7 Hal Utama yang Wajib Diketahui Saat Merawat Bayi Baru Lahir

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Merawat bayi baru lahir terkadang menjadi suatu tantangan tersendiri bagi para orangtua muda yang baru memiliki anak. Bayi baru lahir memiliki keunikan tersendiri sehingga diperlukan perhatian khusus dalam merawatnya. Berikut 7 hal yang harus diketahui saat merawat bayi baru lahir.

Seluk-beluk merawat bayi baru lahir

1. Bayi baru lahir harus menyusu tiap 1-2 jam

Bayi memiliki ukuran lambung yang kecil. Maka untuk menjaganya tidak sampai kelaparan, Anda perlu memberi susu dalam jumlah yang sedikit namun sering.

Biasanya bayi akan menyusu tiap 1-2 jam dalam beberapa hari pertamanya. Ketika bayi lapar, ia akan memberikan beberapa tanda seperti menangis dengan kuat, mengisap tangannya, atau mengecap-ngecap seperti mencari puting.

Bagaimana jika bayi Anda tidur terus? Bayi memang memiliki waktu tidur yang cukup panjang. Namun bila bayi Anda tertidur terus, Anda perlu membangunkannya dan tetap memberi ia susu. Usahakan jangan sampai bayi tertidur ketika menyusu.

2. Bayi baru lahir sering gumoh

Setelah bayi menyusu, ia akan mengeluarkan lagi susu tersebut dari mulutnya. Kebanyakan orang menyebutnya dengan istilah gumoh.

Gumoh atau istilah medisnya refluks gastroesofageal terjadi karena katup pemisah antara esofagus dan lambung bayi belum berfungsi sempurna. Selain itu, ukuran lambung bayi yang kecil juga dapat menjadi salah satu penyebab gumoh.

Untuk mencegah gumoh, posisikan bayi Anda tegak selama 30 menit setelah ia selesai menyusu dan biarkan bayi Anda bersendawa.

3. Bayi baru lahir tidur selama 16-18 jam per hari

Durasi tidur bayi memang cukup panjang. Bayi bisa tidur sekitar 1-2 jam dalam sekali waktu tidur. Jika dijumlahkan dalam satu hari ia dapat tertidur selama 16 hingga 18 jam. Ketika mencapai usia 6 bulan, sebagian besar bayi tidur selama 6 jam pada malam hari.

Pada malam hari, usahakan agar bayi tidak terbangun. Cara yang dapat dicoba yaitu dengan membiarkan bayi melakukan banyak aktivitas ketika siang hari sehingga ia tetap terjaga dalam waktu yang lama dan dapat tidur lebih lama ketika malam hari.

4. Bayi baru lahir butuh kehangatan

Usahakan agar bayi tidak kedinginan atau kepanasan. Bayi belum dapat mengatur suhu tubuhnya dengan efektif seperti anak atau orang dewasa. Salah satu penyebabnya adalah karena tubuh bayi masih sangat sedikit mengandung lemak, yang dapat berfungsi menjaga agar tubuh tetap hangat.

Hal yang dapat dilakukan untuk menjaga agar bayi tetap hangat yaitu dengan memakaikan pakaian hangat, topi, dan membedong bayi. Periksa suhu tubuh bayi Anda.

5. Bayi baru lahir punya kulit yang sensitif

Jaga kebersihan bayi Anda karena kulit bayi baru lahir sangat sensitif. Salah satu masalah yang sering timbul pada bayi yaitu ruam popok. Usahakan bokong bayi Anda tetap bersih dan kering. Sering-seringlah ganti popok untuk mencegah munculnya ruam. Gunakan air hangat dan kapas halus ketika membersihkan bokongnya lalu keringkan dengan handuk yang lembut.

Tidak disarankan membersihkan kulit bayi dengan menggunakan tisu basah yang mengandung alkohol. Alkohol bersifat mengeringkan yang dapat memicu iritasi kulit. Selain itu, jangan memakaikan popok pada bayi terlalu kencang karena dapat membuat kulitnya menjadi lecet.

6. Bayi baru lahir sering BAB setelah menyusu

Ada bayi yang selalu buang air besar setelah menyusu, ada juga bayi yang buang air besar hanya dua kali per minggu. Akan tetapi pada bayi baru lahir, biasanya ia akan sering buang air besar setelah ia menyusu (sekitar 6 sampai 10 kali per hari). Menjelang usia 3 sampai 6 minggu, frekuensinya akan semakin menurun.

Hal yang perlu diperhatikan ketika bayi buang air besar yaitu konsistensi kotorannya. Ketika bayi baru lahir, kotoran bayi akan berwarna hitam kehijauan dan lengket yang disebut dengan mekonium. Seiring berjalannya waktu, saat ia berusia 2 hingga 4 hari, warna kotorannya akan semakin muda dan tidak lengket.

Perlu diingat, walau kotoran bayi memang lembek, Anda harus tetap waspada apabila bayi Anda mengalami diare. Jika bayi diare, kotorannya akan menjadi lebih cair, warnanya dapat berubah menjadi kuning, hijau atau coklat, jumlahnya pun jauh lebih banyak dari yang biasanya. Jika Anda menemui tanda-tanda seperti itu pada si kecil, bawalah ke dokter untuk diperiksa lebih lanjut.

7. Bayi baru lahir harus dirawat tali pusatnya

Ketika Anda memiliki bayi, biasanya tali pusatnya masih terlihat ketika ia baru lahir. Jaga tali pusat dan kulit di sekitarnya agar tetap bersih dan kering. Jika tali pusat bayi Anda berubah menjadi kemerahan dan berbau, segera bawa bayi Anda ke dokter karena kemungkinan ia mengalami infeksi pada tali pusatnya.

8. Ketahui apa yang dirasakan bayi

Ada beberapa orangtua yang bingung tentang apa yang bayi baru lahir rasakan. Contohnya, seperti apa yang bayi baru saja lahir lihat, apa yang bayi dengar, aroma apa yang bayi cium dan masih banyak lain hal lagi.

Umumnya, bayi sudah bisa mendengarkan suara Anda sebagai ibunya atau ayahnya. Pasalnya, sejak di dalam kandungan, ada orangtua yang sudah biasa mengajak bayi untuk berbicara. Dari sini lah bayi mulai hafal suara Anda.

Kemungkinan bayi Anda akan merasa aman ketika mereka mendengar suara Anda dan mungkin merespons dengan memalingkan kepala ke arah Anda. Janin pada dasarnya juga sudah dapat mendengar detak jantung ibu sejak di dalam kandungan.

Lalu, penglihatan bayi baru lahir biasanya belum terlalu jelas. Akan tetapi, biasanya bayi bisa melihat dengan jelas apabila dari mata bayi dan objek hanya berjarak sekitar 30 cm. Biasanya bayi bisa melihat dan menghafal wajah ibunya saat sedang disusui, hal ini bisa disebut juga sebagai “jarak berpelukkan”.

Sedangkan untuk aroma apa yang ia cium, umumnya wangi cairan ketuban dengan kolostrum ASI tidak akan berbeda jauh. Maka dari itu, bayi akan terasa nyaman dan anteng saat diberi ASI.

Baca Juga:

Sumber