Sama-Sama Bikin Gatal, Ini Bedanya Gejala Kutuan dan Ketombean

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 18 Februari 2018 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Kutu dan ketombe adalah dua kondisi yang menyerang kulit kepala. Keduanya sama-sama membuat kulit kepala gatal dan muncul banyak bintik putih di rambut. Terkadang, sulit membedakan apakah Anda berketombe atau justru kutuan hanya dengan melihat sekilas dan mengandalkan rasa gatal di kulit kepala. Untuk itu, kenali lebih jauh perbedaan kedua kondisi ini.

Perbedaan kutu dan ketombe

Apa itu kutu?

Kutu rambut adalah parasit menular yang biasanya menempel pada kulit kepala dan batang rambut. Pediculus humanus capitis merupakan nama parasit yang menyebabkan kutu rambut. Umumnya, kutu rambut terdiri dari tiga jenis, yaitu:

  • Telur (nits), biasanya berupa bintik putih kecil yang menempel di batang rambut.
  • Nimfa (kutu dewasa muda), serangga kecil berwarna cokelat muda yang menetas dari telur.
  • Kutu dewasa, ukurannya biasanya sudah lebih besar dari nimfa, kira-kira seukuran biji wijen dan berwarna cokelat tua.

Sekitar 6 sampai 12 juta anak-anak dari usia 3 sampai 11 tahun biasanya memiliki kutu rambut. Kutu rambut bertahan hidup dengan mengisap darah dari kulit kepala yang ditinggalinya. Liur kutu saat menghisap inilah yang menyebabkan iritasi pada kulit kepala dan akhirnya membuat kulit kepala gatal.

Apa itu ketombe?

Ketombe, juga disebut dermatitis seboroik, adalah kondisi kulit kepala kronis yang ditandai dengan mengelupasnya kulit di kulit kepala Anda. Ketombe yang menempel di kulit kepala sering kali terlihat seperti sisik. Biasanya, ketombe akan rontok ketika Anda menggaruknya.

Ketombe dapat menyebabkan rasa gatal karena kondisi kulit kepala yang terlalu kering. Ketombe tidak menular, bahkan jika Anda saling pinjam barang pribadi seperti sisir, topi, atau bantal. Walaupun begitu, orang yang berketombe mungkin akan merasa malu karena kulit kepala terlihat kotor dan bersisik putih.

Penyebab munculnya kutu dan ketombe

Dari mana munculnya kutu?

Kutu biasanya ditularkan dari orang yang memiliki kutu di rambutnya. Kontak kepala secara langsung atau menggunakan sisir, topi, handuk, dan bantal secara bergantian bisa menjadi sarana kutu untuk menular. Jika dalam sebuah rumah ada satu orang yang memiliki kutu di kepalanya, biasanya semua anggota keluarga akan tertular. Kutu rambut menular dari manusia ke manusia. Kutu pada binatang peliharaan berbeda dengan kutu rambut pada manusia. Sehingga hewan peliharaan tidak bisa menularkan kutu yang mereka miliki ke manusia.

Memiliki kutu di kepala bukan berarti Anda memiliki rambut atau kepala yang kotor. Kutu akan hidup bahkan di rambut yang rajin dibersihkan sekalipun. Kutu kepala tidak menyebarkan penyakit tertentu, tetapi memiliki kutu di kepala bisa membuat kulit kepala Anda sangat gatal. Jika Anda menggaruk kulit kepala terus menerus, kondisi ini bisa membuat kulit kepala terluka hingga mengakibatkan infeksi.

Dari mana munculnya ketombe?

Sedangkan ketombe muncul akibat beberapa faktor, yaitu:

  • Iritasi dan kulit berminyak (dermatitits seboroik). Kondisi ini menjadi salah satu penyebab umum kemunculan ketombe yang ditandai dengan kulit kepala berwarna merah dan berminyak ditutupi sisik putih atau kekuningan. Bahkan, bayi yang baru lahir pun bisa berketombe yang dikenal dengan nama cradle cap.
  • Jarang membersihkan rambut. Jika Anda tidak rutin mencuci rambut, minyak dan sel kulit mati di kulit kepala bisa menumpuk dan menyebabkan ketombe.
  • Jamur ragi (malassezia).
  • Kulit kepala kering.
  • Sensitivitas terhadap produk perawatan rambut tertentu.

jenis kutu

Ciri-ciri kutu dan ketombe di kepala

Baik kutu dan ketombe sama-sama membuat kulit kepala gatal. Kutu rambut biasanya ditandai dengan bintik putih kecil di batang rambut seperti serpihan ketombe. Bintik putih tersebut merupakan perwujudan dari telur rambut. Jika serpihan ketombe akan mudah jatuh jika disisir, telur kutu justru menempel dengan kuat. Kutu hanya akan terlepas jika Anda melepaskannya perlahan dari batang rambut.

Bagi kebanyakan remaja dan orang dewasa, ketombe mudah dikenali dengan munculnya serpihan putih di kulit kepala dan rambut. Terkadang, jika Anda menggunakan baju berwarna gelap, serpihan ketombe akan terlihat di bahu Anda. Ketombe pada anak ditandai dengan kulit kepala yang bersisik dan berkerak.

Mengatasi rambut berkutu dan berketombe

Rambut berkutu dan berketombe memerlukan penanganan yang berbeda. Rambut berketombe bisa diobati dengan sampo antiketombe. Sampo ini biasanya mengandung asam salisilat, seng pyrithione, selenium sulfid, ketoconazole, coal tar, dan tea tree oil yang bisa membantu mengelupaskan ketombe dari kulit kepala. Jika ketombe Anda parah dan tidak bisa diatasi dengan sampo khusus, dokter akan meresepkan obat tertentu.

Kutu rambut bisa diobati dengan sampo obat khusus yang biasanya mengandung permethrin dan pyrethrin untuk membunuh kutu dan telurnya. Sampo ini direkomendasikan untuk orang dewasa dan anak-anak di atas usia 2 tahun. Anda harus mengulangi pencucian rambut dengan sampo obat yang sama setelah 7 sampai 10 hari kemudian untuk memastikan semua kutu telah mati. Anda juga bisa menggunakan sisir bergigi rapat dan datar untuk menarik kutu keluar dari kulit kepala.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Masalah bau badan tak sedap bikin kurang pede? Tenang, dua bahan alami ini bisa membantu mengurangi bau badan ketika deodoran saja tidak mempan.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

4 Jenis Olahraga yang Aman Dilakukan di Malam Hari

Olahraga malam hari bisa membantu Anda tidur nyenyak dan menghindarkan diri dari sengatan sinar matahari. Berikut 4 olahraga untuk dilakukan di malam hari.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Olahraga Lainnya, Kebugaran 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ngantuk atau lemas habis makan adalah hal yang biasa. Lalu, bagaimana kalau Anda justru sakit kepala setelah makan? Cari tahu penyebabnya di sini, yuk.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Otak dan Saraf, Sakit Kepala 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Cara Menahan Rasa Lapar Saat Melakukan Diet

Sering kali diet Anda gagal karena Anda tak bisa menahan lapar dan akhirnya menyerah dan kembali makan dengan porsi besar. Begini cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mencium bau

Sering Mencium Sesuatu Tapi Tak Ada Wujudnya? Mungkin Anda Mengalami Phantosmia!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
penis bengkok

Bisakah Penis yang Bengkok Diluruskan Kembali?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
memotong kuku

Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit