home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Pentingnya Sun Protection untuk Mencegah Penuaan Kulit

Pentingnya Sun Protection untuk Mencegah Penuaan Kulit

Pentingnya menghindari pajanan sinar matahari (sun protection), misalnya dengan menggunakan tabir surya, tak hanya menjaga agar warna kulit tidak menggelap. Menjaga kulit dari pajanan langsung sinar matahari (sinar UV) bermanfaat bagi kesehatan kulit, menghambat proses penuaan kulit, mencegah kanker kulit dan kerusakan kulit lainnya.

Sun protection, salah satu cara mencegah penuaan kulit

sinar uv penuaan kulit

Banyak dari kita menganggap menghindari pajanan sinar matahari (sun protection) hanya bertujuan agar kulit tidak menggelap saja. Kurangnya pemahaman ini membuat kesadaran orang Indonesia untuk menggunakan sunscreen atau tabir surya masih rendah.

Tabir surya digunakan dan dirasa perlu saat pergi ke pantai atau berenang saja, itupun hanya satu kali aplikasi. Padahal pajanan sinar matahari (sinar UV) merupakan hal yang sangat memengaruhi berbagai kondisi kulit.

Sinar matahari mengandung radiasi gelombang elektromagnetik yang disebut sinar UV. Sinar UV dari matahari dari matahari dapat membantu proses pembentukan vitamin D yang dibutuhkan tubuh. Namun paparan sinar UV yang berlebihan dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit, terutama masalah kesehatan kulit.

Sinar UV, baik itu UVA, UVB, atau UVC, tidak hanya menyebabkan gangguan kulit pigmentasi (gelap), tetapi juga mempercepat proses penuaan kulit dan bisa menjadi pencetus tumor atau kanker pada kulit.

Aging skin atau penuaan kulit terbagi menjadi dua jenis yakni karena faktor intrinsik dan ekstrinsik. Penuaan kulit intrinsik (chronological aging atau physiological aging) adalah proses penuaan kulit yang terjadi secara alami seiring bertambahnya usia. Proses penuaan intrinsik akan dialami oleh semua individu tanpa bisa dicegah.

Derajat penuaan intrinsik dipengaruhi oleh faktor genetika dan faktor internal, misalnya hormon dan faktor metabolik. Selain itu, ada juga faktor terkait ras dan variasi anatomis tubuh yang unik pada setiap individu. Secara klinis, penuaan kulit intrinsik tampak sebagai kulit kering, berwarna pucat, kerutan halus, hilangnya jaringan lemak bawah kulit yang menyebabkan pipi dan sekitar mata tampak cekung.

Sedangkan penuaan kulit ekstrinsik adalah kondisi yang dipengaruhi faktor dari luar, terutama pajanan sinar matahari atau yang disebut photoaging.

Berikut ini tanda adanya penuaan kulit ekstrinsik:

  • Kulit kusam
  • Menebal
  • Kerutan dalam dan kasar
  • Kulit yang kendur/mengantung (sagging skin)
  • Adanya telangiectasia pada daerah kulit yang terpajan matahari, yakni garis-garis pembuluh darah yang terlihat di permukaan kulit

Mengapa matahari mempercepat penuaan kulit?

Penuaan kulit sinar UV

Secara biomolekuler sinar matahari merusak kulit dalam berbagai proses dengan hasil akhir adalah kerusakan kolagen, elastin, serta komponen matriks ekstraseluler dermis–unsur yang membuat kulit elastis.

Kegagalan proses-proses perbaikan tersebut, secara kasat mata menyebabkan kulit kendur, berkerut, dan keriput. Pajanan sinar UV secara kronik dan kumulatif juga akan memperparah penuaan dan kesehatan kulit di usia lanjut nanti. Selain itu, sinar UV juga bisa pencetus kerusakan DNA yang dapat mengakibatkan berbagai macam kanker kulit.

Sun protection atau melakukan perlindungan kulit dari pajanan langsung sinar matahari merupakan hal yang penting dilakukan setiap hari untuk melindungi kulit. Perlindungan ini dapat dilakukan dengan berbagai cara:

  1. Menggunakan pakaian, payung, atau topi yang dapat menangkal/menyerap UV
  2. Mengoleskan tabir surya

Tabir surya

Produk tabir surya bisa diperoleh dalam berbagai macam bentuk, mulai dari krim, lotion, gel, spray, bahkan foundation atau bedak pun sudah banyak yang berfungsi sekaligus sebagai tabir surya.

Tabir surya yang direkomendasikan adalah tabir surya berspektrum luas, non-komedogenik, mengandung anti-UVB, anti UVA yang tertulis PA++(PA adalah Protection Grade of UVA), serta sun protection factor (SPF) minimal 30 (SPF 30).

Saat ini mulai berkembang, tabir surya yang juga mencegah infrared atau sinar biru dari barang elektronik seperti gadget, cahaya lampu, dan lain sebagainya. Umumnya tabir surya untuk kepentingan ini mengandung iron oxide. Untuk kulit yang sensitif, dapat digunakan tabir surya berbahan dasar air (cair) atau konsultasikan ke dokter spesialis dermatovenerologi jika memiliki masalah kulit lainnya.

Dua hal yang perlu diperhatikan dalam mengoleskan tabir surya, adalah:

  • Tabir surya digunakan sekitar 20-30 menit sebelum terpajan matahari
  • Pastikan untuk mengoleskan kembali tabir surya setidaknya setiap 3-4 jam, terutama apabila anda beraktivitas di bawah matahari langsung

Jadi, bawalah tabir surya ke mana pun kamu pergi.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh dr. Lusiana, SpDV Diperbarui 21/06/2021
x