home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Apa yang Akan Terjadi Setelah Transplantasi Hati?

Apa yang Akan Terjadi Setelah Transplantasi Hati?

Banyak tantangan yang perlu Anda lalui setelah operasi transplantasi hati, terutama dalam menghadapi kemungkinan komplikasi dan kembali ke kehidupan sehari-hari. Jika Anda tidak melakukan perawatan yang tepat, akan sangat berbahaya bagi organ transplan dan keseluruhan kesehatan Anda. Jadi, apa yang harus Anda dan keluarga Anda lakukan setelah transplantasi hati?

Anda perlu mengikuti instruksi dokter untuk menghindari komplikasi

Setelah transplantasi hati, sistem imun tubuh Anda akan menganggap organ transplan sebagai objek asing dan berusaha untuk melindungi Anda dengan menolaknya. Inilah alasan mengapa terjadi komplikasi, seperti:

  • Perdarahan: Terdapat risiko kecil akan pendarahan di anastomosis, tempat di mana pembuluh darah dari pendonor dan penerima disambungkan.
  • Hepatic artery thrombosis: Jika ada penggumpalan di hepatic artery, dapat terjadi malfungsi hati.
  • Kebocoran saluran empedu: Sambungan antara hati dan saluran empedu atau posisi usus mungkin bocor. Hal ini dapat membuat empedu bocor ke rongga perut dan menyebabkan infeksi.
  • Penolakan: Tubuh Anda akan menciptakan sel imun untuk menyerang hati Anda karena ia menganggap hati sebagai objek asing.
  • Infeksi: Setelah transplantasi, Anda memiliki risiko tinggi mengalami infeksi karena sistem imun dihalangi oleh obat-obatan, terutama jika Anda tidak menjaga area operasi dengan hati-hati.
  • Kambuhnya hepatitis: Dapat terjadinya kambuh, terutama infeksi virus hepatitis B atau C setelah transplantasi.

Untuk menghindari risiko komplikasi, Anda perlu mengikuti resep dari dokter dan mengunjungi rumah sakit untuk pemeriksaan rutin. Hubungi dokter Anda apabila pertanda komplikasi muncul.

Anda perlu mengatur ekspektasi Anda

Sebelum memilih suatu perawatan, dokter Anda akan mendiskusikan dengan Anda mengenai perawatan dan bagaimana pengaruhnya bagi Anda. Anda perlu mempersiapkan diri Anda secara mental, apa yang akan terjadi setelah operasi:

  • Anda perlu tinggal di rumah sakit untuk beberapa hari, biasanya sekitar 5 – 10 hari, setelah transplantasi. Tanda-tanda dan kondisi kesehatan Anda akan diawasi untuk melihat adanya gejala komplikasi. Staf akan mengambil tes untuk memastikan hati Anda bekerja dengan normal. Begitu Anda sudah stabil, Anda dapat keluar dari rumah sakit atau pindah ke area pemulihan transplantasi untuk melanjutkan proses pemulihan.
  • Sesampainya Anda di rumah, Anda akan perlu mengunjungi rumah sakit secara rutin untuk pemeriksaan. Tes akan sering dilakukan pada awalnya, namun akan berkurang seiringnya waktu.
  • Anda mungkin perlu untuk mengonsumsi obat selama sisa hidup Anda untuk mencegah sistem imun Anda menolak hati baru Anda. Anda mungkin akan menerima immunosuppresants, namun hal ini berarti sistem imun Anda akan dilemahkan dan Anda lebih rentan terhadap kondisi lain seperti infeksi. Namun untungnya, terdapat obat-obatan lain untuk membantu mengurangi risiko komplikasi lainnya setelah transplantasi.

Anda perlu membatasi beberapa aktivitas Anda

Setelah pulang dari operasi transplantasi hati, Anda perlu melindungi area operasi untuk mencegah dari infeksi dan komplikasi lainnya. Sehingga, untuk kembali ke kehidupan normal dan aktif, Anda perlu mengingat beberapa batasan.

  • Jangan angkat beban lebih dari 2 kg selama 6 minggu pertama dan beban lebih dari 9 kg selama 3 bulan pertama setelah operasi.
  • Hindari aktivitas yang menarik otot perut di sekitar area operasi, seperti menyapu selama 3 bulan.
  • Mandi dengan shower lebih baik dibanding berendam, setidaknya selama 6 bulan.
  • Jangan berlari pada permukaan yang keras seperti semen atau aspal selama 6 bulan.
  • Jangan mengikuti aktivitas fisik berat seperti menunggang kuda atau motor selama 1 tahun.
  • Jangan mengendarai mobil 1 bulan setelah transplantasi, atau kapan pun saat Anda mengonsumsi obat-obatan penghilang rasa sakit.
  • Batasi konsumsi lemak dan sodium (garam) pada pola makan Anda.
  • Hindari merokok dan alkohol.

Semakin Anda merawat diri Anda, semakin cepat Anda mendapat kekuatan Anda kembali. Jangan lupa untuk selalu berpikiran positif dan bahagia. Walau Anda mungkin tidak menyadari pentingnya merawat diri dengan baik, hasilnya akan terlihat jika Anda melakukannya tekun.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

http://columbiasurgery.org/liver/life-after-transplant

http://www.vanderbilthealth.com/transplant/10786

http://www.mayoclinic.org/tests-procedures/liver-transplant/basics/what-you-can-expect/prc-20014076

http://www.britishlivertrust.org.uk/liver-information/life-after-liver-transplant/

Foto Penulis
Ditulis oleh Lika Aprilia Samiadi
Tanggal diperbarui 27/10/2016
x