7 Manfaat Membacakan Dongeng Sebelum Tidur untuk Tumbuh Kembang Anak

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 2 September 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Mendongeng adalah salah satu cara untuk memperkenalkan kebiasaan membaca ke anak sejak dini. Anda tidak perlu khawatir kalau si kecil tidak mengerti apa yang sedang Anda bicarakan. Pasalnya, sejumlah penelitian telah membuktikan bahwa tidak ada istilah terlalu dini untuk membiasakan membacakan dongeng pada si kecil. Sebaliknya. rutin membacakan dongeng sebelum tidur justru dapat membantu meningkatkan tumbuh kembang anak Anda kelak.

Manfaat membacakan dongeng sebelum tidur bagi anak

Seiring waktu, rutinitas mendongengkan anak sebelum tidur kini mulai banyak ditinggalkan oleh orangtua. Padahal, membaca dongeng sebelum tidur menawarkan banyak sekali manfaat untuk petumbuhan si kecil.

Berikut beberapa alasan mengapa membacakan dongeng sebelum tidur baik untuk anak Anda.  

1. Mempererat hubungan anak dan orang tua

Meluangkan waktu membaca dongeng sebelum tidur ternyata bisa jadi salah satu cara efektif untuk menghabiskan waktu bersama buah hati. Bahkan, aktivitas satu ini juga bisa membantu mempererat ikatan Anda dengan si kecil. Kenapa bisa begitu?

Ketika Anda membacakan si kecil dongeng, proses komunikasi yang interaktif antara orangtua dan anak biasanya akan terjalanin, sekalipun si kecil masih bayi. Tanpa Anda sadari, hal tersebut memunculkan kehangatan antara kedua belah pihak.

Suara orangtua yang setiap hari didengarkan anak juga akan membuatnya merasa diperhatikan dan dicintai. Nah, kebahagian inilah yang membuat hubungan Anda dengan anak semakin terasa dekat.

Hal ini nyatanya juga didukung oleh sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of Developmental and Behavioral Pediatrics. Dalam penelitian tersebut, diketahui membangun kebiasaan mendongeng sejak dini akan mempererat hubungan Anda dengan si kecil.

2. Memperbanyak kosakata anak

Sebuah studi menunjukkan bahwa anak yang sudah diajarkan membaca sejak bayi akan memiliki kosakata yang lebih banyak dan kemampuan berhitung yang lebih baik dibandingkan anak-anak lain yang tidak diajarkan membaca sejak kecil

Studi tersebut juga menunjukkan bahwa semakin banyak kata yang anak Anda dengar saat Anda mendongeng, maka semakin baik pula kemampuan bahasa mereka kelak. Semakin ia bertambah usia, anak Anda akan semakin lancar untuk berbicara dan berbahasa. Pasalnya, otaknya akan terus dirangsang untuk memperkaya kata dan gaya bahasa yang berbeda-beda.

3. Memperkenalkan bentuk objek baru

Pada anak yang masih bayi, matanya akan lebih fokus melihat pola-pola sederhana dalam buku cerita yang Anda tunjukkan. Nah dengan mendongeng, Anda secara tidak langsung akan memperkenalkan bentuk objek, kata, dan berbagai macam warna sejak dini.

Anda tak perlu membeli buku kumpulan dongeng yang tebal-tebal dan berharga mahal. Sebaliknya, pilihlah buku sederhana namun isi di dalamnya terdapat banyak bentuk karakter dan dihiasi dengan beragam warna cantik. Dengan begitu, si kecil kan lebih tertarik untuk melirik dan menikmatinya.

Anda dapat memperoleh berbagai kumpulan dongeng di toko buku terdekat rumah atau di bazar buku murah.

4. Membantu mengolah emosi

Ketika membacakan dongeng di hadapan si kecil, anak akan memerhatikan dengan seksama bagaimana cara Anda menyampaikan emosi setiap tokoh (bahagia, marah, atau takut) dengan ekspresi wajah dan suara yang berbeda.

Tanpa Anda sadari, dari situ anak Anda akan belajar bagaimana cara meluapkan perasaan marah, sedih, dendam, rasa bersalah, dan bahkan malu. Anak yang mampu meluapkan perasaannya cenderung lebih mungkin untuk mengolah emosinya dengan bijak.

5. Membantu proses bicara

Membaca mampu merangsang pengembangan otak anak. Ketika Anda mendongeng untuk amak mereka akan menerima informasi dan mulai belajar tentang suara, bunyi, kata, juga kalimat.

Nah, olah karena itu, anak-anak yang terbiasa membaca atau mendengarkan cerita sejak dini biasanya cenderung lebih cepat bisa berbicara dan menyampaikan keinginnnya. Dengan kata lain, kebiasaan membacakan dongeng ini sangat membantu anak Anda agar lebih mudah dalam berkomunikasi dengan lingkungan sekitar.

6. Melatih respon anak

Ketika Anda membacakan dongeng ke bayi, mereka memang belum bisa merespon rangsangan dengan kata-kata yang jelas. Namun, saat mendengarkan Anda bercerita, bayi Anda dapat memberikan respon melalui gerakan tangan dan kakinya. Respon dan rangsangan ini akan mengaktifkan berbagai sel-sel saraf dalam otak bayi lebih cepat.

Jadi, sambil mendongeng, Anda juga bisa merangsang respon bayi Anda. Misalnya dengan mengulang-ulang setiap kalimat. Hal ini bisa membantu bayi merekam kalimat dengan lebih baik dan merespon dengan cara menirukan gerakan bibir atau ekspresi wajah Anda saat Anda mendongeng.

7. Meningkatkan kemampuan berpikir

Tak hanya itu, membacakan dongeng sebelum tidur juga dapat dijadikan cara untuk melatih kemampuan berpikirnya. Ketika dibacakan satu dongeng, anak akan belajar memahami/menghafal setiap kata yang Anda sampaikan.

Informasi yang anak Anda terima juga dapat membantu mengembangkan sisi kreatif otaknya karena si kecil akan terpancing untuk memiliki rasa ingin tau yang lebih dan lebih lagi. Hal ini tentu akan membuat anak Anda memiliki wawasan yang lebih lua tentang banyak hal,

Pilihan cerita dongeng sebelum tidur

Menerapkan satu kebiasaan baru memang tidak mudah. Apalagi urusan membacakan dongeng ke anak. Jika cerita dongeng yang Anda sampaikan tidak menarik, anak Anda mungkin akan cepat bosan.

Sebagai permulaan, Anda tak perlu membacakan dongeng yang terlalu panjang. Mulailah dari cerita-cerita pendek. Agar anak menyukai sesi mendongeng bersama Anda buatlah suasana mendongeng  jadi menyenangkan. Yang tak kalah penting, pastikan Anda memilih dongeng yang serat akan makna kehidupan dan mengajarkan nilai-nilai baik. Pasalnya, apa yang sering Anda ceritakan kepada anak akan terekam kuat dalam ingatannya.

Selain dongeng-dongeng yang berasal dari negara barat, Indonesia nyatanya juga memiliki banyak cerita rakyat yang menarik. Cerita rakyat ini memiliki nilai-nilai kehidupan yang baik dan bisa dijadikan contoh untuk kehidupan sehari-hari.

Misalnya cerita tentang Bawang Merah dan Bawang Putih, yang mengajarkan anak untuk tidak berlaku seenaknya dengan orang lain. Anda pula cerita tentang Timun Mas, seorang gadis pemberani yang berhasil melarikan diri dari raksasa jahat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy

Yang juga perlu Anda baca

Yang Perlu Ortu Lakukan Saat Memergoki Anak Masturbasi

Mengetahui anak Anda melakukan masturbasi mungkin akan menimbulkan rasa kaget pada orang tua. Lalu bagaimana sebaiknya orang tua menyikapi hal tersebut?

Ditulis oleh: Novita Joseph
Parenting, Tips Parenting 8 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Informasi Seputar Jam Bayi Tidur, Cara Menidurkan, dan Posisi yang Tepat

Bayi memiliki waktu tidur yang berbeda dengan orang dewasa. Ketahui informasi seputar jam dan posisi bayi tidur agar ia nyaman.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 5 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit

Cara Membersihkan Badan Bayi dari Kepala, Tali Pusat, Sampai Organ Intim

Kebanyakan orangtua baru bingung bagaimana cara membersihkan badan bayi. Berikut panduannya, mulai dari kepala, tali pusat, sampai organ intim si kecil.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 5 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit

Bedong Bayi: Ketahui Manfaat dan Cara Memakaikan yang Tepat

Salah membedong bayi bisa menyebabkan Sudden Infant Death Syndrome alias kematian bayi mendadak saat tidur. Bagaimana cara bedong bayi yang benar?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 3 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

waktu bermain video game

Berapa Lama Waktu Bermain Video Game yang Pas untuk Anak?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit
komunikasi dengan anak

Kenapa Orangtua Wajib Rutin Berkomunikasi Dengan Anak?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 24 November 2020 . Waktu baca 4 menit
bahaya gurita bayi

Bayi Ternyata Tak Boleh Pakai Gurita. Apa Bahayanya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 24 November 2020 . Waktu baca 5 menit
Kulit bayi Sensitif

Ketahui 4 Tips Merawat Kulit Bayi Sensitif

Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit