home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

5 Khasiat Utama Jahe untuk Kesehatan Pencernaan

5 Khasiat Utama Jahe untuk Kesehatan Pencernaan

Selama lebih dari 5000 tahun lamanya, rempah jahe telah menjadi bahan yang dimanfaatkan dalam pengobatan alami. Terlebih lagi, kandungan di dalam jahe bisa digunakan untuk mengatasi masalah pencernaan. Apa saja fungsinya?

Manfaat jahe untuk pencernaan

ilustrasi cara mengatasi perut kembung

Jahe (Zingiber officinale) adalah salah satu rempah-rempah yang terkenal akan efek anti-inflamasi, antioksidan, hingga antitumor di dalamnya.

Sejak ribuan tahun lamanya, jahe dimanfaatkan dalam pengobatan alternatif berbagai penyakit, terutama pada masalah pencernaan. Untuk itu, kenali apa saja manfaat jahe untuk pencernaan di bawah ini.

1. Meredakan rasa mual

Mual merupakan gejala yang dapat menandakan berbagai masalah pencernaan, mulai dari flu perut (gastroenteritis) hingga infeksi usus. Gejala gangguan pencernaan ini bisa diredakan dengan mengonsumsi jahe.

Manfaat jahe untuk pencernaan ini bisa didapatkan berkat sejumlah senyawa di dalamnya, yaitu gingerol dan shogaols. Gingerol merupakan komponen bioaktif utama dalam jahe segar, sementara shogaols yang memberikan rasa pedas pada akarnya.

Kedua senyawa ini ternyata bisa meningkatkan respons pencernaan dengan mempercepat pengosongan lambung. Hal ini yang membuat rasa mual teratasi.

Selain itu, rempah-rempah seperti jahe biasanya memiliki sifat anti-inflamasi dan mendukung pelepasan hormon pengatur tekanan darah. Jadi, tubuh pun akan lebih tenang dan mungkin meredakan rasa mual.

2. Membantu mengatasi sakit maag

Manfaat lain yang bisa diperoleh dari jahe untuk pencernaan yaitu membantu mengobati sakit maag.

Maag bukan penyakit, melainkan sekumpulan gejala akibat masalah pada sistem pencernaan (indigestion). Sakit maag biasanya ditandai dengan sakit perut, perut kembung, hingga sensasi panas pada ulu hati (heartburn).

Untungnya, ciri-ciri dari sakit maag tersebut bisa diredakan dengan bantuan jahe. Pasalnya, efek karminatif pada jahe mampu meringankan kram pada usus dan mencegah gejala sakit maag, seperti perut kembung.

Hal tersebut mungkin dikarenakan jahe mempercepat pengosongan lambung dan merangsang kontraksi perut. Ini dijumpai baik pada orang sehat maupun pada orang dengan dispepsia fungsional.

3. Menurunkan kadar kolesterol

Kolesterol merupakan jenis lemak yang dihasilkan dari berbagai sel dalam tubuh dan berfungsi dalam membuat hormon penting. Sekitar seperempat kolesterol yang diproduksi berasal dari sel-sel hati.

Meski penting bagi tubuh, Anda perlu mencegah kolesterol yang terlalu tinggi yang salah satunya dengan mengonsumsi jahe. Manfaat jahe untuk pencernaan ini telah dibuktikan pada penelitian yang dimuat dalam Clinical and Medical Biochemistry.

Penelitian pada 60 pasien hiperlipidemia tersebut menunjukkan bahwa 30 orang yang mengonsumsi 5 gram bubuk jahe setiap hari mengalami penurunan kolesterol jahat. Penurunan tersebut sebesar 17,4% selama periode 3 bulan.

Itu sebabnya, konsumsi jahe segar dianggap baik untuk kesehatan, terutama ketika Anda mengalami masalah pencernaan.

4. Meringankan gejala perlemakan hati

Hingga saat ini, obat khusus untuk mengatasi perlemakan hati memang belum tersedia. Jadi, dokter biasanya menyarankan untuk menjalani gaya hidup sehat, diet, dan olahraga guna meringankan gejala.

Walaupun demikian, banyak orang yang juga mencoba untuk meringankan masalah pada organ pencernaan ini dengan konsumsi jahe.

Kandungan antioksidan di dalam jahe dianggap dapat mengurangi stres oksidatif pada perlemakan hati. Bahkan, senyawa di dalamnya pun diklaim dapat mengurangi resistensi insulin dan menghambat peradangan.

Faktor-faktor tersebut berkontribusi besar dalam perawatan pasien perlemakan hati, terutama perlemakan hati non-alkohol. Namun, para ahli masih butuh uji klinis lanjutan guna menentukan sejauh mana manfaat jahe untuk kesehatan hati.

Beragam Tanda Pencernaan yang Sehat dan Tips Memeliharanya

5. Melancarkan proses pencernaan

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa konsumsi jahe bermanfaat untuk meredakan gejala masalah pencernaan, seperti perut kembung. Namun, bagaimana hal ini bisa terjadi?

Enzim di dalam jahe ternyata menghasilkan efek pada gas yang terbentuk di saluran usus selama proses pencernaan. Senyawa di dalamnya membantu tubuh memecah dan mengeluarkan gas tersebut, sehingga Anda merasa lebih lega.

Tak hanya itu, jahe mempunyai peluang yang menguntungkan pada enzim tripsin dan lipase dari organ pankreas. Kedua enzim ini memainkan peranan penting dalam proses pencernaan.

Bahkan, konsumsi jahe dalam batas sewajarnya bisa membantu melancarkan saluran pencernaan. Alhasil, Anda mungkin terbebas dari risiko sembelit yang dapat mengganggu hari-hari.

Bila Anda ingin menambahkan jahe ke dalam pola makan, cobalah memasukkan rempah-rempah ini ke makanan atau minuman yang dikonsumsi, seperti air jahe.

Jika memiliki pertanyaan lebih lanjut, silakan hubungi dokter atau ahli gizi guna memahami solusi yang tepat untuk Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Nikkhah Bodagh, M., Maleki, I., & Hekmatdoost, A. (2018). Ginger in gastrointestinal disorders: A systematic review of clinical trials. Food science & nutrition, 7(1), 96–108. https://doi.org/10.1002/fsn3.807. Retrieved 12 August 2021. 

Bode, A., & Dong, Z. (2011). The Amazing and Mighty Ginger (2nd ed.). Taylor and Francis Group. Retrieved 12 August 2021, from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK92775/ 

Giacosa, A., Morazzoni, P., Bombardelli, E., Riva, A., Bianchi Porro, G., & Rondanelli, M. (2015). Can nausea and vomiting be treated with ginger extract?. European review for medical and pharmacological sciences, 19(7), 1291–1296. Retrieved 12 August 2021. 

Sahebkar A. (2011). Potential efficacy of ginger as a natural supplement for nonalcoholic fatty liver disease. World journal of gastroenterology, 17(2), 271–272. https://doi.org/10.3748/wjg.v17.i2.271. Retrieved 12 August 2021. 

Murad, S., Niaz, K., & Aslam, H. (2018). Effects of Ginger on LDL-C, Total Cholesterol and Body Weight. Clinical & Medical Biochemistry, 04(02). doi: 10.4172/2471-2663.1000140. Retrieved 12 August 2021.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Nabila Azmi Diperbarui 20/08/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan