Apa yang Mesti Orangtua Lakukan Jika Anak Menjadi Korban Cyber Bullying?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum.

Sekarang ini hampir semua orang punya media sosial. Dari orang dewasa, remaja, hingga anak-anak sekalipun sudah mahir menggunakannya. Apakah anak Anda termasuk pengguna media sosial yang aktif? Jika iya, sebaiknya terus perhatikan dan pantau si kecil dalam menggunakan akun media sosialnya. Pasalnya, saat ini banyak yang menyalahgunakan media sosial. Tak jarang anak-anak dan remaja jadi sasaran cyber bullying. Ya, cyber bullying bisa saja dialami si kecil. Sebagai orangtua, pasti Anda sangat cemas dan tak terima jika si kecil mengalami hal tersebut. Namun, ada beberapa cara bijak dalam mengatasi dan merespon cyber bullying pada anak. 

Bagaimana orangtua harus bersikap ketika terjadi cyber bullying pada anak?

Kebanyakan anak-anak dan remaja yang mengalami cyber bullying tidak mengerti sepenuhnya apa yang terjadi. Mungkin ketika mereka merasa tertindas, mereka akan merasa ketakutan atau bahkan marah. Maka itu, butuh peran Anda sebagai orangtua untuk mendampinginya. Ini dia yang harus dilakukan orangtua saat cyber bullying pada anak terjadi.

1. Jangan menanggapi pelaku

Berikan pengertian pada si kecil bahwa hal utama yang harus dilakukan ketika kekerasan di media sosial terjadi padanya adalah tidak membalas atau menanggapi si pelaku. Beri tahu bahwa semua komentar negatif atau cercaan yang ditujukan pada dirinya sebaiknya diabaikan saja.

Meski memang sangat sulit untuk menahan diri agar tidak melawan, justru hal ini akan mencegah keadaan semakin buruk. Biasanya orang yang melakukan cyber bullying cenderung lebih senang jika ‘umpannya’ diterima oleh sang korban.

2. Bangun kembali kepercayaan diri si kecil

Sangat wajar jika anak dan remaja Anda sangat ketakutan, cemas, marah, dan sedih dalam waktu yang bersamaan. Tentu sebagai orangtua, peran Anda untuk membuatnya tenang dan mengembalikan kepercayaan dirinya kembali sangat penting.

Jelaskan bahwa hal ini bisa saja terjadi pada siapa pun, tak hanya pada dirinya. Ada banyak orang yang tak bertanggung jawab dan menggunakan media sosial untuk menindas orang lain. Jika memang perlu, Anda bisa mengajak si kecil ke psikolog untuk memantau kondisi mentalnya.

Penting untuk tidak menyudutkan atau menyalahkan anak, misalnya dengan berkata seperti, “Memangnya apa yang kamu lakukan, sampai-sampai dia mem-bully kamu seperti ini?”. Apa pun alasannya, cyber bullying pada anak tidak bisa dibenarkan.

mengurangi stres pada anak remaja

3. Kumpulkan bukti, lalu laporkan

Setelah berhasil menahan diri, tanyakan si kecil apa saja bentuk kekerasan media sosial yang ia dapatkan. Entah itu komentar yang tidak pantas, foto pribadinya, dan lain-lain. Kumpulkan semua hal tersebut untuk dijadikan barang bukti.

Banyak anak yang justru menghapus semua bukti tersebut karena merasa ketakutan. Jadi tenangkan dirinya dan berikan penjelasan bahwa hal ini bisa dijadikan barang bukti. Jika memang Anda sudah memiliki bukti yang cukup, maka sebaiknya laporkan pada pihak sekolah atau pihak mana pun yang berwenang dalam situasi Anda, sehingga si pelaku tidak akan melakukan kekerasan pada anak lainnya.

Apa yang harus dilakukan orangtua agar cyber bullying pada anak tidak terjadi?

Hal yang terpenting adalah memantau segala kegiatan si kecil dalam media sosial. Ketahui apa saja akun media sosial yang ia miliki hingga teman-temannya di dalam media tersebut. Beritahukan ia jika sebaiknya tidak berteman dengan orang-orang yang tidak dikenal olehnya. Penting juga untuk mengetahui segala postingan yang ia unggah di akun pribadinya.

Anda juga harus peka dengan remaja Anda, ketahui tanda-tanda ketika si kecil alami cyber bullying, sehingga Anda dapat mencegah hal-hal buruk lainnya terjadi.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca