backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

2

Tanya Dokter
Simpan

9 Pilihan Pengobatan Alopecia Areata, Kebotakan karena Autoimun

Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro · General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)


Ditulis oleh Ilham Fariq Maulana · Tanggal diperbarui 08/12/2022

9 Pilihan Pengobatan Alopecia Areata, Kebotakan karena Autoimun

Alopecia areata adalah kondisi autoimun yang menyebabkan kerontokan rambut parah hingga akhirnya mengalami kebotakan. Berikut ini beberapa pilihan pengobatan untuk alopecia areata

Pilihan pengobatan alopecia areata

Pada kondisi alopecia areata, sel-sel penyebab peradangan akan menyusup ke folikel rambut dan menyebabkan kerontokan rambut

Kerontokan rambut ini umumnya terjadi pada kulit kepala, tapi bisa juga terjadi pada alis, bulu mata, rambut wajah, dan rambut tubuh.

Saat ini tidak ada obat untuk menyembuhkan alopecia areata sepenuhnya. 

Namun, ada beberapa cara mengatasi kebotakan yang dapat Anda coba agar rambut tumbuh kembali. 

1. Kortikosteroid

Obat yang paling umum adalah kortikosteroid, yakni obat antiradang yang menekan sistem kekebalan tubuh. 

Kortikosteroid biasanya diberikan melalui suntikan lokal, aplikasi salep topikal (oles), atau diminum secara oral.

Obat lain yang dapat diresepkan untuk meningkatkan pertumbuhan rambut atau memengaruhi sistem kekebalan termasuk: 

  • minoxidil
  • anthralin
  • squaric acid dibutyl ester (SADBE), dan 
  • diphenylcyclopropenone

Meskipun membantu pertumbuhan rambut, obat-obatan ini tidak dapat mencegah pembentukan lingkaran botak baru di kepala.

2. Salep imunoterapi

Salep scabies atau kudis

Perawatan ini memengaruhi kerja sistem kekebalan tubuh sehingga berhenti menyerang folikel rambut.

Pada awal pengobatan, dokter biasanya akan meresepkan salep imunoterapi berdosis rendah. 

Ini bertujuan agar tubuh mulai mengembangkan reaksi terhadap zat aktif dari salep.

Salep ini dioleskan setiap minggu di area kebotakan dan dibiarkan selama 48 jam. 

Tahukah Anda?

Salep imunoterapi diberikan setiap minggu dalam waktu 6 bulan sampai rambut tumbuh kembali.

3. Methotrexate

Jika Anda mengalami kerontokan rambut yang parah dan perawatan lain tidak berhasil, obat ini bisa menjadi pilihan. 

Dokter kulit Anda mungkin meresepkan metotreksat sendiri atau bersama dengan obat kortikosteroid. 

Menggunakan metotreksat dengan kortikosteroid, seperti prednison, dapat mempercepat pertumbuhan rambut. 

4. Mengelola stres

Sebuah penelitian dari Indian Journal of Dermatology (2020) melihat dampak psikologis dari alopecia areata.

Hasil riset menunjukkan bahwa stres memainkan peran penting yang bisa memicu kerontokan rambut hingga akhirnya menyebabkan alopecia areata.

Untuk meredakan stres, Anda bisa melakukan yoga dan meditasi. Upaya ini bisa menenangkan pikiran dan perasaan yang kalut, sekaligus membantu Anda untuk berpikir jernih.

5. Terapi hipnosis

sebelum melakukan hipnoterapi

Hipnosis atau yang lebih sering dikenal dengan nama hipnotis, ternyata bisa menjadi terapi alopecia areata, khususnya yang dipicu oleh stres dan kecemasan. 

Sebuah penelitian yang terbit dalam International Journal of Clinical and Experimental Hypnosis mengamati efek tersebut pada pasien alopecia areata

Hasil penelitian ini mencatat bahwa dari 21 orang peserta, 12 di antaranya mengalami pertumbuhan rambut yang cepat usai menjalani hipnosis. 

Semua peserta penelitian bahkan mengalami penurunan kecemasan dan depresi yang memicu kebotakan dan rambut rontok.

6. Menggunakan gel bawang putih

Sebuah penelitian dalam Indian Journal of Dermatology mencoba melihat khasiat gel bawang putih dalam pengobatan alopecia areata.

Penelitian ini membagi pasien dengan alopecia menjadi dua kelompok.

Kelompok pertama menggunakan gel bawang putih dan kelompok kedua menggunakan kortikosteroid oles, masing-masing dioleskan dua kali sehari. 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien yang menggunakan gel bawang putih mengalami pertumbuhan rambut yang jauh lebih lebat. 

7. Memakai minyak aromaterapi

Minyak rosemary diyakini dapat meningkatkan metabolisme sel kulit kepala untuk mempercepat pertumbuhan rambut.

Penelitian dari International Academy of Cosmetic Dermatology (2015) menunjukkan penggunaan minyak rosemary bisa memberikan hasil yang sama efektifnya seperti pemberian minoxidil pada alopecia areata

Campuran minyak esensial juga bisa digunakan untuk pengobatan alopecia areata, seperti minyak thyme, rosemary, lavender, dan kayu cedar.

8. Konsumsi makanan kaya seng

daftar makanan yang mengandung zinc

Sebuah penelitian dari International Journal of Dermatology (2016) menunjukkan orang dengan masalah kerontokan rambut atau alopecia areata memiliki kadar seng yang rendah.

Untuk memenuhi kecukupan seng, Anda bisa mengonsumsi makanan dengan kandungan seng yang tinggi. 

Contoh sumber zat seng yang tinggi adalah bayam, daging ayam, kerang, lobster, kepiting, jamur, dan lain sebagainya.

9. Pantangan makanan alopecia areata

Makanan tertentu dapat menyebabkan kerontokan rambut, salah satunya yang mengandung gluten (protein pada gandum).

Beberapa pasien alopecia areata yang memiliki sensitivitas gluten non-celiac (NCGS) mengalami kekambuhan gejala ketika makan makanan yang mengandung gluten.

Jadi, hindarilah makanan yang mengandung gluten, seperti oatmeal, roti, kue, dan pasta berbahan gandum

Selain itu, pasien alopecia areata sebaiknya menghindari jenis-jenis makanan berikut. 

  • Produk susu: yoghurt, susu kental manis, atau susu sapi dapat memicu berlebihan respons sistem kekebalan tubuh.
  • Kafein berlebihan: kafein meningkatkan hormon kortisol yang memicu stres.
  • Terong-terongan: paprika, tomat, terong, dan kentang menyebabkan peradangan.
  • Gula: gula bisa menyebabkan peradangan.

Jika ragu, konsultasikan kepada dokter untuk mendapatkan solusi dan perawatan rambut yang tepat untuk kondisi Anda.

Booking dokter spesialis kulit terdekat dari lokasi Anda melalui platform Hello Sehat agar lebih mudah prosesnya.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Patricia Lukas Goentoro

General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)


Ditulis oleh Ilham Fariq Maulana · Tanggal diperbarui 08/12/2022

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan