Bagaimana Cara Menghadapi Ledakan Amarah Anak yang Bikin Jengah?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 6 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Terkadang, menenangkan amarah yang muncul dari anak-anak lebih sulit. Perkembangan emosional anak yang belum stabil membuat mereka lebih sensitif pada persoalan kecil, sehingga sesuatu yang Anda anggap sepele bisa saja menjadi hal yang membuat suasana hati mereka memburuk. Lantas, bagaimana cara menghadapi anak yang mengeluarkan ledakan amarah?

Tips menghadapi ledakan amarah anak

tantrum pada anak yang berbahaya

Meski sudah melakukan berbagai pencegahan, tak ada yang bisa menjamin bahwa si kecil akan terus berada pada suasana hati yang baik. Begitu terjadi, tak sedikit orangtua yang kewalahan saat menangani ledakan amarah anak.

Sebenarnya, agar respons terhadap perilaku agresif anak dapat menjadi efektif, orangtua perlu tahu pemicu amarah anak. Bisa jadi, ledakan tersebut terjadi saat gagalnya ia mendapatkan sesuatu, saat anak merasa diabaikan, atau saat mereka merasa tak percaya diri.

Namun, kerap kali anak juga butuh waktu untuk meluapkan perasaannya sebelum Anda mencoba mengetahui alasannya. Oleh karena itu, berikut adalah langkah pertama yang bisa Anda lakukan untuk menghadapinya.

1. Tetap tenang

mengatasi anak manja menghadapi anak manja

Wajar jika Anda merasa frustrasi dan ikut kesal saat melihat perilaku anak yang mendadak jadi agresif tanpa Anda ketahui sebabnya, tapi bukan berarti Anda bisa membalas dengan memarahi si kecil. Memarahi anak malah akan membuatnya semakin di luar kendali dan memperburuk amarahnya.

Maka dari itu, hal pertama yang harus Anda lakukan sebelum mulai menghadapi amarah anak adalah mendinginkan kepala dan mengatur emosi agar tetap tenang. Dengan demikian, akan lebih mudah bagi Anda untuk memikirkan solusinya.

2. Tawarkan sesuatu untuk meredakan emosinya

Cara yang satu ini akan lebih tepat dilakukan setelah amarahnya mulai berkurang. Coba tawarkan sesuatu seperti minuman untuk anak atau camilan kesukaan yang sekiranya bisa membantu membuatnya lebih tenang.

Ingatlah bahwa Anda hanya akan melakukannya untuk meredakan emosi si kecil. Hindari memberi iming-iming menuruti semua kemauannya jika anak berhenti marah-marahnya karena bisa mendorong anak meneruskan kebiasaan tersebut.

3. Abaikan

Ada kalanya anak menunjukkan perilaku agresif untuk meminta perhatian Anda atau mendapatkan sesuatu yang ia inginkan. Jika sudah begini, mengabaikannya adalah salah satu tindakan yang tepat.

Bukan karena Anda tak peduli pada si kecil, mengabaikan amarahnya berarti Anda tidak menyetujui perilakunya. Melalui tindakan ini, secara tak langsung Anda memberi tahu anak bahwa tindakannya tak seharusnya dilakukan. Amarah juga bukan cara yang efektif untuk membuat Anda menuruti keinginannya.

4. Alihkan amarah anak pada hal lain

Terkadang perilaku agresif juga disertai dengan tindakan seperti melempar atau menendang barang yang ada di sekitarnya. Agar tak terus berlanjut, lebih baik ajak anak untuk melampiaskannya dengan kegiatan yang lebih positif seperti bermain bola.

Anda juga bisa mengajak anak melakukan aktivitas lain seperti menggambar. Dari sebuah penelitian, terapi seni terbukti menjadi cara yang efektif untuk mengurangi tingkat kemarahan anak.

Bila sudah mulai besar, ajari anak untuk menumpahkan kekesalannya lewat kata-kata. Berbicara akan membantu anak dalam mengendalikan emosi dan membuat Anda jadi lebih memahami perasaannya. Bimbing anak untuk utarakan hal-hal yang memnbuatnya marah.

5. Beri afeksi untuk anak

Semua orang pasti ingin perasaannya dihargai, begitu pun anak Anda. Bila anak telah bersedia untuk menceritakan keluh kesahnya, dengarkan baik-baik dan tawarkan bantuan atau tindakan apa yang bisa membantu membuatnya merasa lebih baik.

Ketika sudah mereda, peluklah anak dan usap lembut di punggungnya. Terkadang, mereka hanya membutuhkan kehangatan dan kasih sayang dari orang-orang di sekitarnya.

Kepribadian setiap anak berbeda dan terkadang butuh perhatian yang khusus untuk menghadapi masa di mana ledakan amarah tak tertahankan. Namun, Anda tak perlu ambil hati bila suasana hatinya tak kunjung membaik. Anak pun perlu ruang untuk meluapkan seluruh perasaannya.

Jika ledakan amarah atau sikap agresif anak sudah sering terjadi dan sulit dikendalikan, Anda bisa mengonsultasikannya pada psikolog untuk mendapatkan solusi bersama terbaik.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Cara Menghilangkan Dahak pada Anak Secara Alami

Dahak yang menumpuk di tenggorokan bisa membuat anak Anda tidak nyaman. Berikut cara alami yang dapat membantu menghilangkan dahak pada anak.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Parenting, Tips Parenting 9 September 2020 . Waktu baca 3 menit

11 Gejala Pneumonia Pada Anak yang Perlu Diwaspadai

Pneumonia pada anak diklaim sebagai penyebab kematian anak tiap 20 detik. Berikut beberapa gejala pneumonia pada anak yang sebaiknya Anda ketahui.

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Parenting, Tips Parenting 3 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Bayi Menangis Terus? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Karena belum bisa berbicara, menangis adalah satu-satunya cara bayi berkomunikasi. Apa saja penyebab bayi menangis dan bagaimana mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Yurika Elizabeth Susanti
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 3 September 2020 . Waktu baca 10 menit

Mengulik Tahapan Perkembangan Emosi Anak Usia 6-9 Tahun

Kemampuan dalam mengelola emosi perlu ditumbuhkan dalam diri anak sejak kecil. Sudah tahukah Anda tahapan perkembangan emosi anak usia 6-9 tahun?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Anak 6-9 tahun, Perkembangan Anak, Parenting 3 September 2020 . Waktu baca 9 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gangguan atau penyimpangan makan pada remaja

Penyebab Gangguan Makan pada Remaja dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 19 September 2020 . Waktu baca 10 menit
pendidikan montessori

Mengenal Metode Pendidikan Montessori: Membebaskan Anak untuk Bereksplorasi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 17 September 2020 . Waktu baca 4 menit
mengajari anak gosok gigi

6 Cara Efektif Mengajarkan Anak Gosok Gigi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 16 September 2020 . Waktu baca 5 menit
bakat anak

Tips Mencari Tahu dan Mengembangkan Bakat Anak

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 10 September 2020 . Waktu baca 4 menit