Apa Saja Skincare yang Dapat Membantu Mengecilkan Pori-Pori?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 19 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Wajah semulus porselen merupakan dambaan banyak wanita. Namun, beberapa punya masalah dengan pori-pori besarnya. Selain membuat kulit wajah tampak tidak rata, pori-pori besar juga bisa jadi ladang tempat tumbuhnya jerawat dan komedo.

Daftar skincare untuk membantu mengecilkan pori-pori

cara mengetahui skincare cocok atau tidak

Pertama, pahami dulu bahwa pori-pori kulit tidak bisa membesar atau mengecil sendiri. Ukuran pori setiap orang berbeda dan umumnya dipengaruhi oleh faktor genetik. Di luar itu, penampilan pori Anda bisa tampak lebih besar dari biasanya karena beberapa hal.

Menurut penelitian pada 2016 di Korea, pori-pori wajah yang tampak membesar bisa disebabkan oleh seberapa banyak minyak yang diproduksi oleh kelenjar sebum.

Ketika kelenjar sebum wajah Anda menghasilkan banyak minyak, pori-pori akan jadi kelihatan lebih besar. Ini banyak terjadi pada orang dengan tipe kulit berminyak.

Menurunnya elastisitas kulit dan sumbatan folikel rambut atau kotoran juga dapat menyebabkan pori-pori wajah tampak besar. Lantas, adakah produk skincare yang dapat membantu ‘mengecilkan’ pori-pori besar?

1. Retinol

Menurut dr. Debra Jaliman, dokter kulit dari New York, retinol merupakan salah satu bahan aktif dalam skincare yang dapat membantu ‘mengecilkan’ pori-pori. Ia mengatakan bahwa retinol bekerja mendorong pergantian (regenerasi) sel kulit wajah.

Ketika kotoran dan sel kulit mati di lapisan teratas kulit terangkat, lapisan kulit yang baru dengan tampilan pori asli Anda akan terlihat. Efeknya, pori yang tadinya tersumbat dan terlihat besar akan tampak lebih kecil.

Selain itu, skincare mengandung retinol yang biasa dikenas dalam bentuk night cream juga dapat melawan efek penuaan dan mencegah jerawat.

2. Pelembap berbahan dasar air

Produk pelembap merupakan skincare wajib untuk semua jenis kulit. Meski begitu, banyak orang yang kulitnya berminyak sering salah sangka bahwa pelembap justru membuat kulit semakin berminyak. Anggapan ini salah. 

Khususnya bagi orang dengan tipe kulit berminyak, memakai pelembap justru tidak boleh sampai terlupa untuk membantu ‘mengecilkan’  pori-pori. Tanpa bantuan pelembap, kulit Anda malah dapat menghasilkan lebih banyak minyak.

Jika kulit Anda berminyak, kuncinya pakai pelembap yang  berbahan dasar air agar tampilan wajah tidak terlihat semakin mengkilap dan membuat pori-pori tampak lebih besar.

3. Sunscreen

Selain melindungi kulit dari paparan sinar matahari, sunscreen atau tabir surya merupakan salah satu skincare yang dapat membantu mengecilkan pori-pori wajah.

Semakin sering dan lama kulit dibiarkan tanpa perlindungan, akan semakin rusak kulit Anda. Paparan sinar matahari dalam jangka panjang dapat menurunkan elastisitas alami kulit. Jika kulit tidak kencang, pori-pori wajah pun akan terlihat lebih besar dari seharusnya.

Jangan pernah lupa mengoleskan tabir surya ber-SPF minimal 30-50 secara merata ke kulit wajah dan leher setiap hari sebelum keluar rumah. Tetaplah pakai sunscreen meski cuaca sedang mendung atau bahkan hujan. 

4. Produk eksfoliator yang mengandung AHA dan BHA

Untuk membantu ‘mengecilkan’ pori-pori, American Academy of Dermatology (ADA) merekomendasikan skincare yang bertujuan untuk mengangkat sel kulit mati (exfoliant) dan mengandung alpha-hydroxy acid (AHA) atau beta-hydroxy acid (BHA).

ADA juga menganjurkan untuk rutin eksfoliasi kulit sebanyak 1 – 2 kali dalam seminggu. Eksfoliasi dapat membantu menyingkirkan sisa kulit mati dan kotoran yang menyumbat pori-pori Anda. 

Namun jika sekarang Anda masih berjerawat, jangan dulu pakai skincare ini. Mengelupaskan lapisan kulit yang masih sensitif dan meradang justru dapat memperparah jerawatnya. BHA (asam salisilat) juga tidak boleh digunakan jika Anda alergi obat jenis aspirin.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Hati-hati! Ini 6 Penyakit Berbahaya yang Disebabkan Oleh Tikus

Tikus terkenal sebagai hewan yang jorok karena bisa menyebabkan penyakit. Berikut adalah beberapa penyakit yang disebabkan oleh tikus yang perlu diwaspadai.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Penyakit Infeksi 24 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Tiba-tiba Keluar Air Mani Padahal Tidak Terangsang, Kok Bisa?

Pernahkah Anda tiba-tiba mengeluarkan air mani meski tak menerima rangsangan apapun? Berikut ini penjelasannya secara medis.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Pria, Penyakit pada Pria 24 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Efek Bleaching untuk Memutihkan Gigi, Adakah yang Perlu Diwaspadai?

Beberapa orang memilih bleaching untuk memutihkan gigi. Namun adakah efek bleaching gigi yang perlu diwaspadai?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Perawatan Gigi, Gigi dan Mulut 24 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Mie Instan atau Nasi Putih, Mana yang Lebih Sehat untuk Dikonsumsi?

Keduanya sama-sama karbohidrat, tapi apakah benar nasi lebih baik dari mie? Cari tahu lebih lanjut sebelum menentukan pilihan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Monika Nanda
Fakta Gizi, Nutrisi 24 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit



Direkomendasikan untuk Anda

bakteri asam laktat

5 Makanan dan Minuman Sehat yang Mengandung Bakteri Asam Laktat

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
tidak tumbuh jenggot dan kumis

Penyebab Kumis dan Jenggot Tidak Tumbuh pada Sebagian Pria

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
obat sariawan

Benarkah Obat Kumur Bisa Mengobati Sariawan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
sakit kepala setelah cabut gigi

Kenapa Bisa Sakit Kepala Setelah Cabut Gigi?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit