Radang atau infeksi yang terjadi pada kelopak mata disebut dengan blefaritis. Biasanya, kondisi ini disebabkan oleh infeksi kuman, cedera, atau reaksi alergi.

Salah satu dampak yang ditimbulkan ketika radang kelopak mata terjadi adalah rontoknya bulu mata. Bila hal ini disertai dengan rasa sakit di area mata, maka sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.

5. Alopecia

Bila Anda merasa bulu mata terus rontok dan sulit tumbuh, mungkin Anda mengalami penyakit autoimun yang disebut dengan alopecia.

Alopecia (kebotakan) biasanya ditandai dengan kerontokan rambut kepala yang bisa menyebabkan botak. Meski begitu, bulu mata dan alis serta bulu halus di bagian tubuh lainnya juga bisa terpengaruh.

Jika memang hal ini terjadi pada Anda, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.

6. Sedang menjalani kemoterapi

Jangan kaget jika saat Anda menjalani kemoterapi, semua bulu dan rambut Anda rontok termasuk bulu mata Anda. Meskipun efek samping ini tergantung dari jenis dan dosis obatnya, umumnya kemoterapi dapat membuat beberapa helai bulu mata Anda rontok.

Namun, jangan khawatir. Setelah pengobatan kanker Anda usai, bulu mata Anda akan kembali tumbuh normal seperti sebelumnya.

Meski rontok, Anda bisa membuat pertumbuhan bulu mata lebih cepat

Sebenarnya, bulu mata sama seperti rambut Anda yang bisa tumbuh panjang. Rata-rata orang dewasa memiliki bulu mata bagian atas sekitar 100 – 150 bulu, tapi dengan panjang yang berbeda-beda.

Sementara itu, pertumbuhan bulu mata memerlukan waktu sekitar 5 – 11 bulan. Mau mempercepat tumbuhnya bulu mata? Berikut tips yang bisa Anda lakukan.

  • Konsumsi makanan yang sehat. Beberapa nutrisi yang bisa membantu pertumbuhan bulu mata seperti, protein, biotin, vitamin B3, zat besi, dan berbagai macam mineral.
  • Gunakan serum penyubur bulu mata. Saat ini sudah banyak produk penyubur bulu mata yang dikemas seperti maskara, tapi pastikan kalau produk yang Anda gunakan itu aman.

Bagaimana cara mencegah agar bulu mata tidak rontok lagi?

Agar bulu mata Anda tidak rontok lagi di kemudian hari, Anda sebaiknya melakukan beberapa tips di bawah ini.

  • Gunakan maskara yang baru, hal ini untuk menghindari alergi pada bulu mata.
  • Berhati-hati saat membersihkan make up, terutama di bagian mata.
  • Jangan lupa bersihkan makeup sebelum Anda beristirahat.
  • Jangan terlalu sering menggunakan alat penjepit bulu mata.
  • Lepas bulu mata palsu atau extension dengan perlahan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Healthline. (2017). Do Eyelashes Grow Back? Causes, Treatments, and More. [online] Available at: https://www.healthline.com/health/eye-health/do-eyelashes-grow-back#outlook  [Accessed 21 Dec. 2017].

LIVESTRONG.COM. (2017). How to Grow Back Eyelashes Faster. [online] Available at: https://www.livestrong.com/article/253649-how-to-grow-back-eyelashes-faster/  [Accessed 21 Dec. 2017].

 

Foto Penulis
Ditulis oleh Nimas Mita Etika M Diperbarui 14/01/2021
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x