Ingin Keluarga Senantiasa Harmonis? Jajal 8 Tips untuk Memaksimalkan Waktu Bersama Keluarga

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 13/02/2019 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Setiap keluarga biasanya memiliki prioritas masing-masing yang membedakannya dalam mengatur pekerjaan rumah, pekerjaan kantor, hingga mengurus buah hati. Sayangnya, tidak semua orangtua bisa adil dalam membagi porsi waktu antara pekerjaan dan anak-anaknya. Bagaimana, ya, caranya agar waktu bersama keluarga tetap maksimal tanpa harus menelantarkan pekerjaan?

Agar waktu bersama keluarga lebih optimal, sebaiknya…

Baik ayah maupun ibu punya peran yang sama untuk mendidik, merawat, dan menjaga putra dan putrinya. Bukan hanya mendukung secara finansial saja, para orangtua juga dituntut untuk selalu mencurahkan perhatian dan kasih sayang untuk buah hatinya.

Namun sayang, tidak sedikit salah satu atau kedua orangtua terlalu sibuk bekerja sehingga cenderung menomorduakan quality time bersama keluarga. Nah, jangan biarkan hal ini membuat hubungan Anda dengan anak-anak menjadi renggang.

Jika rasanya sulit untuk menemukan waktu yang tepat bersama keluarga, coba lakukan beberapa tips sederhana berikut ini:

1. Buat daftar kegiatan harian

menulis tangan vs mengetik

Mulailah dengan membuat beberapa kategori dalam daftar kegiatan yang harus dilakukan di rumah. Misalnya pekerjaan yang wajib Anda lakukan sendiri, pekerjaan yang tidak wajib sehingga bisa ditunda untuk dikerjakan nanti, serta pekerjaan yang bisa digantikan oleh orang lain selain Anda.

Entah itu anggota keluarga lainnya seperti suami, hingga asistem rumah tangga. Dengan begitu, pikiran Anda bisa jauh lebih fokus dan tidak terbagi-bagi, yang malah akan mengacaukan pekerjaan dan waktu luang dengan keluarga.

2. Hindari terlalu memforsir diri

cara membersihkan rumah

Melakukan semuanya seorang diri memang baik, tapi tidak ada salahnya meminta bantuan orang lain demi memudahkan tugas harian Anda. Terlebih karena melakukan semua aktivitas sendirian malah bisa membuat hasilnya kurang maksimal.

Maka itu, sebenarnya sah-sah saja untuk merekrut seorang asisten rumah tangga guna membantu mempersiapkan kebutuhan rumah. Mulai dari mencuci baju kotor, menyetrika baju, membersihkan rumah, memasak, dan lain sebagainya. Pilihan ini biasanya diambil jika Anda seorang ibu yang merangkap sebagai pekerja kantoran.

Atau pilihan lainnya jika Anda sebagai ibu rumah tangga seutuhnya, Anda bisa merekrut asisten rumah tangga hanya untuk membantu mencuci dan menyetrika pakaian. Sementara kegiatan rumah lainnya, sampai urusan mengasuh anak dan suami tetap ada dalam kendali Anda.

Lain lagi halnya bila Anda merasa mampu untuk menjadi ibu rumah tangga sekaligus merawat anak dan suami. Sesekali, tidak ada salahnya untuk memudahkan pekerjaan Anda dengan membaginya sebagian dengan suami.

Setidaknya, cara yang satu ini akan memberikan waktu luang bagi Anda untuk tetap bisa berkumpul bersama anak, suami, istri, dan anggota keluarga lainnya.

3. Ajak anak untuk ikut melakukan pekerjaan rumah tangga

bekal makan siang sehat untuk anak

Terlepas dari apapun posisi Anda, sebagai ayah atau ibu, sesekali coba libatkan anak untuk ikut membantu pekerjaan rumah. Usahakan jangan yang terlalu berat, tapi mulai dari pekerjaan ringan yang mudah dilakukan anak seusianya.

Ambil contoh, bagi si kecil yang masih duduk di bangku sekolah dasar, Anda bisa meminta tolong untuk selalu merapikan mainan dan buku pelajaran setelah digunakan. Ajak juga anak untuk selalu menjaga kerapihan serta kebersihan kamar tidurnya.

Sementara bila anak sudah berusia 13 tahun ke atas, Anda mulai bisa mengajaknya untuk memasak bersama, menyiapkan peralatan makan, mencuci kendaraan, dan lain sebagainya.

Selain dapat mendidik anak agar tidak lebih bertanggung jawab, melibatkan anak dalam setiap pekerjaan rumah juga bisa memupuk kedekatan yang lebih erat dengan orangtuanya.

5. Selesaikan pekerjaan kantor sebelum sampai rumah

motivasi belajar anak

Jangan biarkan waktu berkumpul bersama keluarga tersita hanya karena masih ada pekerjaan kantor yang belum selesai. Sebisa mungkin, usahakan untuk mengatur waktu kerja di kantor agar lebih produktif sehingga Anda bisa pulang ke rumah tanpa membawa beban.

Akan tetapi, jika mau tidak mau harus diselesaikan di rumah, usahakan tetap meluangkan waktu untuk sekadar makan malam bersama, menemani si kecil belajar atau mengerjakan tugasnya, mengantarnya tidur, serta mengantarnya ke sekolah.

Dengan begitu, anak akan lebih merasa perhatian Anda tetap tercurah padanya meski sering disibukkan dengan pekerjaan kantor.

6. Jadwalkan waktu bersama keluarga di akhir pekan

kemampuan motorik kasar anak

Setelah menyibukkan diri dengan padatnya pekerjaan kantor dan pekerjaan rumah, akhir pekan merupakan saat yang tepat untuk meluangkan lebih banyak waktu bersama anggota keluarga. Rancang acara jalan-jalan di berbagai tempat rekreasi, menonton film di bioskop, atau quality time bersama dengan membuat acara memasak dan makan bersama di rumah.

Apa pun kegiatan yang Anda dan keluarga pilih, pastikan bisa semakin mendekatkan hubungan antar anggota keluarga dan membuat mereka lebih menghargai waktu bersama. Misalnya dengan tidak menggunakan HP selama quality time berlangsung, kecuali untuk berfoto bersama. Intinya, bersenang-senanglah dan nikmati waktu bersama seluruh anggota keluarga.

7. Buat kegiatan rutin bersama keluarga

anak menonton film berdasarkan umur

Sebenarnya tidak harus selalu menunggu waktu libur untuk bisa membangun keintiman bersama keluarga. Membiasakan sarapan, makan malam bersama, belanja bulanan, hingga berkebun setiap minggunya bisa menjadi cara efektif untuk mempererat hubungan antara orangtua dan anak-anaknya.

Di sisi lain, kegiatan rutin yang dilakukan bersama anggota keluarga ini akan membangun “kebiasaan baru” yang akan terus dilakukan sesuai dengan jadwalnya.

8. Kenali diri dan prioritas Anda

Anak pindah sekolah baru

Terlepas dari apa pun posisi Anda saat ini, mungkin sebagai ibu rumah tangga, ibu sekaligus pekerja kantoran, ayah yang mencari nafkah, hingga ayah rumah tangga, usahakan untuk berhenti membandingkan diri Anda dengan orang lain di luar sana.

Semua orangtua memiliki tugas dan posisi yang berbeda-beda, tapi dengan tanggung jawab yang tetap sama. Jadi, jalani tugas Anda sebaik mungkin dengan tetap menomorsatukan hubungan baik bersama keluarga. Sebaliknya, buang jauh-jauh perasaan yang malah bisa membuat Anda stres dan tidak bahagia.

Bahkan, tidak masalah untuk membagikan keluh kesah yang Anda alami dengan anggota keluarga lainnya. Supaya hubungan keluarga lebih hangat, ajak juga anak untuk terbiasa menceritakan kegiatannya sehari penuh dengan Anda sesampainya di rumah.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

Munculnya kista saat hamil adalah hal yang umum terjadi. Walau biasanya tidak berbahaya, ibu hamil perlu memahami apa saja pengaruhnya terhadap kandungan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 19/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

Postpartum depression tak cuma menyerang wanita yang baru melahirkan. Depresi pasca melahirkan juga bisa dialami para ayah. Inilah tanda-tandanya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Parenting, Tips Parenting 14/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Hai Para Suami, Ini 15 Tanda Istri Anda Sedang Hamil

Tak hanya wanita yang harus memerhatikan perubahan pada dirinya. Sebagai suami Anda juga harus peka melihat tanda istri hamil dan segera mempersiapkan diri.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesuburan, Kehamilan, Hidup Sehat 13/06/2020 . Waktu baca 6 menit

Hal yang Harus Diketahui Jika Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran

Bukanlah hal yang mustahil jika Anda ingin segera kembali hamil setelah mengalami keguguran, tapi ketahui dulu beberapa hal berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Kesuburan, Kehamilan 18/05/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara memandikan bayi yang baru lahir

Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 9 menit

Ini Akibatnya Jika Bayi Memakai Popok Terlalu Lama

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 5 menit
pelukan bayi perkembangan bayi 14 minggu perkembangan bayi 3 bulan 2 minggu

Ilmuwan Jepang Ungkap Cara Sempurna Memeluk Bayi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 4 menit
akibat anak terlalu sering dibentak

Apa Akibat Anak Sering Dibentak? Orangtua Perlu Tahu Ini

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . Waktu baca 8 menit