Ini Dampaknya Jika Ortu Main Handphone Sambil Mengasuh Anak

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 23/03/2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Apakah Anda tipe orang yang tidak bisa lepas dari smartphone? Entah karena urusan pekerjaan atau sekadar mengecek media sosial, orangtua yang terus-menerus memeriksa HP memiliki dampak negatif pada perkembangan perilaku anak. Jadi, jangan sibuk main HP saat mengasuh anak.

Kebanyakan orangtua yakin bahwa mereka adalah teladan yang baik

Memang, tidak semua orangtua sibuk dengan gadget-nya saat bersama dengan anak. Namun, kita juga tidak bisa memungkiri di masa kini, HP dan teknologi dunia maya lainnya sering “merenggut” seseorang dari kenyataan di sekelilingnya, termasuk anaknya sendiri.

Hal ini turut dilaporkan oleh survei media riset Common Sense. Survei ini melibatkan lebih dari 1.700 orangtua yang memiliki anak-anak berusia 8 sampai dengan 18 tahun. Dari penelusuran Common Sense, ditemukan bahwa orangtua menghabiskan waktu di depan layar kira-kira sembilan jam per hari. Ini termasuk main HP saat mengasuh anak, dengan sebagian besar waktu dihabiskan untuk menjelajahi media sosial pribadinya. Sedangkan kira-kira 90 menit dihabiskan untuk kepentingan pekerjaan.

Hasil penelitian tersebut juga menjelaskan bahwa sebesar 78 persen orangtua merasa percaya diri bahwa mereka adalah role model alias teladan yang baik untuk anak-anaknya. Sebaliknya, dilansir dari Tirto, 56 persen orangtua khawatir anak-anak mereka kecanduan gadget dan teknologi, sementara 34 persen sisanya menganggap bahwa teknologi dapat berdampak negatif untuk tumbuh kembang anak-anaknya.

Menurut James P. Steyer, pendiri dan CEO Common Sense mengatakan bahwa temuan ini sangat menarik, orangtua dan anak sama-sama menggunakan gadget dan teknologi untuk hiburan mereka, tapi di sisi lain orangtua juga mengungkapkan kekhawatiran terhadap kecanduan gadget untuk anak-anaknya.

Ini dampaknya jika orangtua main HP saat mengasuh anak

Informasi dan aktivitas di dunia maya lainnya memang tidak selamanya berpengaruh negatif pada para penggunanya. Hal ini turut disepakati oleh 94 persen orangtua dalam survei yang sama. Mereka menyatakan bahwa teknologi memiliki manfaat bagi anak-anak mereka. Sebanyak 44 persen orangtua bahkan merasa percaya bahwa gadget dapat membantu membangun persahabatan untuk anak-anaknya.

Alasan yang sama juga melatarbelakangi para orangtua tetap setia dengan beragam kegiatan dan kesibukan mereka di dunia maya. Namun, penelitian baru-baru ini menunjukkan kaitan antara penggunaan gadget dengan potensi hubungan yang kurang harmonis antara orangtua dan anak-anak.

Brandon T. McDaniel dalam penelitian di jurnal Child Development menyatakan bahwa perilaku anak yang buruk berhubungan dengan waktu yang dihabiskan orangtua dalam bermain gadget, termasuk main HP saat mengasuh anak. McDaniel, peneliti dari Illinois State University di Amerika Serikat ini, menyebut gangguan tersebut sebagai technoference.

Penelitian tersebut melibatkan 170 keluarga dengan dua orangtua, dan peneliti meminta ibu dan ayah untuk melengkapi kuesioner secara terpisah. Hampir setengah dari orangtua yang disurvei (48 persen) mengatakan bahwa teknologi mengalihkan perhatian mereka dari anak-anak mereka setidaknya sampai tiga kali sehari. Sementara, 24 persen orangtua menganggap HP mengganggu interaksi mereka dengan anak-anak hingga dua kali sehari.

Sedangkan sekitar 17 persen orangtua menilai gadget mengganggu waktu keluarga. Namun, ternyata hanya 11 persen orangtua yang berkenan menjauhkan diri dari ponsel, tablet, laptop, tablet, dan komputer saat menghabiskan waktu bersama anak-anak mereka.

dampak depresi orangtua

Anak juga cenderung memiliki gangguan perilaku dan emosional

Dampak gadget terhadap perilaku anak juga dijelaskan dalam penelitian Laura Birks dari Barcelona Institute for Global Health, Spanyol dalam jurnal Enviromental International.

Laura melakukan penelitian pada 83.884 pasangan ibu dan anak di Spanyol, Denmark, Norwegia, Belanda, dan Korea. Laura menemukan bahwa anak yang ibunya sering menghabiskan waktu dengan ponsel atau sibuk main HP saat mengasuh anak akan memiliki risiko gangguan perilaku dan emosional.

Selain itu, Laura dan rekan-rekannya juga menemukan bahwa anak yang lahir dari seorang ibu yang suka menelpon lebih dari empat kali sehari punya peluang sebesar 28 persen untuk tumbuh menjadi anak yang hiperaktif.

Menanggapi hal ini, Larry Rosen, profesor emeritus di California State University, Dominguez Hills menyarankan kepada setiap orangtua untuk membatasi durasi main HP saat mengasuh anak.

Rosen menyatakan bahwa anak-anak akan menyerap apa yang mereka lihat. Selain itu, mereka juga akan belajar dan membentuk relasi dari perilaku orangtua mereka. Terus-menerus memeriksa ponsel Anda atau main HP saat mengasuh anak akan memiliki dampak negatif pada relasi Anda dengan anak.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ilmuwan Jepang Ungkap Cara Sempurna Memeluk Bayi

Baru-baru ini ilmuwan jepang menemukan rahasia cara sempurna memeiuk bayi. Bagaimana caranya agar bayi nyaman dan tenang?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Parenting, Tips Parenting 25/06/2020 . Waktu baca 4 menit

Apa Akibat Anak Sering Dibentak? Orangtua Perlu Tahu Ini

Membentak anak dapat memberikan dampak yang buruk. Apa akibat dari anak terlalu sering dibentak dan apa yang harus dilakukan orangtua?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Parenting, Tips Parenting 22/06/2020 . Waktu baca 8 menit

Begini Alasan Adanya Mata Plus pada Anak

Mata plus sering dikenal sebagai penyakit orang tua. Padahal banyak juga kasus mata plus pada anak. Baca terus dan pelajari berbagai penyebab dan gejalanya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Mata, Hidup Sehat 20/06/2020 . Waktu baca 5 menit

5 Tips Ajarkan Jaga Kesehatan Gigi dan Mulut pada Anak

Tips ini akan membantu Anda menerapkan kebiasaan kesehatan gigi dan mulut pada anak sejak dini. Yuk, cari tahu apa saja caranya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Konten Bersponsor
menyikat gigi bersama merupakan salah satu cara mendorong minat si kecil dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut pada anak
Parenting, Tips Parenting 16/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Konten Bersponsor
penyebab stunting

Benarkah Cacingan Bisa Menyebabkan Stunting pada Anak?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 5 menit

Ini Akibatnya Jika Bayi Memakai Popok Terlalu Lama

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 5 menit
mengatasi ruam popok bayi

Si Kecil Mengalami Ruam? Berikut 8 Cara Mengobatinya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 7 menit
ruam susu bayi

Berbagai Cara Mudah Mengatasi Ruam Susu Pada Bayi ASI Eksklusif

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 4 menit