4 Alasan Kenapa Anda Perlu Membiarkan Anak Main Sendirian

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 09/07/2018
Bagikan sekarang

Anda memang perlu mengawasi setiap gerak-gerik anak saat ia beraktivitas untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Meski begitu, bukan berarti Anda harus menempel lengket setiap detik di samping anak ketika ia bermain. Banyak pakar kesehatan yang menyarankan orangtua untuk membiasakan anak-anak mereka bermain sendirian, tanpa dampingan orangtua, karena akan memberikan manfaat bagi tumbuh kembangnya. Apa saja manfaat anak main sendiri? Yuk, simak ulasannya berikut ini.

Manfaat anak main sendiri di rumah

Saat anak bermain sendiri, mereka mendapatkan banyak pengalaman yang berharga dan penting untuk proses tumbuh kembangnya. Berikut beberapa manfaat anak main sendiri seperti dilansir dari Very Well Family.

1. Menumbuhkan sikap mandiri

Anak-anak yang bermain sendiri mengharuskan mereka untuk melakukan segala sesuatunya sendiri. Misalnya, memasang pakaian pada boneka, mengurutkan puzzle, dan lain sebagainya.

Kemandirian mengajari anak bahwa orangtua atau orang terdekatnya tidak selalu akan membantunya setiap saat sehingga anak mau tak mau harus mengandalkan kemampuan dirinya sendiri.

Selain mandiri, anak yang terbiasa bermain sendirian cenderung memiliki kepercayaan diri yang lebih tinggi karena puas dengan hasil kerja kerasnya.

2. Meningkatkan imajinasi

Anak-anak memang memiliki imajinasi yang cukup tinggi. Namun, imajinasinya belum terasah atau terealisasikan dengan baik. Membiarkan anak main sendiri memungkinkan ia untuk mengembangkan ide-ide kreatif dan berusaha untuk membuat imajinasinya menjadi nyata. Tentu ini akan membantu Anda untuk meningkatkan kreativitas anak.

Misalnya, saat anak bermain boneka. Ia mungkin akan berperan sebagai teman, ibu, atau orang terdekat dari sang boneka. Bahkan, anak-anak sering memerankan profesi orangtua, seperti polisi, dokter, atau guru. Lambat laun, hal-hal sederhana seperti ini akan membantu dirinya mengenali diri sendiri, bakat, hingga kesukaan dan mimpi-mimpinya yang mungkin bertahan hingga dewasa nanti.

3. Belajar untuk memecahkan masalah

anak main boneka manfaat bermain boneka

Saat ditinggal bermain sendiri, anak akan cenderung berusaha untuk memecahkan masalah. Misalnya, saat anak bermain puzzle. Permainan ini merangsang anak untuk berpikir, memecahan masalah, dan melakukan tindakan supaya puzzle tersebut tersusun lengkap.

Meningkatkan kemampuan anak dalam memecahkan masalah membantu anak untuk mengendalikan diri dan emosi. Anak akan terbiasa untuk berpikir dulu sebelum melakukan sesuatu atau tidak ceroboh.

4. Memberikan ketenangan

Membiarkan anak bermain di luar rumah bisa meningkatkan kemampuan anak untuk berinteraksi dengan anak seusianya. Sementara, membiarkan anak bermain sendiri di rumah memberikan waktu pada anak untuk mengenal dirinya lebih baik serta memberikan ketenangan bagi anak dengan mainannya.

Apa yang harus Anda lakukan jika anak bermain sendiri di rumah?

Sementara anak main sendiri, Anda tentu bisa memanfaatkan waktu untuk beristirahat atau mengerjakan hal lainnya.

Meski begitu, bukan berarti Anda jadi cuek lepas tangan begitu saja, ya! Sesekali tengok kondisi anak yang sedang bermain sendirian atau awasi dari jarak yang cukup jauh namun memungkinkan Anda untuk tetap sigap menghampirinya ketika dibutuhkan.

Sebelum membiarkan anak bermain sendiri, Anda juga harus lebih dulu menjelaskan apa saja yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan olehnya. Misalnya, tidak melempar-lempar mainan atau menggunakan perabotan di dalam rumah yang tajam atau mudah rusak sebagai mainan.

Beri tahu jika anak mengalami kesulitan, anak harus segera memanggil Anda. Kemudian, beri tahu juga pada anak untuk membereskan mainannya sendiri.

Jika anak berhasil main sendiri tanpa menimbulkan masalah, pencapaiannya dalam menyelesaikan permainan, sekaligus merapikan kembali mainannya, berilah anak pujian. Memuji kesuksesan memberi sensasi kepuasaan anak terhadap usahanya sendiri sehingga termotivasi untuk selalu menjadi lebih baik.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Aturan Pakai Masker Wajah untuk Anak dan Tips Membuat Mereka Terbiasa

Imbauan penggunaan masker saat bepergian berlaku untuk siapa pun, termasuk anak. Apa saja aturan yang harus diperhatikan ketika anak memakai masker?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 08/05/2020

Perkembangan Anak Usia 12 Tahun, Apakah Sudah Sesuai?

Memasuki usia 12 tahun, anak Anda masih akan mengalami berbagai tahapan perkembangan yang baru. Apa saja yang akan dialami anak pada usia ini?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari

Perkembangan Anak Usia 11 Tahun, Apakah Sudah Sesuai?

Pada usia 11 tahun, anak akan mengalami tahapan perkembangan baru yang meliputi fisik, kognitif, psikologi, dan bahasa. Apa saja yang dialami anak saat itu?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari

Encephalocele

Encephalocele atau ensefalokel adalah cacat lahir pada bayi. Cari tahu mengenai definisi, gejala, penyebab, dan pengobatannya di Hello Sehat.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

Direkomendasikan untuk Anda

menghadapi amarah anak

Bagaimana Cara Menghadapi Ledakan Amarah Anak yang Bikin Jengah?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 06/06/2020
agar anak mau mendengarkan orang tua

Bukan Dimarahi, Ini 5 Cara Agar Anak Mau Mendengarkan Orangtua

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 30/05/2020
tahap perkembangan anak 6-12 tahun

Tahap-tahap Perkembangan Anak Usia 6-12 Tahun

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 14/05/2020
memilih hewan untuk anak

Tidak Perlu Bingung Pilih Hewan Peliharaan untuk Anak, Ini 5 Tips dan Manfaatnya

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 10/05/2020