home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Batasan Wajar Menggunakan Media Sosial Dalam Sehari, Menurut Psikolog

Batasan Wajar Menggunakan Media Sosial Dalam Sehari, Menurut Psikolog

Bayangkan sehari saja tanpa smartphone atau koneksi Internet. Kira-kira apa yang akan Anda rasakan? Gelisah? Ada yang kurang? Gatal ingin membuka media sosial?

Ya, kebanyakan orang zaman sekarang memang tak bisa bertahan sehari saja tanpa mengakses akun media sosialnya. Survei oleh Global Web Index tahun 2016 menunjukkan rata-rata orang menghabiskan waktu dua jam setiap harinya hanya untuk membuka media sosial. Padahal, terlalu banyak menggunakan media sosial tak baik untuk kesehatan.

Jadi sebaiknya berapa lama waktu main media sosial yang masih wajar dalam sehari? Berikut ulasannya.

Dampak terlalu sering menggunakan media sosial bagi kesehatan

Survei lain yang diselenggarakan oleh Retrevo menguak bahwa 11% dari peserta penelitian mengaku tak bisa menahan diri untuk membuka media sosial setiap dua jam. Angka ini tentu tidak begitu mengejutkan, melihat kebiasaan orang-orang zaman sekarang yang tak bisa lepas dari ponselnya masing-masing.

Menurut sejumlah penelitian, terlalu sering menggunakan media sosial berdampak buruk pada kesehatan mental seseorang. Salah satunya adalah penelitian dari University of Pittsburgh. Penelitian ini membuktikan bahwa orang yang terlampau aktif menggunakan media sosial setiap hari memiliki risiko depresi hingga tiga kali lebih besar dibandingkan mereka yang jarang pakai media sosial.

Penelitian lain oleh Case Western Reserve School of Medicine juga mengaitkan kecanduan media sosial dengan perilaku sembrono, khususnya pada remaja. Menurut penelitian tersebut, remaja yang ketagihan media sosial 3,5 kali lebih mungkin melakukan hal-hal berisiko tanpa pikir panjang. Misalnya merokok, minum alkohol, dan berhubungan seks.

Berapa batasan wajar penggunaan media sosial?

Menggunakan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab berarti membatasi penggunaannya supaya tidak menganggu aktivitas Anda sehari-hari. Anda juga harus pandai-pandai menyaring informasi agar terhindar dari risiko gangguan mental seperti kecemasan dan depresi.

Para ahli sendiri belum menentukan berapa lama tepatnya seseorang boleh main media sosial dalam sehari. Pasalnya, setiap orang memiliki kondisi psikologis dan reaksi emosional yang berbeda-beda terhadap isi media sosial.

Namun, Anda memang tidak disarankan untuk menghabiskan waktu hingga dua jam sehari untuk menggunakan media sosial. Seorang psikoterapis dari California School of Professional Psychology, Philip Cushman, menganjurkan supaya Anda membatasi penggunaan media sosial setengah jam hingga satu jam per hari. Nanti bila Anda sudah terbiasa lepas dari media sosial, Anda bisa membatasinya lebih ketat lagi, yaitu hanya ketika Anda punya waktu luang.

Kuncinya adalah keseimbangan

Ingat, bukan berarti Anda dilarang menggunakan media sosial sama sekali. Media sosial juga bisa kok, memberikan berbagai manfaat seperti menjaga tali silaturahmi. Maka, kunci dari penggunaan media sosial yang wajar adalah keseimbangan. Maksudnya, jangan sampai media sosial jadi mengganggu produktivitas dan pergaulan Anda sehari-hari.

Anda lah yang mampu mengendalikan kebiasaan buka media sosial, bukan smartphone Anda. Jadi bukan berarti kalau ada notifikasi yang masuk, Anda harus segera buka dan balas saat itu juga. Apalagi kalau isinya bukan hal yang mendesak.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Social Media Use: How Much is Too Much. http://www.millennialmarketing.com/2011/01/social-media-use-how-much-is-too-much/ Diakses pada 6 April 2017.

Social media: how does it affect our mental health and well-being? http://www.medicalnewstoday.com/articles/275361.php Diakses pada 6 April 2017.

The Healthy Use of Social Media. https://www.psychologytoday.com/blog/positively-media/201310/the-healthy-use-social-media Diakses pada 6 April 2017.

Is your daily social media usage higher than average? http://www.telegraph.co.uk/finance/newsbysector/mediatechnologyandtelecoms/11610959/Is-your-daily-social-media-usage-higher-than-average.html Diakses pada 6 April 2017.

Social Media Captures 30% of Online Time. https://www.globalwebindex.net/blog/social-media-captures-30-of-online-time Diakses pada 6 April 2017.

Association Between Social Media Use and Depression among U.S Young Adults. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/26783723 Diakses pada 7 April 2017.

Online Social Networking and Mental Health. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4183915/ Diakses pada 7 April 2017.

Foto Penulis
Ditulis oleh Irene Anindyaputri Diperbarui 07/01/2021
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x