Tak Hanya Sedih, 5 Dampak Buruk Ini Terjadi Pada Korban Perselingkuhan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 8 Juli 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Tentu saja tidak ada yang mau menjadi korban perselingkungan. Pelaku perselingkuhan boleh saja bersenang-senang dengan pasangan selingkuhnya. Namun, bagaimana dengan korban perselingkuhan? Tidak hanya merasa sedih, terkejut, atau ingin marah, korban perselingkuhan harus menghadapi sebuah kenyataan pahit mengenai hubungan percintaannya yang harus dihiasi oleh kejadian yang tidak menyenangkan. Bahkan, pada kasus-kasus tertentu, sebuah perselingkuhan dapat memberikan dampak buruk terhadap kesehatan mental korban perselingkuhan.

Apa saja dampak perselingkuhan terhadap kesehatan mental yang mungkin dirasakan oleh korban perselingkuhan?

Dampak buruk perselingkuhan terhadap kesehatan mental

Korban perselingkuhan tak hanya merasa kecewa dan sedih, mereka akan mengalami berbagai masalah mental yang cukup serius.

1. Merasa tidak berharga

Tidak hanya merasa disakiti, Anda akan cenderung merasa tidak berharga. Korban perselingkuhan merasa sang pasangan selingkuh karena ia tidak bisa memenuhi keinginan pasangan. Ia akan merasa tidak mampu hingga akhirnya merasa kehilangan harga diri.

Jika ini terjadi pada Anda, hal tersebut akan menimbulkan dampak yang tidak ringan. Anda akan mulai berpikiran negatif yang sebenarnya belum tentu benar.

Anda juga akan cenderung menyalahkan diri Anda terhadap perselingkuhan yang dilakukan oleh pasangan Anda. Padahal, belum tentu semuanya adalah kesalahan Anda.

Jika dibiarkan berlarut-larut, Anda akan kehilangan rasa percaya diri Anda dan kurang bersyukur terhadap hal yang Anda miliki saat ini.

2. Depresi

Menurut sebuah penelitian yang dimuat di NCBI, pengalaman yang memalukan bisa menimbulkan depresi di kemudian hari. Meskipun tidak melakukannya, korban perselingkuhan cenderung merasa malu jika pasangannya ketahuan berselingkuh dengan orang lain.

Kesehatan mental korban perselingkuhan dapat menurun drastis hingga korban merasa depresi. Jika sudah pada kondisi tersebut, umumnya korban akan merasa sedih berlarut-larut, kehilangan nafsu makan dan mengalami gangguan tidur.

3. Gangguan kecemasan

Masalah kesehatan mental terhadap korban perselingkuhan yang juga mungkin muncul adalah gangguan kecemasan. Masalah ini biasanya muncul saat seseorang merasa di bawah tekanan atau ancaman. Setelah diselingkuhi, korban perselingkuhan cenderung trauma terhadap hal yang telah dialaminya.

Kondisi ini akan menjadi semakin parah jika perselingkuhan ini berdampak besar pada aspek kehidupan korban lainnya. Hal ini mungkin terjadi pada korban perselingkuhan yang sudah menikah dengan pasangannya.

4. Masalah makan

Perubahan selera makan juga mungkin terjadi jika Anda sedang merasa dalam kondisi stres dan tertekan. Hal ini mungkin kasusnya berbeda pada tiap orang. Pasalnya, ada orang yang cenderung lebih banyak makan saat tertekan, tapi ada juga yang justru kehilangan selera makan sama sekali saat berada di kondisi yang sama.

Salah satu dampak negatif terhadap kesehatan mental korban perselingkuhan ini dapat menimbulkan masalah kesehatan fisik sebab makan terlalu sedikit membuat tubuh kekurangan nutrisi dan kehilangan salah satu sumber energi. Sementara, makan terlalu banyak juga berdampak buruk pada kesehatan fisik, seperti sakit perut dan mual.

5. Menggunakan obat-obatan terlarang

Pada kondisi-kondisi tertentu, perselingkuhan yang dilakukan oleh pasangan bukanlah suatu hal mudah untuk diterima. Bahkan, sekalipun Anda adalah orang yang kuat dan tegar, pasti perselingkuhan ini dapat memiliki dampak tertentu pada kesehatan mental Anda.

Namun, pada beberapa orang, dampak negatif terhadap kesehatan mental korban perselingkuhan bisa menyebabkan keinginan untuk bunuh diri atau lari kenyataan karena terlalu sukar untuk dihadapi.

Umumnya, dalam kondisi seperti ini, orang tidak bisa berpikir dengan baik hingga melakukan hal-hal ekstrem yang dapat merugikan diri sendiri, seperti menggunakan obat-obatan terlarang sebagai tempat untuk ‘mengalihkan perhatian’ atau ‘melarikan diri’ dari kenyataan pahit yang ada di depan mata.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenapa Ada yang Butuh Tidur Lebih Lama Daripada Orang Lain?

Beberapa orang perlu tidur lebih lama agar tubuh bisa berfungsi normal di siang hari. Cari tahu berbagai penyebabnya karena mungkin Anda salah satunya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Pola Tidur Sehat, Tips Tidur 14 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Pura-pura Sakit? Bisa Jadi Anda Mengidap Sindrom Munchausen

Tanpa Anda sadari, sering berpura-pura sakit ternyata bisa menandakan gangguan jiwa. Cari tahu tanda-tanda dan penyebab sindrom pura-pura sakit berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Mental, Gangguan Mental Lainnya 13 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

7 Kebiasaan Buruk yang Membuat Anda Rentan Alami Gangguan Mental

Terobsesi untuk selalu update di media sosial? Hobi begadang? Hati-hati, ada banyak kebiasaan sehari-hari yang bisa mengganggu kesehatan mental Anda.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Kesehatan Mental, Gangguan Mental Lainnya 8 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Kenali Ciri Bipolar Disorder yang Sering Diabaikan atau Disalahartikan

Perhatikan jika Anda melihat kondisi gejolak emosi ekstrem. Hal tersebut bisa jadi ciri bipolar disorder. Yuk, kenali ciri-ciri khasnya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kesehatan Mental, Gangguan Mood 8 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

self esteem adalah

Pentingnya Punya Self Esteem (Harga Diri) yang Baik dan Cara Meningkatkannya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
pasangan selingkuh

3 Tips Mempertahankan Hubungan Setelah Pasangan Selingkuh

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 21 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
mental illness atau gangguan mental

Mental Illness (Gangguan Mental)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 17 Februari 2021 . Waktu baca 11 menit
digital fatigue

Digital Fatigue, Kelelahan Karena Penggunaan Media Digital

Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 16 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit