Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya
ask-doctor-icon

Tanya Dokter Gratis

Kirimkan pertanyaan atau pendapatmu di sini!

Iritasi Kulit Wajah, Kenali Ciri-Ciri dan Cara Mengatasinya

Iritasi Kulit Wajah, Kenali Ciri-Ciri dan Cara Mengatasinya

Terkadang kulit wajah dapat mengalami kemerahan, gatal, dan perih tanpa diketahui apa sebabnya. Apakah ini termasuk tanda dari iritasi kulit wajah? Ketahui seperti apa ciri-ciri, penyebab, dan perawatan iritasi wajah dalam penjelasan artikel ini.

Apa itu iritasi di kulit wajah?

Iritasi kulit wajah adalah suatu kondisi yang ditandai dengan sensasi menyengat, terbakar, dan gatal pada wajah.

Umumnya, kondisi ini dapat terjadi pada kulit yang sensitif.

Iritasi pada kulit sensitif bisa terjadi akibat reaksi dari kondisi di lingkungan sekitar, seperti paparan sinar matahari, bahan kimia, dan lainnya.

Iritasi kulit wajah juga dapat diakibatkan oleh kulit yang kurang toleran terhadap penggunaan kosmetik dan produk perawatan kulit jangka panjang.

Ciri-ciri kulit wajah teriritasi

telangiectasia

Iritasi kulit sebenarnya dapat terjadi di kulit kepala, lengan atau kaki, atau bagian tubuh lainnya, tidak hanya wajah.

Iritasi pada kulit wajah biasanya lebih kentara dengan ciri-ciri seperti:

  • kemerahan di kulit,
  • tanda gores,
  • benjolan, bintik, atau lecet,
  • kulit kering dan pecah-pecah,
  • bercak kulit atau bersisik, atau
  • rasa gatal yang intens.

Saat Anda menggosok atau menggaruk area yang teriritasi tersebut, lama-kelamaan kulit akan terasa lebih gatal.

Penyebab iritasi di kulit wajah

sinar matahari membunuh coronavirus

Sebenarnya kulit sensitif penyebab iritasi kulit merupakan hal yang umum terjadi, baik pada pria maupun wanita.

Ada beberapa penyebab iritasi wajah terjadi, berikut ini beberapa pemicu umum yang mendasari terjadinya kondisi tersebut.

1. Paparan kondisi lingkungan

Jika seseorang memiliki kulit sensitif, kulit mereka mungkin menjadi lebih mudah teriritasi.

Sebagian orang mengalami iritasi di kulit wajah setelah terpapar:

  • sinar matahari,
  • angin kencang,
  • suhu yang sangat dingin,
  • suhu yang sangat panas,
  • produk perawatan kulit,
  • kosmetik, atau
  • jenis pakaian tertentu.

2. Dermatitis kontak iritan

Kondisi ini bisa muncul dari penggunaan produk skincare atau kosmetik tertentu dan tabir surya dengan para-aminobenzoic acid (PABA).

Jenis dermatitis kontak ini dapat menimbulkan peradangan dan pembengkakan di kulit.

Ini merupakan reaksi terhadap bahan kimia dalam produk perawatan kulit wajah yang digunakan.

3. Dermatitis kontak alergi

Dermatitis kontak alergi terjadi ketika kulit Anda bersentuhan dengan sesuatu yang memicu reaksi alergi (alergen).

Reaksi alergi menyebabkan rasa gatal-gatal dan kemerahan pada kulit wajah seperti iritasi.

Alergen umum yang dapat menyebabkan reaksi kulit meliputi:

  • logam nikel,
  • wewangian,
  • lateks atau karet,
  • pewarna, dan
  • bahan kimia dalam produk mandi dan kecantikan.

4. Kulit kering

Cuaca yang terlalu panas atau dingin, udara kering, atau penggunaan skincare yang mengikis kulit bisa membuat kulit menjadi terlalu kering.

Kulit yang kering rentan mengalami iritasi. Kondisi ini terlihat dari kulit yang bersisik, kasar, sedikit merah, dan pecah-pecah.

5. Fotodermatosis

Fotodermatosis adalah reaksi tidak normal kulit terhadap sinar matahari.

Pada kondisi ini, sinar ultraviolet (UV) akan memicu sistem kekebalan menimbulkan reaksi iritasi pada kulit.

Iritasi akibat fotodermatosis menyebabkan ruam, lepuh, atau bercak bersisik pada kulit yang terpapar langsung sinar matahari.

6. Rosacea

Pada beberapa pasien rosacea, kulit wajah mereka bisa mengalami iritasi berupa ruam atau benjolan kecil berisi nanah.

Rosacea dapat terjadi dalam berbagai bentuk dan menyebabkan berbagai gejala, termasuk mata merah, kulit kemerahan, serta ruam seperti jerawat.

7. Eksim

Eksim (dermatitis atopik) menyebabkan bercak gatal, merah, bersisik pada kulit. Bercak biasanya timbul di pipi, lipatan siku, dan di belakang lutut.

Eksim sering terjadi pada anak-anak dan sering ditemui di dalam keluarga yang memiliki kondisi seperti alergi, demam, atau asma.

Cara mengatasi iritasi di kulit wajah

kebiasaan menyentuh wajah

Supaya reaksi iritasi pada kulit wajah Anda tidak berlangsung lebih lama, berikut ini cara menghilangkan iritasi yang terjadi di wajah.

  • Menjaga kebersihan dan kesehatan kulit.
  • Bersihkan kosmetik di wajah dengan double cleansing.
  • Mencuci muka dua kali sehari memakai sabun berbahan ringan dan lembut. Pastikan sabun tidak mengandung alkohol serta pewangi.
  • Pakai pelembab berbahan alami untuk wajah Anda.
  • Perbanyak konsumsi buah dan sayur untuk memberikan nutrisi bagi kulit wajah.
  • Pilih kosmetik dan produk perawatan wajah bertipe nonkomedogenik dan sesuai tipe kulit Anda.
  • Hindari penyebab yang menimbulkan iritasi kulit wajah seperti paparan sinar matahari terlalu lama dan zat iritan seperti alkohol atau kosmetik dengan paraben.
  • Penuhi kebutuhan cairan tubuh dengan minum air putih 1,5 hingga 2 liter per hari.
  • Kelola stres dengan baik.
  • Selalu gunakan tabir surya setiap hari meski sedang tidak beraktivitas di luar ruangan.

Berapa lama iritasi wajah sembuh?

Kapan iritasi kulit hilang sebenarnya bergantung dengan tingkat keparahan dan penyebabnya.

Iritasi yang disebabkan oleh dermatitis kontak bisa disertai dengan peradangan kulit yang serius.

Namun, pengobatan medis dari dokter bisa mempercepat kesembuhannya. Begitu menggunakan obat, gejala bisa langsung mereda.

Sementara itu, iritasi akibat eksim mungkin hanya menimbulkan bercak merah, kulit bersisik, atau gatal ringan pada sebagian orang.

Penanganannya cukup dengan mengoleskan produk pelembab yang bisa mengurangi peradangan.

Akan tetapi, iritasi akibat eksim kerap kambuh sewaktu-waktu.

Iritasi di wajah bisa cepat sembuh dengan melakukan penanganan yang tepat.

Selain pengobatan atau perawatan kulit di rumah, Anda perlu menghindari hal-hal yang menjadi penyebab iritasi.

Jika gejala atau iritasi tidak kunjung mereda, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.


Pernah alami gangguan menstruasi?

Gabung bersama Komunitas Kesehatan Wanita dan dapatkan berbagai tips menarik di sini.


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Duarte, I., Silveira, J., Hafner, M., Toyota, R., & Pedroso, D. (2017). Sensitive skin: review of an ascending concept. Anais brasileiros de dermatologia, 92(4), 521–525. https://doi.org/10.1590/abd1806-4841.201756111

Farage M. A. (2005). Assessing the skin irritation potential of facial tissues. Cutaneous and ocular toxicology, 24(2), 125–135. https://doi.org/10.1081/CUS-200059587

Farage M. A. (2019). The Prevalence of Sensitive Skin. Frontiers in medicine, 6, 98. https://doi.org/10.3389/fmed.2019.00098

Inamadar, A. C., & Palit, A. (2013). Sensitive skin: an overview. Indian journal of dermatology, venereology and leprology, 79(1), 9–16. https://doi.org/10.4103/0378-6323.104664

Weber, T. M., Ceilley, R. I., Buerger, A., Kolbe, L., Trookman, N. S., Rizer, R. L., & Schoelermann, A. (2006). Skin tolerance, efficacy, and quality of life of patients with red facial skin using a skin care regimen containing Licochalcone A. Journal of cosmetic dermatology, 5(3), 227–232. https://doi.org/10.1111/j.1473-2165.2006.00261.x

10 REASONS YOUR FACE IS RED. (n.d.). American Academy of Dermatology Association. Retrieved September 12, 2022 from https://www.aad.org/public/everyday-care/skin-care-secrets/face/facial-redness

Itchy skin. (2020). National Health Services. Retrieved September 12, 2022 from https://www.nhs.uk/conditions/itchy-skin/

Itchy skin (pruritus) – Diagnosis & treatment. (2021). Mayo Clinic. Retrieved September 12, 2022 from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/itchy-skin/diagnosis-treatment/drc-20355010

McCallum, K. (2022). Sensitive Skin: Symptoms, Common Triggers & How It’s Treated. Retrieved September 12, 2022 from https://www.houstonmethodist.org/blog/articles/2022/feb/sensitive-skin-symptoms-common-triggers-how-its-treated/

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Ilham Fariq Maulana Diperbarui 2 days ago
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
Next article: