Dampak Perselingkuhan Orangtua pada Psikologis Anak

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum.

Perselingkuhan adalah masalah besar yang dalam banyak kasus, tidak ada penawarnya. Sakit hati, kecewa, atau merasa dikhianati sudah jadi dampak yang pasti ketika seseorang mengetahui kalau mereka diselingkuhi. Hal ini berlaku bukan hanya untuk pasangan suami istri. Kadang, buah hati mereka yang mengetahui salah satu dari kedua orangtua selingkuh juga merasakan dampak tersendiri. Apa dampaknya pada anak ketika mengetahui orangtua selingkuh? Bagaimana mengatasinya?

Ketika orangtua selingkuh dan dampaknya pada anak

Sulit untuk mengetahui berapa banyak anak yang berada di tengah perselingkuhan orangtuanya. Perkiraannya berkisar antara 25 persen sampai 70 persen. Kadang para orangtua juga pandai menyembunyikan perselingkuhan dan konflik mereka di depan anak-anak.

Namun, menurut Huffington Post ada sekitar satu juta anak yang orangtuanya bercerai setiap tahun. Perselingkuhan cenderung menjadi salah satu faktor utama perpisahan suami istri terjadi.

Ditemukan juga bahwa dampak orangtua selingkuh bisa membuat anak mengalami syok, marah, gelisah, dan bahkan malu sama sekitar karena keluarganya berpisah. Parahnya lagi, anak mungkin akan memiliki masalah dalam membangun kepercayaan, cinta dan kasih sayang dengan seseorang ke depannya nanti.

Ana Nogales, seorang penulis buku perselingkuhan sekaligus psikolog klinis, mengatakan bahwa ada segelintir dampak yang dirasakan anak ketika orangtua selingkuh.

  1. Ketika mendapati orangtua selingkuh, biasanya anak jadi sulit percaya pada orang lain. Mereka akan beranggapan bahwa orang yang mereka cintai bisa berbohong atau menyakiti mereka. Dikhawatirkan juga, mereka nantinya akan meyakini bahwa tidak ada pernikahan yang akan langgeng. Anak cenderung mudah bermain dengan komitmen setia pada satu orang.
  2. Jika orangtua selingkuh dan menyuruh anaknya ikut merahasiakan perbuatan tersebut, anak Anda bisa mengalami beban mental yang luar biasa. Rasa bersalah, tekanan dari orangtua yang beselingkuh, dan rasa mengkhianati keluarga bisa membuat depresi serta kecemasan pada diri anak.
  3. Anak yang tahu adanya kasus perselingkuhan orangtua mungkin jadi melihat bahwa pernikahan itu bukanlah sebuah janji yang sakral. Jadi, mereka bisa saja beranggapan bahwa kesetiaan itu tidak penting. Bahkan mungkin, anak akan bingung memahami apa arti dari belajar mencintai seseorang, kesetiaan, dan pernikahan itu sendiri.
  4. Siapa yang tidak marah bila dicurangi? Ya, inilah salah satu kemungkinan terbesar yang bisa berdampak pada anak Anda. Emosi anak pun akan terbelah antara benci dan merindukan kepergian orangtuanya yang selingkuh.
  5. Dari sekian banyak kasus, banyak ditemukan anak yang orangtuanya selingkuh akhirnya mengembangkan gangguan perilaku. Alih-alih menghadapi perasaan sedih, marah, atau bingung dengan keadaan keluarga, anak-anak bisa saja melampiaskannya ke aktivitas yang salah. Anak bisa terjerumus dalam perilaku berisiko untuk berusaha mengalihkan rasa sedih mereka karena orangtua yang selingkuh.

Dampak di atas juga dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut:

Faktor di atas bisa terus berkembang sesuai kondisi dan pribadi anak-anak tersebut menyikapi perselingkuhan yang dikakukan orangtuanya. Hal ini juga harus disesuaikan dengan kedewasaan dan seberapa mengerti anak tersebut soal selingkuh yang dilakukan orangtuanya. Berikut faktor-faktornya:

  • Bagaimana anak bisa mengetahui perselingkuhan tersebut.
  • Usia anak saat perselingkuhan terjadi.
  • Apakah selingkuhnya orangtua berujung pada perceraian.
  • Apakah orangtua memilih pergi dengan selingkuhannya dan meninggalkan anak.
  • Apakah anak secara tidak sengaja melihat orangtuanya selingkuh.
  • Bagaimana anak melihat sikap salah satu orangtua yang diselingkuhi.

Orangtua juga harus memikirkan anak atas perselingkuhan 

Para peneliti menyarankan orangtua untuk peduli juga dengan dampak perselingkuhan ini pada anaknya. Coba tetap memberi perhatian yang kuat pada anak agar mereka tidak merasa ditolak, terbuang, atau parahnya lagi anak mengira kalau ia adalah penyebab perselingkuhan terjadi.

Jika ada pertengkaran atau masalah lain akibat orangtua selingkuh, Anda dan pasangan harus sama-sama minta maaf untuk kebaikan anak Anda. Jelaskan dan beri pengertian sesabar mungkin. Dengan pengertian yang jelas, niscaya anak Anda perlahan mengerti tentang masalah ini.

Beri anak waktu dan ruang yang cukup untuk mengolah fakta serta emosi yang mereka rasakan. Jangan berharap bahwa anak akan langsung mengerti kondisi orangtuanya dan bisa memaafkan orangtua saat itu juga. Proses berdamai dengan perselingkuhan orangtua bisa memakan waktu yang sangat lama, bahkan bertahun-tahun. Akan tetapi, bagi orangtua kuncinya adalah tetap memberikan kasih sayang, perhatian, dan pendampingan bagi anak.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca