backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

Benarkah Minum Teh Pahit Efektif untuk Atasi Diare?

Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro · General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)


Ditulis oleh Annisa Nur Indah Setiawati · Tanggal diperbarui 2 minggu lalu

Benarkah Minum Teh Pahit Efektif untuk Atasi Diare?

Alih-alih mengonsumsi obat, saat mengalami diare, banyak orang yang mengonsumsi teh pahit dengan tujuan mengurangi frekuensi buang air besar. Namun, benarkah cara ini ampuh mengatasi diare?

Apakah teh pahit bisa mengatasi diare?

Ya, teh efektif untuk mengatasi diare. Mengonsumsi teh pahit merupakan salah satu cara mengobati diare di rumah secara alami.

Banyak orang percaya dan merasakan manfaat dari teh pahit ini. Biasanya, teh untuk diare dibuat kental dan kesat.

Tujuannya yaitu untuk mengurangi frekuensi buang air besar, memadatkan feses, dan meredakan gejala diare lainnya, seperti kram perut, mual, dan muntah.

Manfaat teh pahit untuk diare berkat berbagai kandungan yang ada di dalamnya. Berikut ini cara kerja teh yang efektif meredakan diare.

1. Sifat astringen

diare persisten

Teh mengandung tanin yang efektif untuk meredakan diare.

Tanin bersifat astringen yang membantu mengurangi peradangan di usus dan memperlambat pergerakan usus, sehingga dapat membantu meredakan diare.

Manfaat ini tertulis dalam salah satu penelitian dalam jurnal Natural Product Communications mengatakan bahwa teh mengandung tanin albuminate dan ethacridine lactate monohydrate.

Kandungan ini aman dan efektif mengobati diare akut dan mencegah diare saat bepergian.

2. Sifat antibakteri

Manfaat teh pahit untuk diare juga berasal dari sifat antibakteri di dalamnya.

Salah satu studi yang dipublikasikan dalam jurnal Asian Journal of Tropical Biotechnology melakukan analisis mendalam mengenai sifat antibakteri pada tanin. 

Studi ini bertujuan memahami sejauh mana tanin dalam ekstrak etanol daun teh dapat melawan bakteri patogen, terutama E. coli, yang sering menjadi penyebab diare.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanin dalam ekstrak etanol daun teh efektif melawan bakteri E. coli

3. Sifat antispasmodik

Beberapa jenis teh pahit, seperti peppermint atau kamomil, dapat membantu mengatasi diare dengan cara meredakan kram perut yang sering kali menyertai kondisi ini.

Sifat antispasmodik bekerja dengan melemaskan otot di saluran pencernaan. Pasalnya, diare sering kali disertai dengan kekakuan otot yang meningkatkan intensitas buang air besar.

Efek ini juga dapat mengurangi peradangan pada usus yang merupakan penyebab diare, sehingga dapat mempercepat pemulihan diare.

4. Antisekresi

Teh, terutama teh kamomil, memiliki sifat antisekresi yang dapat bermanfaat dalam meredakan diare. 

Sifat antisekresi dari teh kamomil berarti bahwa teh ini dapat mengurangi produksi cairan dalam saluran pencernaan.

Dengan mengonsumsi teh kamomil, efek antisekresi ini membantu mengurangi jumlah cairan yang dikeluarkan ke dalam usus sehingga membantu mengurangi frekuensi buang air besar.

Selain itu, efek ini mengurangi produksi cairan di pencernaan sehingga feses menjadi lebih padat.

Aturan minum teh untuk mengatasi diare

Minum teh untuk mengatasi diare dapat membantu, tetapi perlu diperhatikan beberapa aturan agar manfaatnya maksimal dan tidak memperburuk kondisinya.

Berikut adalah beberapa aturan umum dalam mengonsumsi teh pahit selama diare.

  • Pilih jenis teh yang tepat. Lebih disarankan untuk memilih teh herbal atau teh tanpa kafein seperti peppermint, chamomile, atau teh hijau tanpa kafein. Teh jenis ini lebih ringan bagi sistem pencernaan dan tidak mengandung kafein yang dapat memperburuk dehidrasi.
  • Tidak berlebihan. Lebih baik minum beberapa cangkir kecil sepanjang hari daripada satu cangkir besar sekaligus. Ini membantu tubuh untuk secara perlahan menyerap cairan dan nutrisi dari teh.
  • Hindari penggunaan gula. Cara membuat teh pahit untuk diare yaitu dengan menghindari gula yang berlebihan ke dalam teh. Gula berlebihan dapat memperburuk gejala diare.
  • Perhatikan munculnya gejala. Jika teh membuat gejala diare menjadi lebih buruk atau menimbulkan gejala lain seperti kembung, pertimbangkan untuk mengurangi atau menghentikan konsumsinya. 

Perlu diingat bahwa teh pahit mungkin efektif untuk diare ringan, tetapi tidak disarankan untuk diare yang disebabkan oleh infeksi serius, keracunan makanan, atau diare parah.

Dalam kasus seperti ini, pengobatan dari dokter lebih dianjurkan untuk mengatasi diare. Segera konsultasikan kondisi Anda kepada dokter jika diare tidak kunjung sembuh, bahkan gejalanya bertambah parah. 

Kesimpulan

  • Teh pahit bisa menjadi obat alami yang efektif untuk mengatasi diare karena berbagai sifat pemulihnya.
  • Teh mengandung tanin yang bersifat astrigen meredakan peradangan usus dan memperlambat pergerakan usus sehingga mengurangi diare.
  • Kandungan antibakteri teh bisa membantu melawan bakteri E.coli penyebab diare.
  • Sifat antispasmodik teh kamomil bisa meredakan kram usus.
  • Teh juga memiliki sifat antisekresi yang bisa mengurangi cairan berlebih di usus sehingga frekuensi BAB berkurang.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.



Ditinjau secara medis oleh

dr. Patricia Lukas Goentoro

General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)


Ditulis oleh Annisa Nur Indah Setiawati · Tanggal diperbarui 2 minggu lalu

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan