home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Sederet Manfaat Lendir Siput Bagi Kesehatan Kulit

Sederet Manfaat Lendir Siput Bagi Kesehatan Kulit

Segudang cara dilakukan guna menemukan bahan-bahan alami yang dapat membuat kulit tampak lebih sehat. Kini, para produsen produk skincare menemukan sebuah terobosan baru yang diyakini memiliki manfaat bagi kesehatan kulit, yaitu lendir siput.

Apa itu lendir siput?

Lendir siput adalah hasil dari ekskresi yang dilakukan siput. Itu sebabnya, senyawa ini juga dikenal sebagai filtrat seksresi siput (SSF).

Sederhananya, lendir ini dibuat secara alami oleh siput untuk melindung diri sendiri ketika berada di bawah tekanan. Kini, lendir siput diklaim sebagai bahan perawatan kulit yang telah digunakan di berbagai belahan dunia.

Manfaat lendir siput

produk skincare

Lendir siput merupakan bahan alami yang dianggap mampu memberikan manfaat yang baik bagi kesehatan kulit, mulai dari melembapkan hingga meningkatkan kolagen.

1. Melembapkan kulit

Salah satu manfaat lendir siput yang sayang Anda lewatkan yakni membantu melembapkan kulit wajah.

Begini, produk kecantikan yang mengandung lendir siput biasanya dilengkapi dengan zat yang melembapkan kulit.

Artinya, penggunaan skincare dengan lendir siput mungkin dapat memperbaiki fungsi penghalang kulit, baik mengunci kelembapan dan mencegah kulit kering.

2. Merangsang produksi kolagen

Mengingat lendir siput dihasilkan ketika hewan ini merasa terancam, ada kemungkinan senyawa di dalamnya bersifat memperbaiki dan melindungi dari cedera.

Hal ini yang membuat lendir siput dipercaya dapat memicu pertumbuhan sel-sel kulit baru dan merangsang produksi kolagen.

Semakin banyak kolagen yang dihasilkan, semakin sedikit kerutan yang tampak di kulit, sehingga Anda tampak lebih muda.

Selain itu, kandungan asam glikolat pada lendir siput pun menjadi alasan mengapa cairan ini diklaim dapat menghasilkan kolagen.

3. Meredakan iritasi kulit

Tak hanya asam glikolat, kandungan lain yang membuat lendir siput memiliki manfaat berupa meredakan iritasi kulit, yakni allantoin.

Allantoin merupakan bubuk putih tak memiliki bau yang kerap digunakan dalam kosmetik dan produk perawatan kulit, seperti riasan mata dan produk mandi.

Senyawa tidak berbau ini memiliki sifat penyembuhan dan melindungi kulit dari masalah.

Jadi, ada kemungkinan lendir siput dapat menenangkan gejala iritasi, menghaluskan kulit, hingga merangsang regenerasi sel berkat allantoin di dalamnya.

4. Bantu memenuhi kebutuhan nutrisi kulit

Manfaat lain dari lendir siput yang patut Anda coba yaitu membantu memenuhi kebutuhan nutrisi kulit.

Bagaimana tidak, lendir siput kaya akan nutrisi yang baik untuk kulit, seperti seng dan mangan.

Bahkan, kandungan peptida tembaga di dalamnya disinyalir mampu meningkatkan kolagen dan mengurangi kerutan.

Jangan lupa pula vitamin A dan E pada lendir siput bersifat antioksidan yang tentu baik dalam menjaga kesehatan kulit, bukan?

5. Mencerahkan kulit

cara mencerahkan kulit

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, lendir siput mengandung asam glikolat yang menjadi primadona dalam berbagai produk perawatan kulit.

Asam glikolat merupakan asam alfa-hidroksi (AHA) yang paling populer digunakan dalam perawatan kulit. Sebagai AHA terkecil, asam glikolat termasuk efektif untuk diserap kulit.

Senyawa asam ini cukup efektif dalam mengelupasi kulit dan mengurangi garis-garis halus. Bila digunakan dengan benar, kandungan asam glikolat pada lendir siput bisa membantu mencerahkan wajah.

Efek samping lendir siput

Lendir siput memang menawarkan segudang manfaat dalam mengurangi risiko berbagai masalah kulit dan aman digunakan.

Meski begitu, bahan produk skincare ini bisa memicu reaksi alergi terhadap beberapa orang. Bila Anda mengalami gatal dan iritasi setelah menggunakan lendir siput, segera hentikan penggunaan.

Untuk mencegah hal tersebut terjadi, Anda bisa menguji beberapa tetes lendir siput di lengan bawah sebelum mengoleskannya ke seluruh wajah.

Tips menggunakan lendir siput

Guna memaksimalkan khasiat lendir siput, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika menggunakan produk perawatan ini. Simak di bawah ini penjelasannya.

  • Memilih krim malam yang mengandung lendir siput.
  • Mengoleskan produk setiap malam pada kulit yang sudah dicuci bersih.
  • Menggunakan lendir siput sebagai langkah terakhir pada rutinitas perawatan malam.

Perlu diingat bahwa penggunaan lendir siput akan tergantung pada kondisi kulit Anda. Bila bingung, tanyakan kepada dokter kulit atau ahli dermatologi guna memahami apakah kandungan lendir siput cocok untuk kulit Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Allantoin. (n.d). Cosmetics Info. Retrieved 10 June 2021, from https://cosmeticsinfo.org/ingredient/allantoin 

Wong, M. (2018). A Guide to the Confusing World of Face Acids and Which Ones to Use. Healthline. Retrieved 10 June 2021, from https://www.healthline.com/health/beauty-skin-care/face-acids-types-anti-aging 

Rud, M. (2019). Here’s Everything You Need to Know About Snail Mucin. Byrdie. Retrieved 10 June 2021, from https://www.byrdie.com/snail-mucin-for-skin-4768132 

Savić, V., Nikolić, V., Arsić, I., Stanojević, L., Najman, S., Stojanović, S., & Mladenović-Ranisavljević, I. (2015). Comparative Study of the Biological Activity of Allantoin and Aqueous Extract of the Comfrey Root. Phytotherapy Research, 29(8), 1117-1122. doi: 10.1002/ptr.5356. Retrieved 10 June 2021.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Ajeng Quamila Diperbarui 10/06/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x