5 Kebiasaan Baik Sebelum Tidur yang Harus Diajarkan Pada Anak Sejak Kecil

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 05/09/2018 . 5 menit baca
Bagikan sekarang

Idealnya, anak-anak butuh tidur selama 10-14 jam dalam sehari. Namun, tidur yang baik tidak bisa hanya dinilai dari banyak waktunya saja. Orangtua juga harus memastikan tidur anak berkualitas guna mendukung tumbuh kembangnya. Bagaimana caranya? Tentu dengan membantu anak Anda memiliki kebiasaan tidur yang baik. Tidak ada salahnya, kok, untuk mulai menerapkan beragam kegiatan positif yang bisa dilakukan sebelum anak tidur.

Anak yang kurang tidur berisiko diabetes dan penyakit jantung

Sama seperti nutrisi, tidur juga termasuk kebutuhan anak yang tidak boleh disepelekan begitu saja karena bisa berpengaruh terhadap tumbuh kembangnya. Sudah banyak penelitian membuktikan bahwa anak-anak yang kurang tidur lebih cenderung berisiko obesitas, diabetes, penyakit jantung, sleep apnea, hingga gangguan kesehatan mental seperti depresi dan ADHD di masa depannya.

Tentu Anda tidak ingin buah hati Anda berhadapan dengan hal-hal buruk tersebut, kan? Maka itu, mulai sekarang coba mulai tanamkan beberapa kebiasaan baik yang bisa dilakukan si kecil menjelang tidur.

Sebelum anak tidur, ajarkan 5 kebiasaan baik ini setiap hari

Menerapkan pola tidur sehat lebih dari sekadar membiasakan anak untuk cukup tidur 10 jam setiap malam. Agar ia bisa tidur nyenyak dan terhindar dari risiko penyakit kronis, ia juga harus terbiasa…

1. Setop gunakan gadget dan peralatan elektronik

anak menonton TV dan main gadget

Tanamkan aturan untuk mulai berhenti menonton TV dan bermain gadget, seperti laptop, komputer, HP, atau tablet setidaknya dari 1-2 jam sebelum anak tidur. Lebih baik lagi, berlakukan juga aturan ini untuk anggota keluarga yang lain agar anak bisa mengambil contoh.

Saat anak menghabiskan waktu berjam-jam untuk main gadget atau nonton TV sebelum tidur, pancaran sinar biru dari layar perangkat akan meniru sifat cahaya alami matahari. Akibatnya, jam biologis tubuh menganggap cahaya ini sebagai sinyal bahwa hari masih pagi dan membatalkan produksi hormon melatonin pembuat ngantuk.

Singkatnya, berjam-jam main gadget sebelum tidur malah bikin anak tambah melek sehingga ia butuh waktu yang lebih lama untuk bisa mulai terlelap. Bahkan setelah tidur cukup sekalipun, anak yang hobi main gadget di malam hari lebih sulit bangun pagi dan lebih loyo serta mudah mengantuk saat di kelas.

2. Sikat gigi dan bersih-bersih

mulai menyikat gigi

Sebelum anak tidur, tekankan pentingnya membersihkan tubuh sebelum ia naik ke atas tempat tidur. Ajarkan anak untuk mencuci tangan dan kaki serta menyikat gigi sebelum tidur. Selalu pastikan ia melakukan ritual bersih-bersih ini setiap malam (termasuk di akhir pekan dan hari libur), bahkan meski ia merasa ngantuk atau kecapekan. Lama-lama, kebiasaan positif ini ia bawa terus hingga dewasa.

Gigi dan gusi yang bersih dapat mencegah berbagai masalah kesehatan mulut, seperti bau napas dan gigi berlubang.

3. Pastikan anak tidur dalam keadaan kenyang

cara memilih susu

Jangan biarkan anak masih kelaparan saat tidur. Perut keroncongan akan membuatnya gampang terbangun di tengah malam dan minta camilan yang tidak sehat.

Jika anak masih merasa lapar setelah makan malam, tidak apa untuk memberikan camilan pengganjal lapar sekitar 1-2 jam sebelum tidur. Entah itu biskuit gandum dan segelas susu hangat, semangkuk sereal, atau sepiring buah segar.

Hindari memberikan makanan berat mendekati waktu tidur. Hal ini malah membuat anak susah tidur karena kekenyangan. Minuman soda serta sumber kafein seperti kopi, teh, dan cokelat batangan juga sebaiknya tidak Anda berikan sebelum anak tidur.

4. Membacakan cerita sebelum tidur

manfaat baca buku untuk anak

Bagi Anda yang memiliki anak berusia sekitar dua hingga empat tahun, Anda bisa coba membiasakan membacakannya cerita sebelum tidur. Selain akan mempererat hubungan Anda dengan si kecil, kegiatan ini juga bisa membantu anak belajar membaca, mengasah perkembangan otak dan imajinasinya, hingga menumbuhkan minat membaca anak.

Mulailah dengan mengajaknya membaca buku dongen yang bergambar menarik yang bisa membangkitkan minat bacanya. Jika anak dirasa sudah terbiasa dan senang membaca, Anda dapat coba memberikannya buku cerita yang lebih panjang.

Tak lupa, sebaiknya pilih cerita anak dengan kandungan pesan moral yang sesuai dengan kehidupan sehari-hari sehingga bisa dipetik manfaatnya.

5. Ajak anak untuk saling curhat

rasa tanggung jawab pada anak

Dorong anak untuk mulai terbiasa membagikan segala aktivitas hariannya pada Anda sedari kecil. Dengan begitu, anak pun tidak akan sungkan lagi untuk menceritakan apa yang ia rasakan saat beranjak dewasa kelak.

Kegiatan ini juga akan membantu Anda untuk bisa lebih mengontrol pergaulannya, memahami apa yang anak rasakan, hingga memberi dukungan positif saat ia sedang tidak bersemangat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

3 Kreasi Olahan Camilan Anak untuk Liburan yang Lebih Sehat dan Bertenaga

Liburan bukan berarti anak libur dari kebutuhan nutrisi dan vitaminnya. Supaya tetap terpenuhi, ada beberapa resep camilan untuk anak yang mudah dibuat.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Parenting, Nutrisi Anak 25/12/2019 . 6 menit baca

Cara Mengatasi Anak yang Susah Tidur Saat Liburan

Lagi asyik liburan, tapi anak malah susah tidur. Ini menjadi masalah bagi beberapa orang tua. Berikut cara mengatasi anak susah tidur saat liburan.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Kesehatan Anak, Parenting 25/12/2019 . 3 menit baca

3 Manfaat Chia Seed untuk Anak Plus Cara Mengolahnya

Banyak sekali manfaat chia seed untuk kebutuhan nutrisi anak Anda, mulai dari memenuhi kebutuhan nutrisi hingga vitamin. Bagaimana cara mengolahnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Parenting, Nutrisi Anak 17/12/2019 . 5 menit baca

Perkembangan Balita 39 Bulan atau 3 Tahun 3 Bulan

Pada perkembangan balita 39 bulan atau 3 tahun 3 bulan, si kecil mampu pakai baju sendiri dan senang melompat-lompat. Ketahui perkembangan lengkap di sini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Anak 1-5 Tahun, Parenting, Perkembangan Balita 19/11/2019 . 1 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

tinggi badan bertambah saat anak tidur

Apa Benar Tinggi Badan Bertambah Saat Anak Tidur?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 04/06/2020 . 5 menit baca
Waktu istirahat untuk anak

Tak Melulu Bermain, Waktu Istirahat Juga Penting untuk Tumbuh Kembang Anak

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 30/05/2020 . 4 menit baca
kebahagiaan anak

Sebetulnya, Apakah Anak Punya Ukuran Kebahagian Tersendiri?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 25/04/2020 . 6 menit baca
mencegah anak shopaholic

Mencegah Anak Shopaholic, Begini Caranya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 27/03/2020 . 4 menit baca