7 Tips Mengajarkan Anak Agar Rajin Merapikan Mainan Sendiri

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 6 April 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Tentu menyenangkan rasanya, melihat anak asyik bermain dengan mainannya. Masalah baru muncul ketika si kecil sudah selesai bermain, tapi tidak mau merapikan mainannya. Untungnya, ada beberapa tips yang dapat Anda lakukan untuk mengajarkan anak merapikan mainan secara mandiri.

Merapikan mainan adalah salah satu kebiasaan yang perlu ditanamkan pada buah hati sejak usia prasekolah. Selain mengajarkan tanggung jawab, kegiatan ini juga berguna untuk mendukung perkembangan anak dan melatihnya untuk menyelesaikan masalah.

Lalu, apa saja tips yang perlu dilakukan para ibu dan ayah?

Cara jitu mengajarkan anak merapikan mainan

Mengajari anak untuk beres-beres tidaklah mudah. Maka dari itu, Anda perlu membuat si kecil paham pentingnya membereskan mainan dan menjadikan kegiatan ini terasa menyenangkan. Dengan cara ini, anak lambat laun akan melakukan tanggung jawabnya secara mandiri.

Sebagai langkah awal, berikut sejumlah tips yang dapat Anda lakukan:

1. Menanamkan pentingnya merapikan mainan

Anak-anak pada dasarnya tidak suka beres-beres. Jika anak tidak mengerti pentingnya merapikan mainan, ia tidak akan termotivasi untuk melakukannya.

Jadi, sebelum Anda mengajarkan anak merapikan mainan, coba tanamkan dahulu pentingnya kegiatan ini.

Sebagai contoh, katakan pada anak bahwa orang lain bisa terpeleset jika mainannya dibiarkan berantakan. Atau, katakan bahwa mainan yang tidak dirapikan bisa hilang dan tidak asyik dimainkan lagi.

Carilah alasan yang paling berkaitan dengan anak Anda.

2. Merapikan mainan pada sore hari

Anak-anak, terutama yang masih balita, akan cepat merasa bosan bila harus merapikan mainannya setiap kali selesai bermain.

Oleh sebab itu, cobalah mengajak anak Anda membereskan mainannya pada sore hari ketika ia betul-betul tidak ingin bermain lagi.

Jadikan ini sebagai rutinitas harian sehingga anak Anda terbiasa merapikan mainannya. Kebiasaan yang dilakukan sejak kecil akan membekas seiring waktu.

Saat anak sudah cukup besar, ia pun akan mempunyai kesadaran untuk merapikan mainan sendiri.

3. Menjadi orangtua yang fleksibel

Jika anak membuat sesuatu yang rumit dan belum selesai hingga waktu beres-beres, katakan padanya untuk menyelesaikannya besok.

Sebisa mungkin, jangan biarkan anak mengatur waktu main sendiri, tapi tetap hargai keinginannya untuk menyimpan mainan yang belum selesai tersebut.

Sediakan tempat untuk menyimpan mainan yang akan diselesaikan besok, lalu ajaklah anak merapikan mainan bersama. Langkah ini akan mengajarkan anak tanggung jawab tanpa membatasi kreativitasnya yang sedang berkembang.

aktivitas anak

4. Menjadikan beres-beres mainan terasa menyenangkan

Ada banyak hal yang dapat membuat kegiatan beres-beres terasa menyenangkan. Jika si kecil menyukai musik dan bernyanyi, coba ajak ia merapikan mainan sambil menyetel lagu-lagu kesukaannya. Atau lebih baik lagi, buatlah lagu beres-beres ala Anda berdua.

Selain itu, Anda juga bisa membuat kegiatan ini menjadi sebuah permainan. Atur alarm ponsel Anda selama 15 menit, lalu ajak ia untuk adu cepat merapikan mainan hingga alarm berbunyi. Anak tentu akan membereskan mainannya dengan penuh semangat.

5. Merapikan mainan satu per satu

Seperti dilansir dari laman Growing Health Minds, anak-anak lebih mudah teralihkan perhatiannya bila harus mengerjakan tugas yang besar.

Jadi, Anda perlu menguraikan pekerjaan besar anak menjadi tugas yang lebih kecil, contohnya dengan merapikan mainan satu demi satu. Sebagai awalan, berikan tugas yang mudah dahulu, misalnya menaruh balok ke dalam kotak.

Sementara itu, Anda dapat merapikan kepingan puzzle atau mainan lain yang lebih rumit. Anda bisa menyesuaikan tugas anak sesuai perkembangan usianya.

6. Menyediakan tempat penyimpanan untuk setiap mainan

Saat merapikan mainan bersama anak, pastikan ada tempat penyimpanan untuk setiap mainan yang ia miliki. Pasalnya, si kecil justru akan kebingungan bila tidak ada tempat yang memadai sehingga mainannya hanya tersimpan di sudut kamar.

Sediakan tempat penyimpanan yang bervariasi seperti keranjang, rak pendek, atau kotak mainan.

Kotak mainan terkadang bisa berbahaya, jadi pilihlah kotak tanpa sudut yang tajam. Pastikan kotak berukuran lebih kecil dari tubuh anak sehingga anak tidak masuk ke dalamnya.

7. Memuji anak atas hasil kerjanya

Setelah anak merapikan mainannya, jangan lupa memberi pujian atas hasil kerjanya. Katakan pada si kecil bahwa kamarnya tampak rapi dan bagus. Ini akan membuatnya merasa senang dan menjadi motivasi untuk membersihkan mainannya lagi.

Ingin menghargai hasil kerja anak Anda dengan lebih kreatif? Cobalah membuat jadwal beres-beres mainan pada selembar karton, lalu tempelkan stiker begitu si kecil selesai merapikan mainannya. Ajaklah ia menempelkan stiker bersama untuk membuatnya lebih bersemangat lagi.

Merapikan mainan mungkin tugas yang sederhana, tapi orangtua perlu sedikit trik untuk mengajarkannya kepada anak.

Melatih kebiasaan baik ini memang tidak mudah, tetapi bila orangtua rutin dan sabar, si kecil lambat laun akan memahami tanggung jawabnya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Trik yang Harus Dilakukan Saat Si Kecil Enggan Mendengarkan Orangtua

Ortu mana yang tidak jengkel saat anak enggan mematuhi perintah. Sebelum tarik urat, yuk cari tahu cara mengatasi anak yang tidak mau mendengarkan orangtua.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Parenting, Tips Parenting 30 Juli 2019 . Waktu baca 5 menit

5 Cara Mengajari Anak untuk Berterima Kasih Kepada Orang Lain

Ucapan terima kasih adalah cara untuk menghargai orang lain, dan si kecil perlu memahaminya sejak dini. Berikut 5 cara mengajari anak untuk berterima kasih.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Parenting, Tips Parenting 8 April 2019 . Waktu baca 4 menit

6 Cara Mengajarkan Kerendahan Hati Pada Anak

Penting bagi setiap orangtua menanamkan kerendahan hati pada anak. Namun, tidak mudah mengajarkan kerendahan hati pada anak.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Parenting, Tips Parenting 29 November 2018 . Waktu baca 3 menit

4 Tips Cerdas Mendidik Anak Supaya Mandiri dan Berani Sejak Kecil

Si kecil selalu malu ketika diajak berkenalan dengan orang lain atau maunya selalu ditemani Anda ketika harus melakukan sesuatu yang baru?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Parenting, Tips Parenting 28 November 2018 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

agar anak mau mendengarkan orang tua

Bukan Dimarahi, Ini 5 Cara Agar Anak Mau Mendengarkan Orangtua

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 30 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit
anak menjaga kebersihan lingkungan

4 Cara Mengajarkan Anak Menjaga Kebersihan Lingkungan

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 11 April 2020 . Waktu baca 4 menit
anak mandiri

Tips Mengajarkan Anak agar Bisa Memakai Baju Sendiri

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 27 Februari 2020 . Waktu baca 5 menit
mengajarkan anak sopan santun

5 Tips Mengajarkan Sopan Santun di Tempat Umum Kepada Anak

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 9 Oktober 2019 . Waktu baca 4 menit