5 Cara Menyikapi Perbedaan Pendapat dalam Keluarga

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Perbedaan pendapat bisa ditemui di mana pun, bahkan di dalam keluarga. Keragaman ini sebenarnya dapat memberi warna pada keluarga. Akan tetapi, ada saja orang-orang yang tak mampu menyikapinya dengan baik dan menjadikannya penyebab perselisihan.

Lalu, bagaimana cara yang tepat untuk mengatasi perbedaan sudut pandang antara setiap anggota keluarga?

Menghadapi perbedaan pendapat dalam keluarga

Perbedaan pendapat tak selalu berarti negatif. Anda justru bisa mengenal karakter setiap anggota keluarga dengan lebih baik. Agar perbedaan tidak memicu konflik, berikut adalah beberapa tips untuk menghadapinya.

1. Sepakat untuk tidak sepakat

Wajar bagi seseorang untuk mempertahankan sesuatu yang menurutnya benar. Sikap yang tidak wajar adalah memaksa orang lain untuk meyakini hal yang sama.

Situasi ini bahkan bisa bertambah buruk bila semua anggota keluarga sama-sama keras kepala.

Langkah pertama untuk menyikapi perbedaan pendapat dalam keluarga adalah menyepakati perbedaan tersebut. Sepakatlah untuk ketidaksepakatan yang ada dalam keluarga.

Semua orang harus menerima fakta bahwa orang terdekat seperti keluarga pun bisa memiliki sudut pandang berbeda.

2. Mendengarkan pendapat orang lain

Konflik dapat terjadi saat salah satu pihak tidak memberikan kesempatan bagi orang lain untuk berbicara. Akhirnya, muncul kesalahpahaman, perasaan tidak dihargai, serta emosi negatif yang memantik perselisihan.

Anda dapat mencegah konflik dengan memberikan kesempatan bagi orang lain untuk bicara sebelum menyampaikan sudut pandang Anda.

Dengarkanlah tanpa ada agenda apa pun. Jika Anda sudah mulai merangkai jawaban saat orang lain berbicara, artinya Anda belum mendengarkan dengan baik.

3. Berikan ruang pribadi bagi orang lain

Setiap orang membutuhkan ruang untuk dirinya sendiri. Saat terpaksa melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan keyakinan Anda, ruang inilah yang membuat Anda kembali tenang dan mampu berpikir jernih.

Hal yang sama berlaku pada setiap anggota keluarga. Setiap orang berhak memiliki pandangannya sendiri. Jika Anda terus memaksakan sudut pandang dan tidak menghargai ruang pribadi orang lain, perbedaan pendapat dalam keluarga cepat atau lambat akan memicu konflik.

4. Mengabaikan isu perbedaan yang tidak diperlukan

Saat Anda berselisih paham dengan anggota keluarga, pikirkan kembali apakah perdebatan tersebut memang diperlukan. Hindari memperdebatkan masalah kecil yang sebenarnya bisa diselesaikan tanpa harus beradu pendapat dengan nada tinggi.

Waktu dan energi yang Anda habiskan untuk berdebat dapat digunakan untuk hal lain yang lebih berguna. Misalnya, melakukan kegiatan menyenangkan bersama seluruh anggota keluarga untuk mempererat ikatan emosional satu sama lain.

5. Mengakhiri pembicaraan

Jika nada bicara mulai meninggi, semua orang memaksakan kehendak, dan perbedaan pendapat dalam keluarga menimbulkan suasana negatif, ini saatnya mengakhiri pembicaraan. Anda bisa kembali ke prinsip awal, yaitu sepakat untuk tidak sepakat. Setuju bahwa ada perbedaan.

Perhatikan gestur dan nada bicara Anda saat mengakhiri pembicaraan. Jangan memotong perkataan orang lain yang dapat membuatnya tersinggung. Cobalah mengatakan, “Saya baru menyadari hal itu. Coba saya pikirkan dahulu.”

Perbedaan pendapat dan argumen dalam keluarga tak selalu berarti buruk. Malah, ini merupakan pelajaran baru yang berharga bagi setiap anggota keluarga. Terutama bagi anak-anak yang sedang giat mencontoh sikap orang dewasa.

Pada akhirnya, keluarga adalah orang-orang terdekat yang paling bisa memahami satu sama lain. Perbedaan pendapat tak semestinya memecah-belah hubungan keluarga yang telah terjalin erat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Yang juga perlu Anda baca

Bullying Antar Saudara Kandung di Rumah Tingkatkan Risiko Gangguan Psikotik Saat Dewasa

Bullying tidak hanya bisa terjadi antar teman di sekolah, tapi juga di rumah dengan sesama saudara. Lantas, apa bahaya bullying antar saudara kandung?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Kesehatan Mental, Hubungan Harmonis 26 Juli 2018 . Waktu baca 5 menit

5 Hal Sederhana yang Bisa Dilakukan di Rumah untuk Mempererat Ikatan Keluarga

Memiliki keluarga bahagia adalah impian semua orang. Ada banyak kebiasaan sederhana yang bisa Anda lakukan untuk mempererat ikatan keluarga.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Anak 6-9 tahun, Perkembangan Anak, Parenting 26 Desember 2017 . Waktu baca 4 menit

Mencegah PPOK dan Cara Agar Kondisinya Tak Memburuk Jika Telanjur Kena

Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Jika sudah telanjur, langkah pencegahan PPOK apa saja yang dapat dilakukan untuk mencegah kambuh?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Emfisema 23 Mei 2017 . Waktu baca 8 menit

Jika Anak Jatuh Sakit, Lakukan 5 Langkah Pencegahan Penularan Penyakit di Rumah

Meski Anda tidak selalu dapat mencegah penularan penyakit di rumah, namun ada banyak cara untuk menekan risiko anggota keluarga lain untuk tertular penyakit

Ditulis oleh: Priscila Stevanni
Penyakit Infeksi 1 Mei 2017 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

grup whatsapp kesehatan mental

Grup WhatsApp Keluarga Ternyata Bisa Pengaruhi Kesehatan Mental

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 29 Februari 2020 . Waktu baca 5 menit
hubungan dengan anak dari single mom

5 Tips Membangun Hubungan Baik dengan Calon Anak Tiri

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu Lestari
Dipublikasikan tanggal: 29 Juni 2019 . Waktu baca 4 menit
kakak adik akrab

3 Aktivitas Seru yang Bisa Dilakukan Kakak Adik Remaja Supaya Lebih Akrab

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 3 November 2018 . Waktu baca 3 menit

Sering Ribut dengan Ipar Atau Mertua? 3 Hal Ini Mungkin Penyebabnya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 18 Oktober 2018 . Waktu baca 4 menit