home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

5 Cara Mengatasi IBS (Irritable Bowel Syndrome) di Rumah

5 Cara Mengatasi IBS (Irritable Bowel Syndrome) di Rumah

Irritable bowel syndrome (IBS) atau sindrom iritasi usus besar adalah sekumpulan gejala gangguan pencernaan yang biasanya muncul secara bersamaan. Kondisi ini sering kali menyebabkan sakit perut, diare, kembung, atau sembelit yang muncul sewaktu-waktu. Untungnya, ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi IBS.

Berbagai cara mengatasi IBS

IBS dan stres

Penanganan terhadap IBS bertujuan untuk meringankan gejala sehingga Anda dapat beraktivitas dengan normal tanpa terganggu oleh masalah pencernaan. Anda mungkin perlu menggabungkan perubahan gaya hidup, pola makan, dan konsumsi obat.

Secara umum, berikut langkah-langkah yang bisa membantu Anda meringankan gejala IBS.

1. Menghindari makanan dan minuman pemicu

Orang-orang dengan IBS perlu hati-hati memilih makanan dan minuman yang mereka konsumsi. Pasalnya, makanan dan minuman tertentu bisa memicu diare, produksi gas berlebih dalam usus, atau memperparah rasa tidak nyaman pada perut.

Setiap orang mungkin memiliki pemicu yang berbeda. Akan tetapi, dokter kemungkinan akan menyarankan Anda untuk menghindari kelompok makanan berikut.

  • Makanan yang mengandung gas atau memicu produksi gas dalam usus, seperti kubis, kacang polong, bawang, minuman berkarbonasi, dan alkohol.
  • FODMAP seperti asparagus, kubis, bawang, kacang-kacangan, serta berbagai produk berbahan dasar gandum.
  • Gluten, yakni protein yang ditemukan pada biji-bijian seperti gandum dan barley.

2. Memilih jenis serat yang tepat

Serat mempunyai efek yang beragam bagi penderita IBS. Konsumsi makanan berserat bisa menjadi cara untuk mengatasi gejala IBS, tapi Anda perlu cermat dalam memilih jenis serat yang tepat. Pilihlah makanan dengan serat yang mudah larut, seperti:

  • oat,
  • apel,
  • pir,
  • stroberi,
  • buah-buahan sitrus,
  • kacang polong, dan
  • ubi.

Sebaliknya, batasi asupan makanan tinggi serat tak larut seperti gandum utuh, kol dan kubis, kacang panjang, serta sayuran umbi. Jika Anda ingin mengonsumsi makanan ini, coba konsultasikan lebih dulu kepada dokter atau ahli gizi Anda.

3. Berolahraga

Berolahraga membantu mengatasi IBS dengan beberapa cara. Menurut sebuah studi dalam jurnal PLOS ONE, aktivitas fisik mungkin mendorong perpindahan ampas dan gas di dalam usus. Usus menjadi lebih “lega” sehingga gejala perut kembung pun berkurang.

Sejumlah ahli lain pun sepakat dengan hal ini. Selain itu, mereka juga menambahkan bahwa aktivitas fisik mungkin meringankan gejala IBS karena memiliki manfaat berikut.

  • Mengurangi stres yang merupakan salah satu pemicu IBS.
  • Memperlancar pencernaan dan buang air besar.
  • Membantu tubuh membuang gas dengan lebih cepat.
  • Membantu Anda untuk tidur lebih nyenyak.
  • Mendorong Anda untuk melakukan kebiasaan sehat lainnya.

4. Konsumsi obat-obatan

obat ibs

Orang dengan IBS biasanya dapat mengatasi gejala ringan dengan cara memperbaiki gaya hidup dan pola makan. Namun, gejala tingkat sedang hingga berat biasanya perlu diatasi dengan obat-obatan dan suplemen serat.

Dokter akan meresepkan obat-obatan sesuai gejala, pemicu yang sering Anda hadapi, dan kondisi kesehatan Anda secara umum. Berikut beberapa jenis obat dan suplemen yang mungkin perlu Anda konsumsi.

  • Suplemen serat seperti psyllium untuk mengatasi sembelit.
  • Obat pencahar seperti magnesium hidroksida atau polietilen glikol bila sembelit tetap berlanjut walaupun Anda telah mengonsumsi suplemen serat.
  • Antikolinergik seperti dicyclomine untuk meredakan kejang otot pencernaan yang menimbulkan nyeri.
  • Obat diare resep maupun nonresep, seperti loperamide, colestipol, dan lain-lain.
  • Obat pereda nyeri untuk mengatasi sakit perut hebat atau perut kembung.
  • Antidepresan untuk mengatasi depresi yang kerap memicu IBS. Obat ini juga dapat menghambat aktivitas saraf yang mengatur fungsi usus besar.
  • Obat-obatan khusus IBS, seperti alosetron, eluxadoline, lubiprostone, rifaximin, dan linaclotide.

5. Psikoterapi

Fungsi sistem saraf berhubungan erat dengan fungsi usus besar. Gejala IBS sering kali muncul atau bertambah parah saat penderitanya tertekan, menghadapi peristiwa yang menimbulkan stres, atau mengalami depresi yang berkepanjangan.

Jika stres menjadi pemicu IBS Anda, psikoterapi mungkin bisa menjadi cara alternatif untuk mengatasi gejalanya. Terapi ini mungkin meliputi hipnoterapi atau terapi kognitif perilaku yang dilakukan oleh seorang tenaga mental profesional.

IBS dapat menimbulkan gejala gangguan pencernaan yang bisa mengganggu aktivitas sehari-hari. Meski begitu, Anda bisa tetap menjalani kehidupan dengan normal melalui beberapa perubahan gaya hidup dan pola makan.

Bila gejala Anda cukup berat, cobalah berkonsultasi kepada dokter untuk menentukan perawatan yang tepat. Kombinasi pengobatan dan perbaikan gaya hidup yang konsisten biasanya dapat membantu meningkatkan kualitas hidup penderita IBS.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

What is IBS?. (2021). Retrieved 6 May 2021, from https://www.nhs.uk/conditions/irritable-bowel-syndrome-ibs/

Diet, lifestyle and medicines – Irritable bowel syndrome (IBS). (2021). Retrieved 6 May 2021, from https://www.nhs.uk/conditions/irritable-bowel-syndrome-ibs/diet-lifestyle-and-medicines/

Irritable Bowel Syndrome Treatment. (n.d.). Retrieved 6 May 2021, from https://www.hopkinsmedicine.org/health/treatment-tests-and-therapies/irritable-bowel-syndrome-treatment

Treatment for Irritable Bowel Syndrome. (2017). Retrieved 6 May 2021, from https://www.niddk.nih.gov/health-information/digestive-diseases/irritable-bowel-syndrome/treatment

Irritable bowel syndrome – Diagnosis & treatment. (2020). Retrieved 6 May 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/irritable-bowel-syndrome/diagnosis-treatment/drc-20360064

Sadeghian, M., Sadeghi, O., Hassanzadeh Keshteli, A., Daghaghzadeh, H., Esmaillzadeh, A., & Adibi, P. (2018). Physical activity in relation to irritable bowel syndrome among Iranian adults. PLOS ONE, 13(10), e0205806. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0205806

Foto Penulis
Ditulis oleh Priscila Stevanni pada 07/12/2016
Ditinjau oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x