home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Bagaimana Olahraga Bisa Mengatasi Susah Buang Air Besar

Bagaimana Olahraga Bisa Mengatasi Susah Buang Air Besar

Buang air besar kurang dari tiga kali seminggu dan fesesnya keras menyakitkan bisa dianggap sebagai sembelit. Sembelit bisa terjadi pada siapapun. Biasanya, sembelit disebabkan karena Anda tidak cukup banyak makan serat atau minum air. Yang tidak banyak orang ketahui, olahraga dapat membantu menyelesaikan masalah susah buang air besar Anda. Kenapa begitu?

Manfaat olahraga untuk menyembuhkan susah buang air besar

Orang yang aktif bergerak cenderung memiliki sistem pencernaan yang lebih lancar daripada orang hidupnya serba malas gerak alias mager. Manfaat ini dicapai lewat berbagai cara.

Pertama, olahraga dapat mengendalikan produksi hormon progesteron yang diduga kuat berperan dalam terjadinya sembelit. Semakin lama sisa makanan tinggal dalam usus besar, semakin sedikit jumlah air yang diserap. Hal ini dapat menyebabkan feses mengering dan pada akhirnya mengeras, membuat Anda susah buang air besar. Penurunan kadar hormon progesteron dapat membantu melancarkan pergerakan makanan dalam usus Anda.

Selain itu, olahraga meningkatkan aliran darah ke seluruh tubuh — yang meliputi sistem pencernaan Anda. Ketika aliran darah ke organ dalam perut lancar, maka lambung dapat meningkatkan produksi enzim pencernaan dan usus juga akan lebih mudah berkontraksi. Kedua hal ini dibutuhkan untuk menggerakkan tumpukan feses ke ujung usus sampai ke anus untuk dibuang.

Olahraga juga diduga dapat meningkatkan nafsu makan. Ketika asupan makanan meningkat, frekuensi pergerakan usus ikut meningkat untuk mencerna makanan tersebut. Akibatnya, dorongan untuk BAB pun meningkat.

Olahraga apa saja yang dapat membantu melancarkan pencernaan?

Olahraga yang dapat memperlancar sistem pencernaan adalah latihan aerobik ringan yang meningkatkan pernapasan dan detak jantung. Kebugaran jantung dan paru yang lebih baik menghasilkan aliran darah yang lebih lancar, sehingga memengaruhi pergerakan usus yang lebih efisien.

Contoh olahraga aerobik yang bisa Anda lakukan ketika sedang susah buang air besar adalah jalan kaki atau jogging 10 sampai 15 menit setiap hari, bersepeda, berenang, atau senam aerobik.

Yang perlu diperhatikan

Olahraga memang baik untuk mengatasi masalah susah buang air besar. Namun perhatikan waktu Anda berolahraga.

Jangan langsung olahraga setelah makan. Setelah makan, aliran darah seharusnya turun ke perut dan usus untuk membantu mencerna makanan. Namun jika Anda berolahraga tepat setelah makan, darah justru akan lebih banyak mengalir ke otot-otot tubuh yang sedang aktif bergerak. Akibatnya, aliran darah ke perut malah sedikit. Ini artinya, lambung hanya sedikit memproduksi enzim pencernaan dan gerak usus jadi lebih lambat untuk mendorong sisa makanan mencapai anus. Itu sebabnya, olahraga setelah makan justru dapat menyebabkan Anda sembelit dan kembung.

Sebaiknya, olahraga sebelum makan atau setidaknya satu jam setelah makan. Seperti kata banyak orang, tunggu makanan Anda turun dulu. Jangan lupa juga untuk terus mencukupi kebutuhan cairan Anda dengan minum sebelum, selama, dan setelah berolahraga. Usus akan lebih kesulitan untuk menyerap nutrisi dari makanan saat tubuh Anda tidak terhidrasi dengan baik.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

https://russellhavranekmd.com/exercise/ diakses pada 20/11/2017 pukul 07.32 WIB.

http://www.gutmicrobiotaforhealth.com/en/about-gut-microbiota-info/ diakses pada 20/11/2017 pukul 07.35 WIB.

https://www.webmd.com/digestive-disorders/exercise-curing-constipation-via-movement diakses pada 20/11/2017 pukul 07.37 WIB.

https://www.livestrong.com/article/356356-immediate-effects-of-exercise-in-the-digestive-system/ diakses pada 20/11/2017 pukul 07.40 WIB.

https://www.everydayhealth.com/digestive-health/exercise-and-constipation.aspx

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3938666/

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Novi Sulistia Wati
Tanggal diperbarui 06/12/2017
x