7 Tips Mengajarkan Anak Agar Rajin Merapikan Mainan Sendiri

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 06/04/2020
Bagikan sekarang

Tentu menyenangkan rasanya, melihat anak asyik bermain dengan mainannya. Masalah baru muncul ketika si kecil sudah selesai bermain, tapi tidak mau merapikan mainannya. Untungnya, ada beberapa tips yang dapat Anda lakukan untuk mengajarkan anak merapikan mainan secara mandiri.

Merapikan mainan adalah salah satu kebiasaan yang perlu ditanamkan pada buah hati sejak usia prasekolah. Selain mengajarkan tanggung jawab, kegiatan ini juga berguna untuk mendukung perkembangan anak dan melatihnya untuk menyelesaikan masalah.

Lalu, apa saja tips yang perlu dilakukan para ibu dan ayah?

Cara jitu mengajarkan anak merapikan mainan

Mengajari anak untuk beres-beres tidaklah mudah. Maka dari itu, Anda perlu membuat si kecil paham pentingnya membereskan mainan dan menjadikan kegiatan ini terasa menyenangkan. Dengan cara ini, anak lambat laun akan melakukan tanggung jawabnya secara mandiri.

Sebagai langkah awal, berikut sejumlah tips yang dapat Anda lakukan:

1. Menanamkan pentingnya merapikan mainan

Anak-anak pada dasarnya tidak suka beres-beres. Jika anak tidak mengerti pentingnya merapikan mainan, ia tidak akan termotivasi untuk melakukannya.

Jadi, sebelum Anda mengajarkan anak merapikan mainan, coba tanamkan dahulu pentingnya kegiatan ini.

Sebagai contoh, katakan pada anak bahwa orang lain bisa terpeleset jika mainannya dibiarkan berantakan. Atau, katakan bahwa mainan yang tidak dirapikan bisa hilang dan tidak asyik dimainkan lagi.

Carilah alasan yang paling berkaitan dengan anak Anda.

2. Merapikan mainan pada sore hari

Anak-anak, terutama yang masih balita, akan cepat merasa bosan bila harus merapikan mainannya setiap kali selesai bermain.

Oleh sebab itu, cobalah mengajak anak Anda membereskan mainannya pada sore hari ketika ia betul-betul tidak ingin bermain lagi.

Jadikan ini sebagai rutinitas harian sehingga anak Anda terbiasa merapikan mainannya. Kebiasaan yang dilakukan sejak kecil akan membekas seiring waktu.

Saat anak sudah cukup besar, ia pun akan mempunyai kesadaran untuk merapikan mainan sendiri.

3. Menjadi orangtua yang fleksibel

Jika anak membuat sesuatu yang rumit dan belum selesai hingga waktu beres-beres, katakan padanya untuk menyelesaikannya besok.

Sebisa mungkin, jangan biarkan anak mengatur waktu main sendiri, tapi tetap hargai keinginannya untuk menyimpan mainan yang belum selesai tersebut.

Sediakan tempat untuk menyimpan mainan yang akan diselesaikan besok, lalu ajaklah anak merapikan mainan bersama. Langkah ini akan mengajarkan anak tanggung jawab tanpa membatasi kreativitasnya yang sedang berkembang.

aktivitas anak

4. Menjadikan beres-beres mainan terasa menyenangkan

Ada banyak hal yang dapat membuat kegiatan beres-beres terasa menyenangkan. Jika si kecil menyukai musik dan bernyanyi, coba ajak ia merapikan mainan sambil menyetel lagu-lagu kesukaannya. Atau lebih baik lagi, buatlah lagu beres-beres ala Anda berdua.

Selain itu, Anda juga bisa membuat kegiatan ini menjadi sebuah permainan. Atur alarm ponsel Anda selama 15 menit, lalu ajak ia untuk adu cepat merapikan mainan hingga alarm berbunyi. Anak tentu akan membereskan mainannya dengan penuh semangat.

5. Merapikan mainan satu per satu

Seperti dilansir dari laman Growing Health Minds, anak-anak lebih mudah teralihkan perhatiannya bila harus mengerjakan tugas yang besar.

Jadi, Anda perlu menguraikan pekerjaan besar anak menjadi tugas yang lebih kecil, contohnya dengan merapikan mainan satu demi satu. Sebagai awalan, berikan tugas yang mudah dahulu, misalnya menaruh balok ke dalam kotak.

Sementara itu, Anda dapat merapikan kepingan puzzle atau mainan lain yang lebih rumit. Anda bisa menyesuaikan tugas anak sesuai perkembangan usianya.

6. Menyediakan tempat penyimpanan untuk setiap mainan

Saat merapikan mainan bersama anak, pastikan ada tempat penyimpanan untuk setiap mainan yang ia miliki. Pasalnya, si kecil justru akan kebingungan bila tidak ada tempat yang memadai sehingga mainannya hanya tersimpan di sudut kamar.

Sediakan tempat penyimpanan yang bervariasi seperti keranjang, rak pendek, atau kotak mainan.

Kotak mainan terkadang bisa berbahaya, jadi pilihlah kotak tanpa sudut yang tajam. Pastikan kotak berukuran lebih kecil dari tubuh anak sehingga anak tidak masuk ke dalamnya.

7. Memuji anak atas hasil kerjanya

Setelah anak merapikan mainannya, jangan lupa memberi pujian atas hasil kerjanya. Katakan pada si kecil bahwa kamarnya tampak rapi dan bagus. Ini akan membuatnya merasa senang dan menjadi motivasi untuk membersihkan mainannya lagi.

Ingin menghargai hasil kerja anak Anda dengan lebih kreatif? Cobalah membuat jadwal beres-beres mainan pada selembar karton, lalu tempelkan stiker begitu si kecil selesai merapikan mainannya. Ajaklah ia menempelkan stiker bersama untuk membuatnya lebih bersemangat lagi.

Merapikan mainan mungkin tugas yang sederhana, tapi orangtua perlu sedikit trik untuk mengajarkannya kepada anak.

Melatih kebiasaan baik ini memang tidak mudah, tetapi bila orangtua rutin dan sabar, si kecil lambat laun akan memahami tanggung jawabnya.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tips Mengajarkan Anak agar Bisa Memakai Baju Sendiri

Mengajarkan anak memakai baju sendiri memang susah-susah gampang. Kuncinya adalah tetap sabar dan ikuti tips berikut ini!

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Winona Katyusha
Parenting, Tips Parenting Februari 27, 2020

Kesalahan Umum yang Dilakukan Ortu Saat Mengajari Anak Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut

Mengajari anak menyikat gigi tidak boleh setengah-setengah. Jika anak terbiasa dengan cara-cara ini, giginya akan lebih sering bermasalah saat besar nanti!

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Risky Candra Swari
Parenting, Tips Parenting Oktober 28, 2019

5 Tips Mengajarkan Sopan Santun di Tempat Umum Kepada Anak

Mengajarkan sopan santun di tempat umum merupakan salah satu unsur penting dalam mendukung perkembangan emosional anak. Lantas, bagaimana caranya?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Diah Ayu
Parenting, Tips Parenting Oktober 9, 2019

4 Ide Kegiatan Bersama Si Superhero Kecil untuk Belajar Rasa Hormat

Kegiatan yang dilakukan bersama dengan anak ternyata membantu mereka menanamkan rasa hormat. Apa saja ya? Ketahui jawabannya di sini.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Nabila Azmi
Parenting, Tips Parenting Agustus 12, 2019

Direkomendasikan untuk Anda

anak menjaga kebersihan lingkungan

4 Cara Mengajarkan Anak Menjaga Kebersihan Lingkungan

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh Ihda Fadila
Tanggal tayang April 11, 2020
mengajarkan anak bahasa asing

Ini 5 Manfaat Mengajarkan Anak Bahasa Asing

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh Maria Amanda
Tanggal tayang April 7, 2020
mengajarkan anak untuk minta maaf

Tips Mengajarkan Anak Agar Mau Minta Maaf Saat Melakukan Kesalahan

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh Roby Rizki
Tanggal tayang Maret 30, 2020
mengajarkan anak tentang uang

Kapan Sebaiknya Orang Tua Mulai Memberikan Uang Saku?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh Roby Rizki
Tanggal tayang Maret 24, 2020