5 Manfaat Air Beras untuk Wajah dan Tips Menggunakannya

    5 Manfaat Air Beras untuk Wajah dan Tips Menggunakannya

    Dari serum wajah, facial sengatan lebah, hingga masker plasenta, industri kecantikan terus berinovasi dengan produk-produk yang menjanjikan penampilan cantik dan awet muda. Belakangan ini, sejumlah merek kecantikan ternama bahkan menawarkan manfaat air beras untuk wajah dalam produknya.

    Manfaat air beras bagi kecantikan, khususnya dalam mencegah penuaan kulit, memang cukup populer. Bagaimana air beras menyehatkan kulit Anda? Simak ulasannya berikut ini.

    Manfaat air beras untuk kecantikan

    manfaat air beras

    Air beras merupakan cairan yang tersisa setelah Anda merebus atau merendam beras. Cairan ini mengandung 75 – 80% zat tepung, vitamin B dan E, mineral, serta berbagai antioksidan yang terdapat pada beras.

    Air sisa rebusan beras berbeda dengan air bekas mencuci beras. Anda bisa memakai keduanya, tapi manfaat air cucian beras tidaklah sama dengan air rebusan beras yang cenderung lebih beragam.

    Memang belum ada banyak penelitian mengenai manfaat air beras untuk kulit wajah dan tubuh. Akan tetapi, berikut beberapa potensi yang telah ditemukan.

    1. Melindungi sel kulit dari kerusakan

    Air beras kaya akan antioksidan, khususnya inositol. Senyawa ini mampu melindungi sel kulit Anda dengan cara menangkal radikal bebas. Radikal bebas merupakan zat berbahaya yang dapat menyebabkan kerusakan pada sel-sel tubuh.

    Manfaat ini dibuktikan oleh beberapa peneliti di Portugal pada 2018. Usai memberikan gel air beras pada kulit peserta selama 28 hari, mereka menemukan bahwa air beras memiliki aktivitas antioksidan yang sama kuatnya seperti vitamin C.

    2. Mengurangi iritasi kulit

    gambar laki-laki garuk-garuk iritasi pada kulit

    Selain wajah, air beras juga memiliki manfaat untuk kulit tubuh. Pada 2002, sekelompok peneliti menguji manfaat mandi air beras pada dua kelompok, yakni penderita eksim atopik dan mereka yang mengalami iritasi kulit akibat natrium lauril sulfat.

    Mereka menemukan bahwa berendam dalam air beras selama 15 menit per hari dapat membantu proses pemulihan kulit dan mencegah iritasi kulit. Meski bermanfaat, perlu diingat bahwa ini merupakan hasil penelitian lama yang belum dikaji lebih lanjut.

    3. Memperlambat penuaan kulit

    Penelitian di Portugal pada 2018 juga menemukan bahwa air beras dapat menurunkan aktivitas enzim elastase yang berperan dalam proses penuaan kulit. Ini berarti air beras mungkin bisa memperlambat munculnya tanda-tanda penuaan dan garis halus.

    Akan tetapi, penelitian tentang manfaat air beras untuk wajah yang satu ini juga masih terbatas. Oleh sebab itu, ada baiknya Anda tetap menjalani rutinitas skin care dan tidak hanya mengandalkan air beras semata.

    4. Mengurangi keriput

    Kandungan antioksidan pada air beras tidak hanya berguna untuk menangkal radikal bebas. Bagi Anda yang berusia paruh baya, antioksidan juga membantu menyamarkan keriput yang sudah ada dan mencegah munculnya keriput baru.

    Menurut sebuah penelitian lama di Korea, manfaat ini berasal dari kandungan inositol dan asam fitat pada beras. Mereka menemukan bahwa penggunaan air beras selama 2 – 4 minggu dapat menambahkan kelembapan kulit dan mengurangi keriput.

    5. Mengurangi peradangan

    Ada banyak kondisi yang dapat menyebabkan peradangan pada wajah, di antaranya eksim, jerawat, rosacea, hingga infeksi bakteri. Untungnya, air beras memiliki manfaat tersendiri untuk kulit wajah yang sering mengalami masalah ini.

    Beberapa ahli meyakini bahwa air beras mempunyai efek melembutkan, menenangkan, dan melembapkan kulit. Namun, sebelum menggunakan air beras pada wajah yang meradang, ada baiknya Anda berkonsultasi lebih dulu kepada dokter.

    Cara mendapatkan manfaat air beras untuk wajah

    memasak air beras

    Untuk membuat air beras, kukuslah beras selama 20 – 30 menit hingga air beras tampak berwarna putih. Namun, tambahkan air untuk menghasilkan sisa rebusan beras yang lebih banyak. Anda dapat menggunakan air botolan maupun air suling dari keran.

    Setelah itu, saringlah air beras dan diamkan hingga suhunya tidak lagi panas. Jangan gunakan air beras yang masih panas karena hal ini justru dapat menyebabkan ruam dan iritasi pada kulit.

    Begitu suhunya sudah cukup dingin, simpanlah air beras dalam botol yang bersih. Anda juga bisa menggunakannya secara langsung sebagai toner wajah. Air beras merupakan toner alami dengan manfaat untuk wajah yang tidak kalah dari toner kimia.

    Gunakan air beras dengan menuangkannya pada kapas wajah, lalu tempelkan secara merata pada wajah dan leher Anda. Setelah itu, pijat wajah dan leher Anda dengan lembut hingga toner meresap. Anda boleh membilasnya sesuai keinginan.

    Air beras memiliki sejumlah potensi manfaat untuk kulit wajah. Akan tetapi, mengingat penelitian terkait hal ini masih terbatas, ada baiknya Anda tidak hanya mengandalkan air beras untuk merawat wajah.

    Anda juga harus berhati-hati dalam menggunakan air beras bila memiliki kondisi khusus pada kulit. Hentikan penggunaan bila kulit wajah Anda justru menjadi kering, memerah, iritasi, atau menunjukkan keluhan lain.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Paepe, K., Hachem, J., Vanpee, E., Roseeuw, D., & Rogiers, V. (2002). Effect of Rice Starch as a Bath Additive on the Barrier Function of Healthy but SLS-damaged Skin and Skin of Atopic Patients. Acta Dermato-Venereologica, 82(3), 184-186. doi: 10.1080/00015550260132460

    Inamasu, S., Ikuyama, R., Fujisaki, Y., & Sugimoto, K. (2010). The Effect of Rinse Water Obtained from the Washing of Rice (YU-SU-RU) as a Hair Treatment. Journal Of Society Of Cosmetic Chemists Of Japan, 44(1), 29-33. doi: 10.5107/sccj.44.29

    Marto, J., Neves, Â., Gonçalves, L., Pinto, P., Almeida, C., & Simões, S. (2018). Rice Water: A Traditional Ingredient with Anti-Aging Efficacy. Cosmetics, 5(2), 26. doi: 10.3390/cosmetics5020026

    Koo, Z., Giu, H., and Hwan, S. (2004). The Effect of Inositol and Phytic Acid on Skin. Journal of the Society of Cosmetic Scientists of Korea, 30(4).

    Formoso, G., Baldassarre, M., Ginestra, F., Carlucci, M., Bucci, I., & Consoli, A. (2019). Inositol and antioxidant supplementation: Safety and efficacy in pregnancy. Diabetes/Metabolism Research And Reviews, 35(5). doi: 10.1002/dmrr.3154

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Ajeng Quamila Diperbarui Jun 24, 2021
    Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro