Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya
ask-doctor-icon

Tanya Dokter Gratis

Kirimkan pertanyaan atau pendapatmu di sini!

9 Pilihan Pengobatan Alopecia Areata, Kebotakan karena Autoimun

    9 Pilihan Pengobatan Alopecia Areata, Kebotakan karena Autoimun

    Alopecia areata atau alopesia areata adalah kondisi autoimun yang menyebabkan kerontokan rambut yang parah, hingga akhirnya mengalami kebotakan. Luas kebotakan yang dialami setiap penderita alopecia areata bisa berbeda-beda. Nah, berikut beberapa pilihan pengobatan untuk alopecia areata.

    Pilihan pengobatan alopecia areata

    Ketika alopecia areata terjadi, sel-sel penyebab peradangan akan menyusup ke folikel atau tempat tumbuhnya rambut, yang kemudian menyebabkan kerontokan rambut.

    Kerontokan rambut ini sering terjadi pada kulit kepala, tapi bisa juga mengenai alis, bulu mata, rambut wajah, dan rambut tubuh.

    Saat ini tidak ada obat untuk alopecia areata, tetapi ada beberapa pengobatan yang dapat disarankan oleh dokter untuk membantu rambut tumbuh kembali lebih cepat.

    Berikut ini adalah sejumlah pilihan cara mengatasi kebotakan atau pengobatan untuk alopecia areata.

    1. Kortikosteroid

    Obat-obatan alopecia areata yang paling umum adalah penggunaan kortikosteroid, obat antiradang kuat yang dapat menekan sistem kekebalan tubuh.

    Kortikosteroid biasanya diberikan melalui suntikan lokal, aplikasi salep topikal (oles), atau diminum secara oral.

    Obat lain yang dapat diresepkan untuk meningkatkan pertumbuhan rambut atau memengaruhi sistem kekebalan termasuk:

    • minoxidil,
    • anthralin,
    • squaric acid dibutyl ester (SADBE), dan
    • diphenylcyclopropenone.

    Meskipun beberapa di antaranya dapat membantu pertumbuhan kembali rambut, obat-obatan ini tidak dapat mencegah pembentukan lingkaran botak baru di kepala.

    2. Salep imunoterapi

    Salep scabies atau kudis

    Juga disebut imunoterapi topikal, tujuan perawatan ini adalah mengubah sistem kekebalan tubuh sehingga berhenti menyerang folikel rambut.

    Saat pasien pertama kali menerima perawatan ini, sejumlah kecil salep akan diberikan. Ini agar tubuh dapat mulai mengembangkan reaksi terhadap bahan kimia dari salep.

    Setelah tubuh mengembangkan reaksi, bahan kimia akan dioleskan setiap minggu di area kebotakan dan dibiarkan selama 48 jam.

    Selama itu, pasien harus menjaga kulit yang dirawat tetap tertutup. Kulit mungkin akan timbul ruam, kemerahan, bengkak, dan gatal yang berlangsung sekitar 36 jam.

    Tahukah Anda?

    Salep imunoterapi diberikan setiap minggu sampai pasien benar-benar menumbuhkan kembali rambut dalam waktu 6 bulan.

    3. Methotrexate

    Jika Anda mengalami kerontokan rambut yang parah dan perawatan lain tidak berhasil, obat ini bisa menjadi pilihan.

    Umumnya pertumbuhan rambut akan terjadi dalam waktu sekitar 3 bulan setelah pemakaian. Sementara, pertumbuhan kembali rambut sepenuhnya akan memakan waktu 6 – 12 bulan.

    Dokter kulit Anda mungkin meresepkan metotreksat sendiri atau bersama dengan obat kortikosteroid.

    Menggunakan metotreksat dengan kortikosteroid, seperti prednison, dapat meningkatkan hasil pengobatan.

    4. Mengelola stres

    Sebuah penelitian dari Indian Journal of Dermatology (2020) melihat dampak faktor psikososial pada alopecia areata.

    Studi ini menggunakan metode studi kasus yang dilakukan selama setahun. Sebanyak 102 pasien diamati dalam penelitian ini.

    Hasil riset menunjukkan bahwa stres memainkan peran penting yang bisa memicu kerontokan rambut para hingga akhirnya menyebabkan alopecia areata.

    Nah, cara yang mungkin bisa membantu adalah dengan melakukan yoga dan meditasi. Efek tenang yang tercipta dari yoga dan meditasi, akan membantu Anda untuk berpikir jernih.

    5. Terapi hipnosis

    sebelum melakukan hipnoterapi

    Hipnosis atau yang lebih sering dikenal dengan nama hipnotis, ternyata bisa menjadi terapi alopecia areata, khususnya yang dipicu oleh stres dan kecemasan.

    Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam International Journal of Clinical and Experimental Hypnosis mencoba efek tersebut pada pasien alopecia areata.

    Hasil penelitian ini mencatat bahwa dari 21 orang peserta, 12 di antaranya mengalami pertumbuhan rambut yang cepat usai menjalani hipnosis.

    Semua peserta penelitian bahkan mengalami penurunan kecemasan dan depresi yang memicu kebotakan dan rambut rontok.

    6. Menggunakan gel bawang putih

    Sebuah penelitian dalam Indian Journal of Dermatology mencoba untuk mengetahui khasiat gel bawang putih topikal dalam pengobatan alopecia areata.

    Penelitian ini melibatkan 40 orang penderita alopecia areata, yang kemudian dibagi ke dalam dua kelompok.

    Penelitian ini menganjurkan penderita untuk rutin menggunakan gel bawang putih ke area kepala yang terkena alopecia sebanyak dua kali sehari selama tiga bulan.

    Selain itu, kedua kelompok juga menggunakan kortikosteroid oles (krim betametason 0,1% dalam isopropil alkohol) dua kali sehari.

    Hasil menunjukkan bahwa penderita alopecia yang menggunakan gel bawang putih mengalami pertumbuhan rambut yang jauh lebih lebat.

    7. Memakai minyak aromaterapi

    Minyak rosemary diyakini dapat meningkatkan metabolisme sel kulit kepala untuk mempercepat pertumbuhan rambut.

    Penelitian dari International Academy of Cosmetic Dermatology (2015) menunjukkan penggunaan minyak rosemary bisa memberikan hasil yang sama efektifnya seperti pemberian minoxidil pada alopecia areata.

    Cara alami lainnya yang bisa digunakan untuk pengobatan alopecia areata, yaitu dengan penggunaan campuran minyak esensial.

    Campuran minyak esensial thyme, rosemary, lavender, dan kayu cedar dengan minyak pembawa (jojoba dan biji anggur) untuk pijat kulit kepala berpotensi merangsang pertumbuhan rambut.

    8. Konsumsi makanan kaya seng

    daftar makanan yang mengandung zinc

    Sebuah penelitian dari International Journal of Dermatology (2016) mengevaluasi kadar zat seng pada 50 pasien dengan alopecia areata.

    Riset menunjukkan hasil bahwa kadar seng yang rendah umum ditemui pada orang yang memiliki masalah rambut rontok dan juga penderita alopecia areata.

    Untuk memenuhi kecukupan seng, Anda bisa mengonsumsi makanan dengan kandungan seng yang tinggi.

    Contoh sumber zat seng yang tinggi adalah bayam, daging ayam, kerang, lobster, kepiting, jamur, dan lain sebagainya.

    9. Pantangan makanan alopecia areata

    Makan makanan yang salah dapat menyebabkan kerontokan rambut. Hal ini tercatat di sebuah laporan yang diterbitkan dalam Journal of Nutritional Medicine and Diet Care (2019).

    Riset menyarankan bahwa, beberapa pasien yang memiliki sensitivitas gluten non-celiac (NCGS) mengalami kekambuhan alopecia areata ketika mengonsumsi gluten dalam makanan mereka.

    Gluten adalah salah satu jenis protein yang ditemukan di dalam gandum dan produk buatan gandum seperti roti, kue, dan sebagainya.

    Selain itu, pasien alopecia areata sebaiknya menghindari jenis-jenis makanan berikut.

    • Produk susu: terkadang produk susu (yoghurt, susu kental manis, susu sapi) dapat memicu berlebihan respons sistem kekebalan tubuh.
    • Kafein berlebihan: kafein tidak begitu baik untuk orang yang memiliki kadar hormon kortisol (respons stres) rendah atau tinggi.
    • Terong-terongan: hindari paprika, tomat, terong, dan kentang dari diet makanan Anda karena bisa menyebabkan peradangan.
    • Lemak tak jenuh ganda: minyak jagung, minyak bunga matahari, dan lainnya mengandung lemak tak jenuh ganda yang merupakan lemak tidak sehat.
    • Gula: hindari gula dalam diet Anda karena menyebabkan peradangan. Gunakan sedikit madu sebagai gantinya.

    Jika ragu, konsultasikan kepada dokter untuk mendapatkan solusi dan perawatan rambut yang tepat untuk kondisi Anda.


    Pernah alami gangguan menstruasi?

    Gabung bersama Komunitas Kesehatan Wanita dan dapatkan berbagai tips menarik di sini.


    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Abdel Fattah, N. S., Atef, M. M., & Al-Qaradaghi, S. M. (2016). Evaluation of serum zinc level in patients with newly diagnosed and resistant alopecia areata. International journal of dermatology, 55(1), 24–29. https://doi.org/10.1111/ijd.12769

    Fabio, R., Daniela, P., Giuliani, G., Elisabetta, S. (2019). Diet and Microbiome Influence on Alopecia Areata: Experience from Case Reports. Journal of Nutritional Medicine and Diet Care. https://doi.org/10.23937/2572-3278.1510037

    Hajheydari, Z., Jamshidi, M., Akbari, J., & Mohammadpour, R. (2007). Combination of topical garlic gel and betamethasone valerate cream in the treatment of localized alopecia areata: a double-blind randomized controlled study. Indian journal of dermatology, venereology and leprology, 73(1), 29–32. https://doi.org/10.4103/0378-6323.30648
    Panahi, Y., Taghizadeh, M., Marzony, E. T., & Sahebkar, A. (2015). Rosemary oil vs minoxidil 2% for the treatment of androgenetic alopecia: a randomized comparative trial. Skinmed, 13(1), 15–21.

    Saraswat, N., Shankar, P., Chopra, A., Kumar, S., Mitra, D., & Agarwal, R. (2020). Impact of Psychosocial Profile on Alopecia Areata in Pediatric Patients: A Case Control Study from A Tertiary Care Hospital in Eastern Uttar Pradesh. Indian journal of dermatology, 65(3), 183–186. https://doi.org/10.4103/ijd.IJD_378_18

    Willemsen, R., Haentjens, P., Roseeuw, D., & Vanderlinden, J. (2010). Hypnosis in refractory alopecia areata significantly improves depression, anxiety, and life quality but not hair regrowth. Journal of the American Academy of Dermatology, 62(3), 517–518. https://doi.org/10.1016/j.jaad.2009.06.029

    Willemsen, R., & Vanderlinden, J. (2008). Hypnotic approaches for alopecia areata. The International journal of clinical and experimental hypnosis, 56(3), 318–333. https://doi.org/10.1080/00207140802041942

    Alopecia Areata. (2018). Cleveland Clinic. Retrieved October 05, 2022 from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/12423-alopecia-areata

    HAIR LOSS TYPES: ALOPECIA AREATA DIAGNOSIS AND TREATMENT. (n.d.) American Academy of Dermatolgy Association. Retrieved October 05, 2022 from https://www.aad.org/public/diseases/hair-loss/types/alopecia/treatment#:~:text=Patchy%20alopecia%20areata&text=Injections%20of%20corticosteroids%3A%20To%20help,your%20dermatologist’s%20office%20for%20treatment.

    Treatments for Alopecia Areata. (n.d.). NAAF. Retrieved October 05, 2022 from https://www.naaf.org/alopecia-areata/alopecia-areata-treatments

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Ilham Fariq Maulana Diperbarui just now
    Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro
    Next article: