Semua Hal yang Penting Diperhatikan Pasca Operasi Usus Buntu

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 19 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Appendektomi sering menjadi prosedur yang dipilih untuk menyembuhkan radang usus buntu. Setelahnya, perlu berbagai perawatan yang harus dilakukan pasca operasi usus buntu agar lebih cepat pulih. Apa saja yang perlu diperhatikan?

Hal penting yang diperhatikan pasca operasi usus buntu

Radang usus buntu (apendisitis) menandakan adanya peradangan pada apendiks. Kondisi ini menunjukkan gejala yang khas berupa sakit perut yang muncul di sisi kanan bawah.

Selain itu, beberapa juga mengalami gejala usus buntu lainnya, seperti demam, mual dan muntah, serta diare.

Jika tidak ditangani dengan segera, abses (benjolan berisi nanah) dapat terbentuk dan usus buntu yang meradang akan pecah.

Kondisi usus buntu pecah tentunya dapat menyebarkan infeksi yang bisa mengancam jiwa. Itulah sebabnya, usus buntu yang meradang dan terinfeksi perlu segera diangkat lewat operasi pembedahan.

Pasca operasi usus buntu, terdapat beberapa hal yang perlu Anda diperhatikan. Berikut di antaranya.

1. Durasi istirahat setelah operasi usus buntu

bekas operasi usus buntu

Operasi usus buntu termasuk tindakan medis kecil yang efeknya tidak terlalu parah. Namun, bukan berarti Anda dapat langsung melakukan berbagai aktivitas pasca operasi usus buntu. Faktanya, tubuh Anda tetap memerlukan waktu untuk memulihkan diri.

Waktu pemulihan biasanya tergantung pada kondisi masing-masing dan jenis prosedur medis yang dipilih. Pasalnya, ada dua prosedur yang tujuannya sama, yaitu mengangkat bagian usus buntu yang meradang tapi waktu pemulihannya berbeda.

Laparoskopi

Laparoskopi biasanya dipilih ketika usus buntu yang meradang belum pecah dan belum menimbulkan komplikasi.

Jenis operasi ini memakan waktu pemulihan yang lebih cepat ketimbang operasi terbuka. Alasannya, karena laparoskopi tidak menimbulkan luka besar pada pasien sehingga pasien dapat cepat sembuh.

Waktu pemulihan tubuh pasca operasi usus buntu ini sekitar 1 – 3 minggu. Setelahnya, Anda dapat kembali bekerja, olahraga pasca operasi, serta melakukan berbagai aktivitas sehari-hari.

Operasi terbuka

Pada kasus usus buntu yang cukup parah, operasi terbuka akan dijadikan sebagai perawatan medis pilihan. Jenis operasi ini mengharuskan dokter membuat sayatan besar di sekitar perut.

Hal tersebut membuat Anda harus merawat luka operasi sambil menunggunya sembuh dulu, baru Anda dapat melakukan berbagai aktivitas normal.

Belum lagi, prosedur ini membuat jaringan di sekitar perut Anda robek sehingga akan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk membuatnya ‘menyatu kembali’.

Waktu pemulihannya adalah 4 minggu. Setelah itu, biasanya jahitan bekas operasi sudah dapat dicabut dan jaringan di sekitar usus telah membaik. Sementara, jaringan di sekitar perut Anda membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih, yaitu sekitar 6 minggu.  

2. Perhatikan pola makan sehari-hari

pantangan makanan penyakit sakit maag

Setelah operasi usus buntu, pantangan tidak hanya sebatas aktivitas saja, tapi juga pada pilihan makanan. Pasalnya, usus Anda belum sepenuhnya bekerja dengan baik dalam mencerna makanan pasca operasi usus buntu.

Selama pemulihan, terutama 7 – 10 hari pertama pasca operasi, Anda sebaiknya menghindari konsumsi makanan yang mengandung gas dan lemak tinggi, makanan yang terlalu padat, makanan yang tinggi akan kandungan gula, serta makanan pedas.

Makanan dengan gas dan lemak yang tinggi seperti gorengan, susu, dan es krim dapat menimbulkan penumpukan lemak pada bagian usus yang diangkat. Makanan jenis ini juga bisa membuat perut merasa kembung dan tidak nyaman.

Makanan yang bertekstur padat turut menjadi pantangan karena akan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk dicerna.

Sementara itu, makanan dengan cita rasa kuat seperti makanan pedas dan makanan tinggi gula yang juga menjadi salah satu makanan penyebab usus buntu tidak disarankan untuk dikonsumsi karena dapat memicu terjadinya diare.

Cobalah makan makanan yang rasanya cenderung hambar dan bertekstur lembut. Untuk lebih lengkapnya, Anda bisa meminta rekomendasi dari dokter atau ahli gizi mengenai jenis makanan apa yang baik untuk dikonsumsi pasca operasi usus buntu.

Makanlah perlahan dengan porsi yang lebih kecil tapi dengan frekuensi yang lebih sering, misalnya 6 – 8 kali. Cara ini akan membantu Anda dalam peralihan ke pola makan sebelum operasi.

3. Istirahat yang cukup pasca operasi usus buntu

cara mengatasi cemas dan takut sebelum operasi

Selama Anda aktif menjalani kegiatan, gunakan waktu secara bijak untuk beristirahat. Istirahat yang cukup akan mendukung sistem kekebalan tubuh sehingga mendorong proses pemulihan pasca operasi usus buntu jadi lebih cepat.

Hindari berbagai kegiatan yang bisa mengurangi waktu Anda beristirahat, contohnya main ponsel atau menonton film. Anda boleh-boleh saja melakukan kegiatan tersebut, tapi durasinya tetap harus dibatasi.

Anda juga perlu memerhatikan posisi tidur, karena salah-salah malah bisa membuat komplikasi appendektomi terjadi, yaitu perdarahan.

Menurut situs Speciality Surgery Center, posisi tidur terbaik pasca operasi usus buntu di sekitar perut yaitu tidur telentang. Posisi tidur ini tidak memberi tekanan pada luka bekas operasi sehingga menghindari terjadinya perdarahan.

4. Jaga luka tetap bersih

bekas luka operasi caesar usus buntu

Selain perdarahan, komplikasi pasca operasi usus buntu yang bisa terjadi adalah infeksi. Jadi, perawatan yang perlu Anda lakukan adalah menjaga luka bekas operasi agar tetap bersih.

Biasanya, sebelum Anda pulang ke rumah, dokter akan memberitahu Anda bagaimana cara membersihkan luka yang benar. Ikuti cara tersebut dan lakukan secara rutin sesuai dengan yang telah disarankan.

Jaga area luka bekas operasi usus buntu agar tetap kering. Bila khawatir akan sering bergesekan dengan pakaian, Anda bisa menutupinya dengan perban kasa. Jangan lupa untuk menggantinya setiap hari.

Pastikan tidak memakai pakaian yang berkancing dan tidak ketat. Jenis pakaian seperti ini memudahkan Anda untuk memakai sekaligus membukanya tanpa menimbulkan tekanan yang besar pada bekas luka.

Selain melakukan berbagai perawatan di atas, ingatlah untuk selalu waspada dengan kondisi Anda. Bila luka mengalami perdarahan atau Anda mulai merasakan gejala lainnya, segera hubungi dokter.

Berapa Banyak Kalori yang Anda Butuhkan?

Selain rajin berolahraga, mengetahui berapa banyak asupan kalori yang harus dikonsumsi juga penting untuk menjaga kesehatan. Cari tahu kalori harian yang Anda butuhkan di sini.

Cari Tahu!
active

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Masalah bau badan tak sedap bikin kurang pede? Tenang, dua bahan alami ini bisa membantu mengurangi bau badan ketika deodoran saja tidak mempan.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

6 Kesalahan Saat Olahraga Lari yang Wajib Dihindari

Berlari tidak boleh sembarangan. Ada sejumlah kesalahan saat lari yang patut dihindari supaya waktu berolahraga Anda tak terbuang sia-sia.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Olahraga Kardio, Kebugaran 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

4 Jenis Olahraga yang Aman Dilakukan di Malam Hari

Olahraga malam hari bisa membantu Anda tidur nyenyak dan menghindarkan diri dari sengatan sinar matahari. Berikut 4 olahraga untuk dilakukan di malam hari.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Olahraga Lainnya, Kebugaran 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ngantuk atau lemas habis makan adalah hal yang biasa. Lalu, bagaimana kalau Anda justru sakit kepala setelah makan? Cari tahu penyebabnya di sini, yuk.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Otak dan Saraf, Sakit Kepala 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

polip hidung

Penyebab dan Cara Ampuh Mengatasi Hidung Tersumbat Alias Mampet

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
penis bengkok

Bisakah Penis yang Bengkok Diluruskan Kembali?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
memotong kuku

Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit