7 Jenis Mainan untuk Mendorong Perkembangan Anak Dengan Autisme

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 29/01/2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Bermain tidak hanya menjadi hal yang menyenangkan untuk anak, tapi juga dapat menunjang tumbuh kembangnya. Para ahli percaya bawah permainan yang tepat dapat membantu anak-anak berkebutuhan khusus untuk mengembangkan kemampuannya agar lebih maksimal. Akan tetapi, memilih permainan untuk anak autisme ataupun berkebutuhan khusus memang bisa dibilang gampang-gampang susah. Hal ini tentu akan menjadi tantangan tersendiri bagi orangtua.

Meski begitu, Anda jangan khawatir. Cari tahu berbagai permainan untuk anak autisme dan berkebutuhan khusus dalam artikel ini.

Pilihan permainan untuk anak autisme

Saat memilih mainan untuk anak autisme, sesuaikan dengan kemampuan perkembangan mereka daripada usianya. Misalnya, jika anak mengalami keterlambatan dalam berbicara atau keterampilan sosial lainnya, maka carilah mainan yang bisa mendorong perkembangan mereka dalam hal tersebut.

Hal ini dilakukan untuk mendorong anak bereksplorasi dan mengurangi risiko frustasi atau tantrum saat bermain. Pasalnya, anak-anak dengan gangguan spektrum autisme mengalami kesulitan dalam memusatkan perhatian, memahami konsep abstrak, dan belajar seperti anak-anak lainnya.

Berikut ini adalah beberapa pilihan permainan untuk anak autisme yang bisa Anda tawarkan pada si kecil.

  • Puzzle. Bermain puzzle merupakan cara mudah dan menyenangkan untuk melatih fungsi kognitif anak. Tidak hanya itu, permainan ini juga dapat membantu otak anak Anda untuk berpikir lebih keras dalam memecahkan suatu masalah dan tidak mudah menyerah.
  • Balok susun. Ini merupakan permainan dasar yang dikenal luas untuk merangsang pertumbuhan anak, terutama kreativitas, kemampuan berpikir secara runtut, serta keluwesan bersosialisasi.
  • Menggambar dan mewarnai. Kedua permainan ini merupakan cara ampuh untuk mengenalkan perbedaan warna pada anak serta melatih kemampuan motorik halusnya. Tidak hanya itu, lewat menggambar mereka pun bisa menuangkan beragam imajinasi, kreativitas, bahkan suanana hati mereka.
  • Kartu bergambar (flash card). Permainan ini memiliki manfaat untuk merangsang daya ingat anak untuk mengenal angka, huruf, hewan, bunga, bagian tubuh atau hal yang lainnya.
  • Lilin mainan/ plastisin. Permainan ini termasuk mainan edukasi yang membantu gerak motorik anak agar berkembang dengan baik serta merangsang daya imajinasi dan kreativitas anak. Pilihan warna yang beragam dan menarik hati membuat banyak anak-anak menyukai permainan ini.
  • Lego. Bermain lego akan mengajar anak untuk berkreasi untu membangun suatu bangunan dan bentuk. Tidak hanya itu, lego juga membantu melatih koordinasi antara mata dan tangan serta meningkatkan daya konsentrasi anak.
  • Boneka atau bantal yang lembut. Anak dengan autisme mungkin harus berjuang untuk menenangkan diri ketika merasa tidak nyaman. Karena itu, boneka empuk dengan bulu yang sangat lembut bisa menemani dan membantu mengendalikan emosi si kecil saat tantrum. Pasalnya, anak dengan autisme biasanya memiliki indra peraba yang sangat peka. Boneka atau bantal dengan bentuk yang menarik seperti dinosaurus, gajah, atau beruang juga bisa melatih anak untuk berimajinasi.

Yang harus diperhatikan sebelum membeli mainan anak

Saat ini banyak produsen mainan anak yang memasarkan barangnya dengan jargon mainan edukasi tinggi dan semacamnya. Sekilas, hal tersebut memang terdengar menjanjikan. Apalagi sebagai orangtua tentu inginnya memberikan hal yang terbaik untuk anak.

Namun, Anda harus waspada. Pasalnya, sebuah laporan tahun 2005 dari Kaiser Foundation menemukan bahwa banyak dari klaim prosedur mainan anak adalah kebohongan semata untuk meraih untung di pasar. Kebanyakan mainan yang ditawarkan justru menggunakan gadget dengan teknologi yang justru mematikan kreativitas anak.

Jadi, sebelum Anda membeli mainan untuk anak, Anda harus pastikan jika mainan tersebut adalah mainan yang memang direkomendasikan untuk anak autisme sehingga aman untuk dimainkan oleh mereka.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apa Akibat Anak Sering Dibentak? Orangtua Perlu Tahu Ini

Membentak anak dapat memberikan dampak yang buruk. Apa akibat dari anak terlalu sering dibentak dan apa yang harus dilakukan orangtua?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Parenting, Tips Parenting 22/06/2020 . Waktu baca 8 menit

Begini Alasan Adanya Mata Plus pada Anak

Mata plus sering dikenal sebagai penyakit orang tua. Padahal banyak juga kasus mata plus pada anak. Baca terus dan pelajari berbagai penyebab dan gejalanya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Mata, Hidup Sehat 20/06/2020 . Waktu baca 5 menit

5 Tips Ajarkan Jaga Kesehatan Gigi dan Mulut pada Anak

Tips ini akan membantu Anda menerapkan kebiasaan kesehatan gigi dan mulut pada anak sejak dini. Yuk, cari tahu apa saja caranya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Parenting, Tips Parenting 16/06/2020 . Waktu baca 5 menit

3 Aktivitas Seru dan Menyenangkan untuk Si Kecil yang Gagap

Orangtua bisa mendorong kemampuan berbicara anak yang gagap lewat aktivitas menyenangkan. Apa saja aktivitas yang cocok untuk anak gagap? Lihat di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Parenting, Tips Parenting 07/06/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Ini Akibatnya Jika Bayi Memakai Popok Terlalu Lama

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 5 menit
mengatasi ruam popok bayi

Si Kecil Mengalami Ruam? Berikut 8 Cara Mengobatinya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 7 menit
ruam susu bayi

Berbagai Cara Mudah Mengatasi Ruam Susu Pada Bayi ASI Eksklusif

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 4 menit
pelukan bayi perkembangan bayi 14 minggu perkembangan bayi 3 bulan 2 minggu

Ilmuwan Jepang Ungkap Cara Sempurna Memeluk Bayi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 4 menit