Tips Memilih Box Bayi yang Aman dan Nyaman untuk Si Kecil

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 30/10/2018 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Box bayi menjadi salah satu perlengkapan bayi yang wajib ada, terutama setelah si kecil lahir. Sampai usia sebulan, bayi juga lebih banyak tidur, kira-kira 20 jam sehari. Selain itu, box bayi bisa digunakan hingga anak berusia 3 tahun. Maka itu, memilih box bayi yang nyaman dan aman menjadi sangat penting untuk para orangtua. Bagaimana cara memilih box bayi yang paling baik?

Bagaimana memilih cara box bayi yang aman?

Tempat tidur atau box untuk bayi ini merupakan ruang milik bayi Anda, yang nantinya akan mereka jelajahi sendiri saat Anda tidak mengawasinya. Berhubung Anda tidak bisa terus-menerus mengawasi bayi Anda, box untuk bayi ini haruslah aman, nyaman, dan berfungsi baik ketika digunakan. Sebelum membelinya, sebaiknya pertimbangkan beberapa hal berikut ini terlebih dahulu.

1. Beli yang mahal belum tentu bagus dan aman

Membeli tempat tidur bayi tidak perlu yang mahal, karena mahal tidak menjamin kenyamanan dan keselamatan bayi. Pilihlah box bayi yang sederhana. Hindari membeli box yang antik dan terbuat dari kayu, sebab kayu biasanya memiliki tekstur yang kasar dan bisa mengeluarkan getah sewaktu-waktu. Sebisa mungkin juga hindari menggunakan box untuk bayi yang pagarnya mudah dibuka, tutup, atau diturunkan.

2. Pilih desain yang pas dengan perkembangan bayi

Setelah memilih model yang diinginkan, tahap selanjutnya adalah memilih yang ukurannya tidak terlalu luas tapi juga tidak terlalu sempit. Jika memilih yang terlalu kecil, dikhawatirkan bayi Anda tidak dapat bergerak bebas di dalamnya. American Academy of Pediatrics menyarankan tinggi ideal untuk pagar box bayi sebatas 50-60 cm.

Pastikan juga pagar box bayi tidak terlalu renggang jaraknya. Pagar tempat tidur bayi yang terlalu renggang dapat menyebabkan anggota badan, terutama kepala bayi, masuk di antaranya dan terjebak.

3. Pilih kasur bayi yang tepat

Saat membeli box untuk bayi pastinya Anda juga membeli satu paket dengan kasur atau matras. Ada baiknya untuk memilih kasur yang tidak terlalu empuk. Mengapa? Kasur yang terlalu empuk dapat membuat bayi masuk tenggelam. Hal inilah yang kadang menyebabkan risiko SIDS (sudden infanth death syndrome).

Bayi yang posisi tidurnya tidak benar atau nyaman cenderung memiliki kesulitan untuk bernapas. Saat bayi dalam posisi telungkup, pergerakan udara di mulut menjadi terganggu karena adanya penyempitan jalan napas. Hal ini menyebabkan bayi menghirup karbondioksida yang baru saja ia embuskan, sehingga kadar oksigen dalam tubuh bayi menjadi kurang. Hal itulah yang menyebabkan bayi bisa meninggal.

4. Periksa box bayi secara menyeluruh

Periksa badan box lainnya. Cermati, apa ada cat yang terkelupas, apa ada sekrup yang longgar atau hilang, dan pastikan bahwa box bayi yang Anda pilih aman untuk si kecil. Jangan lupa, kasur bayi harus pas dengan ukuran box. Bila kasur yang Anda beli berukuran lebih besar daripada box-nya sehingga menekuk pinggiran kasur, hal itu dapat membahayakan. Bayi Anda bisa saja bermain dan menggeser posisi kasur.

5. Bila ingin menggunakan box bekas, periksa ulang keamanannya

Terkadang, orangtua akan mewariskan box turun-temurun, dimulai dari anak pertama hingga anak terakhir. Namun sayang, hal ini sebetulnya menyimpan sisi bahaya jika tidak cermat. Jika ingin menggunakan box, Anda wajib memeriksa ulang seluruh engsel box, ketahanan pagar, kepadatan kasur dan bentuk kasurnya, serta beberapa hal lainnya.

Usia anak Anda pertama dan terakhir Anda mungkin memiliki perbedaan yang cukup jauh. Itu sebabnya memeriksa keamanan box tentu menjadi penting mengingat box yang Anda gunakan juga sudah memiliki usia. Anda mungkin bisa menghubungi toko atau produsen penyedia box untuk memeriksa standar keamanan box yang terbaru.

Memangnya, apa bahaya yang bisa terjadi akibat pakai box bayi?

tanda bayi dehidrasi

Menurut CDC atau Center for Disease Control and Prevention, pada tahun 2015 terdapat 3.700 bayi meninggal dunia di Amerika Serikat akibat SIDS atau sindrom kematian bayi mendadak. Masih menurut kumpulan kasus CDC, terdapat beberapa beberapa bahaya lain yang disebabkan oleh box bayi, yaitu:

  • Sekitar 15 persen bayi cedera karena jatuh dan terbentur pagar box bayi.
  • Sekitar 6 persen bayi cedera karena terjepit pagar box.
  • Beberapa bayi mengalami memar dan tergores di dalam box mereka.
  • Sekitar 1 persen bayi  meninggal karena terjepit di dalam box.

Perhatikan beberapa hal ini sebelum menggunakan box bayi!

  1. Baiknya letakkan bayi dalam posisi berbaring telentang saat tidur.  Jangan sekali-sekali meletakkan bayi untuk tidur tengkurap di tempat tidur sekalipun anak sudah bisa membalik badannya sendiri.
  2. Gunakanlah kasur yang padat, datar, gunakan seprai. Ini berguna untuk mencegah bayi tersedak saat tidur karena tenggelam di dalam kasurnya dan menghindari risiko kematian bayi mendadak.
  3. Letakkan box bayi dekat dengan Anda, jangan beda kamar atau ruangan. Usahakan box berada di samping ranjang Anda. Ini bisa dilakukan setidaknya sampai bayi berusia 1 tahun.
  4. Jangan isi box untuk bayi dengan selimut, mainan, bantalan, atau boneka. Bayi berusia 1 tahun bisa menggunakan bantalan ini untuk memanjat keluar box dan bayi berisiko terjatuh.
  5. Jangan tutup kepala bayi dengan topi tidur. Ini bisa membuat bayi kepanasan dan tidak nyaman karena berkeringat.
  6. Taruh box untuk bayi jauh dari jendela. Sinar matahari dan angin yang mungkin langsung menerpa bayi dapat membuatnya merasa tidak nyaman. Jangan lupa juga untuk menjauhkan box bayi dari gorden atau tirai yang menjulang tinggi. Bayi bisa terlilit atau tertimpa penahan gorden jika ia menariknya.
  7. Begitu anak Anda tingginya sekitar 1 meter, ada baiknya ia mulai tidur di tempat tidur biasa. Jika takut anak Anda jatuh, sediakan kasur yang ditaruh di lantai dan temani agar anak merasa nyaman terbiasa.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Cara Mudah Mengatasi Ruam Susu Pada Bayi ASI Eksklusif

Para ibu mungkin sudah tidak asing lagi dengan kemunculan ruam susu atau ruam di pipi bayi. Namun, apakah ruam susu itu dan bagaimana cara mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 25/06/2020 . Waktu baca 4 menit

Ilmuwan Jepang Ungkap Cara Sempurna Memeluk Bayi

Baru-baru ini ilmuwan jepang menemukan rahasia cara sempurna memeiuk bayi. Bagaimana caranya agar bayi nyaman dan tenang?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Parenting, Tips Parenting 25/06/2020 . Waktu baca 4 menit

Apa Akibat Anak Sering Dibentak? Orangtua Perlu Tahu Ini

Membentak anak dapat memberikan dampak yang buruk. Apa akibat dari anak terlalu sering dibentak dan apa yang harus dilakukan orangtua?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Parenting, Tips Parenting 22/06/2020 . Waktu baca 8 menit

Begini Alasan Adanya Mata Plus pada Anak

Mata plus sering dikenal sebagai penyakit orang tua. Padahal banyak juga kasus mata plus pada anak. Baca terus dan pelajari berbagai penyebab dan gejalanya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Mata, Hidup Sehat 20/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mengatasi anak step kejang demam saat anak kejang

Apa yang Harus Diakukan Jika Anak Step (Kejang Demam)

Ditulis oleh: dr. Angga Maulana
Dipublikasikan tanggal: 21/07/2020 . Waktu baca 5 menit
Konten Bersponsor
penyebab stunting

Benarkah Cacingan Bisa Menyebabkan Stunting pada Anak?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 5 menit

Ini Akibatnya Jika Bayi Memakai Popok Terlalu Lama

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 5 menit
mengatasi ruam popok bayi

Si Kecil Mengalami Ruam? Berikut 8 Cara Mengobatinya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 7 menit