Meski sama-sama menyerang usus, penyakit Crohn dan kolitis ulseratif berbeda, baik dari segi gejala, penyebab, serta pengobatannya. Agar tidak bingung, simak perbedaan antara Crohn disease dan kolitis ulseratif berikut ini.
Meski sama-sama menyerang usus, penyakit Crohn dan kolitis ulseratif berbeda, baik dari segi gejala, penyebab, serta pengobatannya. Agar tidak bingung, simak perbedaan antara Crohn disease dan kolitis ulseratif berikut ini.

Penyakit Crohn dan kolitis ulseratif termasuk ke dalam jenis penyakit radang usus atau Inflammatory bowel disease (IBD).
Keduanya ditandai dengan kondisi berupa peradangan kronis pada saluran pencernaan. Penyebab penyakit kolitis ulseratif dan penyakit Crohn pun hingga saat ini tidak diketahui dengan pasti.
Meskipun kedua penyakit ini memiliki kesamaan, Crohn disease dan kolitis ulseratif sebenarnya merupakan dua jenis penyakit yang berbeda.
Nah, berikut ini beberapa perbedaan penyakit Crohn dan kolitis ulseratif yang perlu Anda ketahui.
Perbedaan Crohn disease dan kolitis ulseratif bisa dilihat dari gejalanya. Gejala penyakit Crohn yang umum ditemukan, antara lain diare kronis yang bisa diselingi dengan sembelit.
Penderita penyakit Crohn juga dapat mengalami nyeri perut, demam ringan, sariawan di mulut, BAB berdarah, dan penurunan nafsu makan. Gejala-gejala ini sering kali muncul secara bertahap dan dapat memburuk seiring waktu.
Semantara itu, gejala kolitis ulseratif biasanya ditandai dengan sakit perut, BAB berdarah yang terkadang disertai dengan munculnya lendir, penurunan berat badan, kelelahan, anoreksia, hingga demam.
Tingkat keparahan gejala kolitis ulseratif biasanya bervariasi, tergantung pada seberapa banyak bagian usus atau rektum yang mengalami peradangan dan seberapa parah peradangannya.

Selain dari gejalanya, perbedaan Crohn disease dan kolitis ulseratif juga dapat diketahui dari lokasi peradangannya.
Penyakit Crohn menyebabkan peradangan yang terjadi di seluruh lapisan saluran pencernaan, mulai dari mulut hingga anus,
Namun, penyakit Crohn biasanya lebih sering menyebabkan peradangan di bagian terakhir usus kecil.
Beda dari penyakit Crohn, peradangan akibat kolitis ulseratif biasanya terjadi pada lapisan terdalam usus besar dan rektum. Peradangan biasanya dimulai dari rektum lalu menyebar ke seluruh bagian usus besar.
Mengutip situs Temple Health, perbedaan Crohn disease dan kolitis ulseratif juga dapat dilihat dari pola peradangannya.
Pada kolitis ulseratif, peradangan biasanya terjadi secara merata dan menyebar secara berkelanjutan di sepanjang lapisan dalam usus besar (kolon).
Sebaliknya, penyakit Crohn biasanya menyebabkan peradangan yang terputus-putus atau tidak merata di sepanjang saluran pencernaan.
Dengan kata lain, ada bagian-bagian usus yang sehat dan tidak mengalami peradangan di antara bagian usus yang meradang.
Perbedaan lokasi peradangan dan bagian saluran cerna yang terdampak membuat Crohn disease dan kolitis ulseratif memiliki risiko komplikasi yang berbeda pula.
Penyakit Crohn memengaruhi seluruh lapisan saluran pencernaan, mulai dari mulut hingga anus sehingga risiko komplikasinya bisa lebih kompleks dan beragam, seperti fistula, abses, penyumbatan pada usus, dan kekurangan nutrisi.
Mengutip Mayo Clinic, beberapa bentuk komplikasi yang mungkin dialami oleh penderita kolitis ulseratif, di antaranya perdarahan parah, dehidrasi, anemia, osteoporosis, dan kanker usus.

Pengobatan untuk penyakit Crohn dan kolitis ulseratif tidak berbeda dan sama-sama bertujuan untuk mengurangi gejalanya, yakni berupa pemberian obat anti-inflamasi, kortikosteroid, atau imunosupresan.
Prosedur operasi juga kerap menjadi pilihan pengobatan untuk kedua jenis penyakit ini.
Bedanya, operasi pada kolitis ulseratif dapat menyembuhkan kondisi ini secara permanen karena peradangan hanya terjadi di usus besar.
Apabila seluruh usus besar dan rektum diangkat, maka penyakit ini tidak akan kambuh lagi.
Sementara itu, pada operasi penyakit Crohn, bagian yang diangkat hanya bagian usus yang rusak untuk menghindari komplikasi lebih lanjut.
Namun, peradangan bisa saja kembali terjadi di bagian usus yang tersisa. Jadi, operasi penyakit Crohn tidak bisa menyembuhkan secara total. Oleh sebab itu, pasien tetap perlu melakukan terapi obat setelahnya.
Nah, itulah beberapa perbedaan antara penyakit Crohn dan kolitis ulseratif yang perlu Anda ketahui.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Versi Terbaru
07/05/2025
Ditulis oleh Zulfa Azza Adhini
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan, M.Kes.
Diperbarui oleh: Fidhia Kemala