Apakah Anak Perlu Sekolah Paud (Preschool) Sebelum Masuk TK?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20 April 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Seiring dengan bertambah besarnya buah hati Anda, pendidikan tentu merupakan salah satu kebutuhan yang tidak dapat terelakkan. Keputusan dalam menentukan pendidikan anak tentu menjadi hal yang penting karena menyangkut masa depan mereka. Sekolah mana yang terbaik, kurikulum apa yang diberikan, dan yang tak jarang membuat orangtua bingung—apakah pendidikan anak usia dini (PAUD) alias prasekolah (pre-school) diperlukan?

Seiring dengan berkembangnya zaman, pendidikan prasekolah tentu tidak asing lagi di telinga Anda. Banyak orangtua yang memasukkan anaknya ke sekolah paud sebelum membiarkan anaknya masuk ke jenjang yang lebih tinggi. Namun pertanyaannya, seberapa pentingkah sekolah paud alias pre-school?

Pendidikan anak usia dini (PAUD) dilakukan saat masa emas perkembangan anak

Todd Grindal, seorang ahli pendidikan dari Harvard Graduate School of Education mengatakan bahwa anak-anak perlu mengembangkan otak yang sehat dan kuat. Ia menjelaskan bahwa pengalaman yang didapat oleh anak pada usia dini akan sangat memberikan pengaruh bagi kehidupan mereka di masa depan. Hal ini berkaitan dengan fakta bahwa otak seorang anak akan mencapai 90% dari ukuran otak orang dewasa pada usia lima tahun, oleh karena itu, tahun-tahun pertama kehidupan mereka merupakan masa yang sangat penting.

Mendukung pernyataan Todd, American Academy of Pediatrics (AAP) juga menyebutkan bahwa pendidikan dini yang berkualitas sangatlah penting dalam membantu perkembangan dan proses pembelajaran anak. Pendidikan usia dini ini mencakup pengalaman anak di rumah, pengalaman anak di daycare, dan pengalaman anak di lingkungan prasekolah.

Saat memasuki dunia prasekolah, misalnya di sekolah paud, anak akan terpapar dengan angka, huruf, bentuk, dan yang lebih penting lagi, mereka belajar bagaimana cara bersosialisasi—berteman dengan sebaya, berbagai, dan berkontribusi dalam kelompok. Anak-anak yang dimasukkan ke preschool atau sekolah paud sebelum taman kanak-kanak akan memiliki kemampuan membaca yang lebih baik, kosakata yang lebih kaya, dan kemampuan dasar matematika yang lebih baik dibandingkan mereka yang tidak.

Keuntungan memasukkan anak ke sekolah paud

Secara garis besar, pendidikan prasekolah membantu perkembangan anak dalam beberapa bidang berikut:

1. Prestasi akademik

Penelitian memperlihatkan bahwa pendidikan prasekolah berpengaruh terhadap peningkatan perolehan akademik di usia sekolah, penurunan kemungkinan untuk tinggal kelas, dan meningkatnya angka kelulusan pada sekolah tingkat menengah atas. Sekolah paud yang berkualitas dapat memberi keuntungan bagi anak-anak.

2. Kesiapan anak memasuki sekolah

Sebuah penelitian skala besar memperlihatkan bahwa kualitas pendidikan prasekolah mempengaruhi kesiapan anak untuk memasuki jenjang pendidikan berkutnya. Efek positif ini mencakup peningkatan nilai dalam setiap ujian, kemampuan untuk membaca dan berhitung sejak dini, serta perkembangan sosial dan emosi yang baik.

3. Perkembangan emosional

Nobel Laureate James Heckman, seorang ekonomis dari University of Chicago mencatat bahwa salah satu efek jangka panjang dari pendidikan usia dini yang paling penting adalah pengembangan emosi dan kemampuan sosial anak. Kemampuan tersebut membuat seseorang mampu berinteraksi secara efektif, baik, dan benar dengan sesama.

Di sekolah paud atau pre0-school, anak akan diajarkan untuk mengenal dirinya sendiri, mengeksplorasi lingkungan, bermain dengan sebayanya, dan membangun rasa percaya diri. Mereka akan belajar bahwa mereka dapat melakukan hal-hal kecil secara mandiri. Selain itu, melalui pendidikan usia dini yang berkualitas, anak-anak akan diajarkan untuk menjawab rasa penasaran mereka terhadap dunia luar melalui eksplorasi, eksperimen, dan percakapan.

4. Perkembangan sosial

Penelitian Heckman memperlihatkan bahwa pendidikan usia dini merupakan waktu yang tepat untuk mengajarkan  ‘soft’ skill kepada anak. Kemampuan-kemampuan yang dapat diajarkan tersebut antara lain adalah kemampuan untuk fokus terhadap tujuan tertentu, berpikiran terbuka, dan mengontrol emosi—hal-hal yang diperlukan seseorang untuk dapat sukses di dunia kerja.

Selain itu, pendidikan prasekolah juga dapat mengurangi angka ketergantungan seseorang di masa depan dan kemungkinan seseorang terlibat dalam tindakan kriminal. Penelitian dari Ounce of Prevention Fund memperlihatkan bahwa anak-anak yang berisiko yang tidak mendapat pendidikan dini yang berkualitas memiliki 25% kemungkinan lebih besar dari teman sebayanya untuk putus sekolah dan 70% kemungkinan untuk ditahan akibat tindak kekerasan.

Seberapa penting memasukkan anak ke sekolah paud atau preschool?

Sebagai orangtua, tentu Anda memiliki banyak pertimbangan untuk memasukkan anak Anda ke sekolah paud. Pertimbangan biaya, dapat menjadi salah satu yang paling sering dijumpai. Harga pendidikan yang melambung tentu menjadi masalah yang tidak dapat dipungkiri. Banyak orangtua yang kemudian mulai bertanya-tanya, apakah pendidikan prasekolah merupakan suatu kebutuhan atau ‘keharusan’? Bukankah anak-anak juga dapat mempelajari apa yang mereka pelajari di pre-school, di rumah?

Sebuah meta-analisis dari 123 penelitian pada tahun 2010 menunjukan manfaat yang luas dan panjang dari pendidikan prasekolah. Beberapa keuntungan tersebut antara lain:

  • meningkatkan prestasi pada jenjang sekolah yang lebih tinggi
  • meningkatkan tingkat kelulusan pada tingkat SMA
  • meningkatkan perkembangan kemampuan sosial
  • meningkatkan perkembangan emosi anak

Pada penelitian ini juga didapatkan bahwa walau terdapat sedikit penurunan dari dampak pendidikan pra-sekolah pada anak, namun secara rata-rata, dampak tersebut tidak menghilang seutuhnya dan tetap menjadi hal yang mendasar yang penting bagi anak.

Kesimpulan

Pada akhirnya, kesimpulan untuk menyekolahkan anak Anda ke pre-school atau tidak berada di tangan Anda. Namun, bagian terpenting dari pendidikan prasekolah adalah pendidikan yang dilakukan untuk mengembangkan kemampuan sosial dan emosional anak. Anak-anak perlu belajar bagaimana caranya berinteraksi dengan orang dewasa selain orangtua mereka dan sebayanya.

Mereka perlu mempelajari cara memecahkan sebuah masalah, menjadi menjadi mandiri, berbagi, dan berkomunikasi. Sementara pendidikan formal mengasah anak dalam bidang akademis, pendidikan pra-sekolah membekali anak dengan kecerdasan emosional dan sosial. Jadi, jika Anda dapat memberikan anak Anda kesempatan yang terbaik, mengapa tidak?

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Pahami Faktor Penentu Persalinan Caesar sebagai Persiapan Sambut si Kecil

    Apakah Ibu sudah menentukan metode persalinan yang akan dilakukan? Simak tentang persalinan normal, alasan di balik keputusan operasi caesar dan prosesnya.

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Willyson Eveiro
    Konten Bersponsor
    potret pasangan diskusi tentang persalinan normal dan caesar
    Melahirkan, Kehamilan 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

    Kenali Gejala dan Bahaya Tekanan Darah Tinggi Setelah Melahirkan

    Hipertensi atau tekanan darah tinggi setelah melahirkan dikenal dengan istilah postpartum preeklampsia. Apa saja gejala dan bahayanya? Cari tahu di sini.

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Hipertensi, Kesehatan Jantung 13 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

    Muncul Garis Hitam di Perut Saat Hamil, Apa Sih Artinya?

    Saat hamil, Anda mungkin akan menemukan garis hitam di perut pada usia kehamilan yang mulai besar. Tapi, tidak semua ibu hamil punya garis ini. Mengapa?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

    Yang Perlu Ortu Lakukan Saat Memergoki Anak Masturbasi

    Mengetahui anak Anda melakukan masturbasi mungkin akan menimbulkan rasa kaget pada orang tua. Lalu bagaimana sebaiknya orang tua menyikapi hal tersebut?

    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Parenting, Tips Parenting 8 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    ibu hamil makan daging kambing

    Bolehkah Ibu Hamil Makan Daging Kambing?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
    Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
    pekerjaan rumah tangga saat hamil

    Pekerjaan Rumah Tangga Ini Dilarang Bagi Ibu Hamil

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

    Apa yang Terjadi Pada Bayi Jika Ibu Stres Saat Hamil?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
    Kulit bayi Sensitif

    Ketahui 4 Tips Merawat Kulit Bayi Sensitif

    Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
    Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit