Ingin Keluarga Senantiasa Harmonis? Jajal 8 Tips untuk Memaksimalkan Waktu Bersama Keluarga

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10 Agustus 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Setiap keluarga biasanya memiliki prioritas masing-masing yang membedakannya dalam mengatur pekerjaan rumah, pekerjaan kantor, hingga mengurus buah hati. Sayangnya, tidak semua orangtua bisa adil dalam membagi porsi waktu antara pekerjaan dan anak-anaknya. Bagaimana, ya, caranya agar waktu bersama keluarga tetap maksimal tanpa harus menelantarkan pekerjaan?

Agar waktu bersama keluarga lebih optimal, sebaiknya…

Baik ayah maupun ibu punya peran yang sama untuk mendidik, merawat, dan menjaga putra dan putrinya. Bukan hanya mendukung secara finansial saja, para orangtua juga dituntut untuk selalu mencurahkan perhatian dan kasih sayang untuk buah hatinya.

Namun sayang, tidak sedikit salah satu atau kedua orangtua terlalu sibuk bekerja sehingga cenderung menomorduakan quality time bersama keluarga. Nah, jangan biarkan hal ini membuat hubungan Anda dengan anak-anak menjadi renggang.

Jika rasanya sulit untuk menemukan waktu yang tepat bersama keluarga, coba lakukan beberapa tips sederhana berikut ini:

1. Buat daftar kegiatan harian

menulis tangan vs mengetik

Mulailah dengan membuat beberapa kategori dalam daftar kegiatan yang harus dilakukan di rumah. Misalnya pekerjaan yang wajib Anda lakukan sendiri, pekerjaan yang tidak wajib sehingga bisa ditunda untuk dikerjakan nanti, serta pekerjaan yang bisa digantikan oleh orang lain selain Anda.

Entah itu anggota keluarga lainnya seperti suami, hingga asistem rumah tangga. Dengan begitu, pikiran Anda bisa jauh lebih fokus dan tidak terbagi-bagi, yang malah akan mengacaukan pekerjaan dan waktu luang dengan keluarga.

2. Hindari terlalu memforsir diri

cara membersihkan rumah

Melakukan semuanya seorang diri memang baik, tapi tidak ada salahnya meminta bantuan orang lain demi memudahkan tugas harian Anda. Terlebih karena melakukan semua aktivitas sendirian malah bisa membuat hasilnya kurang maksimal.

Maka itu, sebenarnya sah-sah saja untuk merekrut seorang asisten rumah tangga guna membantu mempersiapkan kebutuhan rumah. Mulai dari mencuci baju kotor, menyetrika baju, membersihkan rumah, memasak, dan lain sebagainya. Pilihan ini biasanya diambil jika Anda seorang ibu yang merangkap sebagai pekerja kantoran.

Atau pilihan lainnya jika Anda sebagai ibu rumah tangga seutuhnya, Anda bisa merekrut asisten rumah tangga hanya untuk membantu mencuci dan menyetrika pakaian. Sementara kegiatan rumah lainnya, sampai urusan mengasuh anak dan suami tetap ada dalam kendali Anda.

Lain lagi halnya bila Anda merasa mampu untuk menjadi ibu rumah tangga sekaligus merawat anak dan suami. Sesekali, tidak ada salahnya untuk memudahkan pekerjaan Anda dengan membaginya sebagian dengan suami.

Setidaknya, cara yang satu ini akan memberikan waktu luang bagi Anda untuk tetap bisa berkumpul bersama anak, suami, istri, dan anggota keluarga lainnya.

3. Ajak anak untuk ikut melakukan pekerjaan rumah tangga

bekal makan siang sehat untuk anak

Terlepas dari apapun posisi Anda, sebagai ayah atau ibu, sesekali coba libatkan anak untuk ikut membantu pekerjaan rumah. Usahakan jangan yang terlalu berat, tapi mulai dari pekerjaan ringan yang mudah dilakukan anak seusianya.

Ambil contoh, bagi si kecil yang masih duduk di bangku sekolah dasar, Anda bisa meminta tolong untuk selalu merapikan mainan dan buku pelajaran setelah digunakan. Ajak juga anak untuk selalu menjaga kerapihan serta kebersihan kamar tidurnya.

Sementara bila anak sudah berusia 13 tahun ke atas, Anda mulai bisa mengajaknya untuk memasak bersama, menyiapkan peralatan makan, mencuci kendaraan, dan lain sebagainya.

Selain dapat mendidik anak agar tidak lebih bertanggung jawab, melibatkan anak dalam setiap pekerjaan rumah juga bisa memupuk kedekatan yang lebih erat dengan orangtuanya.

5. Selesaikan pekerjaan kantor sebelum sampai rumah

motivasi belajar anak

Jangan biarkan waktu berkumpul bersama keluarga tersita hanya karena masih ada pekerjaan kantor yang belum selesai. Sebisa mungkin, usahakan untuk mengatur waktu kerja di kantor agar lebih produktif sehingga Anda bisa pulang ke rumah tanpa membawa beban.

Akan tetapi, jika mau tidak mau harus diselesaikan di rumah, usahakan tetap meluangkan waktu untuk sekadar makan malam bersama, menemani si kecil belajar atau mengerjakan tugasnya, mengantarnya tidur, serta mengantarnya ke sekolah.

Dengan begitu, anak akan lebih merasa perhatian Anda tetap tercurah padanya meski sering disibukkan dengan pekerjaan kantor.

6. Jadwalkan waktu bersama keluarga di akhir pekan

kemampuan motorik kasar anak

Setelah menyibukkan diri dengan padatnya pekerjaan kantor dan pekerjaan rumah, akhir pekan merupakan saat yang tepat untuk meluangkan lebih banyak waktu bersama anggota keluarga. Rancang acara jalan-jalan di berbagai tempat rekreasi, menonton film di bioskop, atau quality time bersama dengan membuat acara memasak dan makan bersama di rumah.

Apa pun kegiatan yang Anda dan keluarga pilih, pastikan bisa semakin mendekatkan hubungan antar anggota keluarga dan membuat mereka lebih menghargai waktu bersama. Misalnya dengan tidak menggunakan HP selama quality time berlangsung, kecuali untuk berfoto bersama. Intinya, bersenang-senanglah dan nikmati waktu bersama seluruh anggota keluarga.

7. Buat kegiatan rutin bersama keluarga

anak menonton film berdasarkan umur

Sebenarnya tidak harus selalu menunggu waktu libur untuk bisa membangun keintiman bersama keluarga. Membiasakan sarapan, makan malam bersama, belanja bulanan, hingga berkebun setiap minggunya bisa menjadi cara efektif untuk mempererat hubungan antara orangtua dan anak-anaknya.

Di sisi lain, kegiatan rutin yang dilakukan bersama anggota keluarga ini akan membangun “kebiasaan baru” yang akan terus dilakukan sesuai dengan jadwalnya.

8. Kenali diri dan prioritas Anda

Anak pindah sekolah baru

Terlepas dari apa pun posisi Anda saat ini, mungkin sebagai ibu rumah tangga, ibu sekaligus pekerja kantoran, ayah yang mencari nafkah, hingga ayah rumah tangga, usahakan untuk berhenti membandingkan diri Anda dengan orang lain di luar sana.

Semua orangtua memiliki tugas dan posisi yang berbeda-beda, tapi dengan tanggung jawab yang tetap sama. Jadi, jalani tugas Anda sebaik mungkin dengan tetap menomorsatukan hubungan baik bersama keluarga. Sebaliknya, buang jauh-jauh perasaan yang malah bisa membuat Anda stres dan tidak bahagia.

Bahkan, tidak masalah untuk membagikan keluh kesah yang Anda alami dengan anggota keluarga lainnya. Supaya hubungan keluarga lebih hangat, ajak juga anak untuk terbiasa menceritakan kegiatannya sehari penuh dengan Anda sesampainya di rumah.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Menghadapi 7 Kecemasan Ibu Hamil Menjelang Persalinan

    Mendekati hari-H melahirkan, Anda mungkin jadi gugup dan takut. Hal ini wajar, tapi jangan sampai kecemasan ibu hamil menjelang persalinan bikin stres.

    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Kehamilan & Kandungan, Melahirkan, Kehamilan 10 September 2020 . Waktu baca 5 menit

    Hati-hati, Pelumas Seks Bisa Bikin Susah Hamil

    Sedang mencoba hamil tapi belum berhasil juga? Hal ini kemungkinan disebabkan pelumas seks alias lubrikan yang membuat susah hamil.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Kesuburan, Kehamilan 9 September 2020 . Waktu baca 4 menit

    Bagaimana Cara Bayi Bernapas Saat Masih dalam Kandungan?

    Pernapasan pertama yang bayi lakukan adalah saat bayi menangis ketika dilahirkan. Lalu bagaimana caranya bayi bernafas dalam kandungan?

    Ditulis oleh: Theresia Evelyn
    Perkembangan Janin, Kehamilan, Hidup Sehat, Fakta Unik 1 September 2020 . Waktu baca 3 menit

    Syok Anafilaksis, Reaksi Alergi Parah yang Membahayakan Nyawa

    Anafilaksis atau syok anafilaksis adalah reaksi yang muncul ketika pemicu alergi timbul pada tubuh. Seberapa bahaya reaksi ini?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Alergi 28 Agustus 2020 . Waktu baca 6 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    perkembangan anak 16 tahun

    Perkembangan Anak Usia 16 Tahun, Bagaimana Tahapan yang Sesuai?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Atifa Adlina
    Dipublikasikan tanggal: 27 September 2020 . Waktu baca 6 menit
    minum antidepresan saat hamil

    Minum Antidepresan Saat Hamil, Boleh Atau Tidak?

    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 4 menit
    korset perut setelah melahirkan

    Perlukah Memakai Korset Perut Setelah Melahirkan?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 3 menit
    perkembangan janin 14 minggu

    Kapan Boleh Mencoba Hamil Lagi Setelah Keguguran?

    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 16 September 2020 . Waktu baca 4 menit