Kenali Ciri-ciri Gangguan Belajar Anak dan Cara Mengatasinya

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 31/01/2020
Bagikan sekarang

Gangguan belajar anak bisa bermacam-macam, mulai dari kesulitan atau keterlambatan dalam menulis, membaca, berhitung, atau kemampuan motorik. Jangan langsung menuduhnya malas, apalagi bodoh. Memang tidak semua anak dapat dengan mudah menerima pelajaran yang ia dapatkan di sekolah.

Ada sebagian anak yang mengalami gangguan belajar, susah untuk membaca dan menulis, padahal teman-teman di usianya sudah fasih dan mampu melakukannya. Berikut penjelasan lengkap tentang gangguan belajar, mulai dari pengertian, ciri, penyebab, dan cara mengatasinya.

Apa itu gangguan belajar pada anak?

gangguan belajar

Anak yang mengalami kesulitan belajar, bukan berarti anak Anda tidak cerdas dan tidak memiliki kemampuan sama sekali untuk menerima pelajaran yang diberikan. Gangguan belajar anak adalah masalah yang memengaruhi kemampuan otak untuk menerima, mengolah, menganalisis, atau menyimpan informasi, sehingga memperlambat anak dalam perkembangan akademik.

Lebih lanjut Helpguide menjelaskan bahwa gangguan belajar anak berhubungan dengan masalah membaca, menulis, matematika, cara berpikir, mendengarkan dan sampai bicara.

Namun, sebagai orangtua, Anda jangan kecewa dulu. Faktanya anak-anak yang memiliki gangguan ini cenderung lebih cerdas dan pintar ketimbang anak-anak yang normal.

Apa ciri-ciri gangguan belajar pada anak?

Tanda-tanda seorang anak mengalami gangguan belajar sudah terlihat sejak ia berusia 3-5 tahun. Pada masa-masa tersebut, biasanya anak-anak akan mengalami perkembangan kognitif balita yang pesat, sehingga anak yang mengalami gangguan belajar akan mengalami keterlambatan. Namun, tanda gangguan belajar pada anak berbeda-beda dan ditentukan sesuai usia:

Ciri gangguan belajar pada anak usia pra sekolah (3-5 tahun)

  • Memiliki masalah dalam melafalkan kata.
  • Kesulitan memilih kata yang tepat.
  • Kesulitan belajar mengenal huruf, angka, warna, bentuk, dan nama-nama hari.
  • Kesulitan mengikuti arahan sederhana atau mengikuti rutinitas sehari-hari.
  • Kesulitan dalam mewarnai dengan menggunakan krayon atau pensil warna.
  • Bermasalah dengan beberapa bagian, seperti kancing, ritsleting, dan memasang sepatu.

Ciri gangguan belajar pada usia 5-9 tahun

  • Kesulitan dalam belajar mencocokkan gambar dan suara (misalnya, gambar kucing dengan suara meong).
  • Kebingungan dengan kata dasar ketika belajar membaca.
  • Lambat dalam mempelajari kemampuan baru.
  • Membaca dan mengucapkan kata yang salah secara konsisten dan berulang.
  • Bermasalah dengan konsep matematika sederhana.
  • Kesulitan dalam mengerti konsep waktu dan mengingat sesuatu.

Ciri gangguan belajar di usia 10-13 tahun

  • Kesulitan dalam membaca dan matematika dasar.
  • Menghindari kegiatan membaca dengan lantang.
  • Tidak suka membaca dan menulis.
  • Kemampuan penataan diri yang buruk (membereskan kamar, mengerjakan tugas sekolah, membersihkan meja belajar).
  • Kesulitan dalam mengikuti diskusi dan tidak bisa mengekspresikan pendapat di dalam kelas.
  • Bermasalah dengan kata-kata dan ulangan di sekolah.

Walaupun Anda menemukan lebih dari satu tanda tersebut pada anak, Anda harus tetap membawa anak Anda untuk diperiksa oleh tenaga profesional, agar diketahui dengan pasti kesulitan belajar seperti apa yang dialami oleh si anak.

Dilansir dari Mayo Clinic, ketika Anda merasa anak memiliki ciri-ciri gangguan belajar di atas, sebaiknya minta evaluasi dari guru di sekolah atau menjalani tes bersama dengan dokter.

Tes ini untuk memeriksa apakah anak memiliki masalah medis lain, misalnya gangguan penglihatan dan pendengaran, sebelum memvonis anak mengalami gangguan belajar. Tes ini melibatkan tim profesional, seperti psikolog, guru pendidikan khusus, terapis, dan perawat.

Menentukan anak memiliki gangguan belajar tidak bisa sembarangan. Dibutuhkan hasil tes secara medis, tinjauan kinerja akademik anak, dan evaluasi dari orang tua. Salah satu bentuk gangguan belajar yang relevan adalah hiperaktif yang berhubungan dengan pengembangan keterampilan akademik.

Apa penyebab gangguan belajar terjadi pada anak?

membantu belajar anak disleksia

Sebagian besar gangguan belajar terjadi akibat adanya gangguan terhadap perkembangan otak anak, entah ketika anak berada di dalam kandung, saat lahir, ataupun ketika berusia balita. Beberapa hal yang dapat menyebabkan seorang anak mengalami gangguan perkembangan otak yaitu:

  • Ibu mengalami komplikasi saat masa kehamilan.
  • Terjadi masalah ketika persalinan, sehingga membuat oksigen tidak diterima oleh si bayi dan menyebabkan otaknya terganggu.
  • Ketika balita, anak mengalami sakit yang keras seperti meningitis atau trauma pada bagian kepala.

Meskipun begitu, sampai saat ini para ahli belum mengetahui secara pasti apa yang menyebabkan gangguan belajar ini terjadi pada anak.

Apa saja jenis gangguan belajar pada anak?

memaksa anak belajar dan dapat nilai bagus

Ada banyak tipe dan jenis gangguan belajar yang bisa dialami oleh anak, namun berikut adalah beberapa gangguan yang sangat sering dialami, yaitu:

Gangguan belajar dalam kemampuan membaca

Melansir dari Healthy Children, sebuah studi menunjukkan bahwa gangguan kemampuan membaca adalah salah satu gangguan belajar yang paling umum dimiliki anak.

Setidaknya 80 persen dari mereka didiagnosis mengalami gangguan belajar dalam kemampuan membaca. Anak yang memiliki masalah dengan kemampuan membaca bisa membayangkan huruf, tapi kesulitan dalam menggabungkan kata dengan suara berbeda.

Sebagian besar gangguan belajar dalam hal membaca berhubungan dengan kesulitan dalam mengenali kata dasar dan memahami buku bacaan. Ketidakmampuan membaca juga berhubungan dengan kemampuan berpikir anak dalam memahami sesuatu. Bila saat kecil anak mengalami gangguan membaca, ketika dewasa masalah ini tetap masih ada sekitar 40 persen dalam diri. 

Gangguan belajar dalam hal kemampuan membaca tidak bisa dideteksi dengan tes neurologis, seperti tes gelombang otak. Melainkan diidentifikasi dari tingkat membaca dibandingkan dengan teman seusianya. Untuk mendeteksinya, dibutuhkan kerjasama antara pihak sekolah, agar terapi yang dilakukan sesuai dengan inti masalah anak.

Disleksia merupakan salah satu bentuk gangguan belajar dalam hal kemampuan membaca. Disleksia adalah kesulitan belajar pada anak yang menyebabkan mereka susah untuk menulis, membaca, dan mengeja.

Beberapa gejala umum yang dialami oleh anak yang memiliki disleksia adalah susah untuk memproses serta mengingat hal-hal baru, sulit untuk melafalkan kata-kata baru, termasuk mempelajari bahasa asing.

Gangguan belajar dalam kemampuan menghitung

Gangguan belajar dalam hal menghitung ditandai dengan anak sering membuat kesalahan untuk matematika dasar.  Sebagai contoh, anak kesulitan saat mengerjakan kolom yang tidak sejajar untuk penambahan atau pembagian. Kesulitan untuk menghitung pertambahan atau pengurangan sederhana dan mengingat angka. 

Dalam istilah medis, gangguan menghitung disebut dengan Diskalkulia. Diskalkulia adalah ketidakmampuan seorang anak dalam hal menghitung. Tanda diskalkulia akan berbeda-beda pada setiap orang, tetapi sebagian besar anak yang dyscalculia tidak dapat mengenali angka.

Ketika tumbuh dewasa, mereka akan susah untuk melakukan perhitungan yang sederhana bahkan susah untuk mengingat angka, sehingg anak mengalami gangguan belajar.

Gangguan belajar dalam kemampuan menulis

Gangguan kemampuan menulis hampir sama dengan membaca. Hal yang membedakan, anak kesulitan menyusun kalimat, mengatur paragraf, menggunakan tata bahasa, tanda baca, dan ejaan yang benar dalam bentuk tulisan.

Bila anak memiliki masalah lisan atau pengucapan, kemungkinan besar bisa mengalami masalah dalam kemampuan menulis dan matematika atau menghitung.

Gangguan ini berhubungan dengan ADHD atau gangguan perilaku yang terjadi pada anak. Mereka juga mengalami kesulitan dalam membuat tulisan yang baik dan benar. Terkadang tulisannya tidak dapat dibaca karena kurang jelas dan membuat anak mengalami gangguan belajar. 

Dysgraphia, diketahui sebagai kesulitan untuk menulis. Seorang anak yang mengalami hal ini, bahkan akan susah untuk memegang pensil atau pulpen untuk menulis yang berpengaruh pada gangguan belajar.

Tanda lain yang terlihat dari gangguan belajar dalam kemampuan menulis yaitu, anak menunjukkan ketidaksukaannya terhadap kegiatan menggambar atau menulis, menyebutkan atau mengatakan kata yang sangat keras ketika menulis, serta sulit untuk menulis kalimat dalam bentuk yang baik dan benar.

Gangguan belajar dalam kemampuan motorik 

Gangguan keterampilan motorik didiagnosis ketika anak mengalami masalah keterampilan motorik secara signifikan, sampai mengganggu kegiatan sehari-hari. Tidak seperti gangguan membaca, menulis, dan menghitung yang sering menjadi fokus orang tua, gangguan keterampilan motorik sering diabaikan karena dianggap tidak memiliki pengaruh besar dalam gangguan belajar.

Gangguan keterampilan motorik ditandai dengan koordinasi antar anggota tubuh tidak berjalan dengan baik. Di usia remaja, anak dengan gangguan ini tidak mahir dalam mata pelajaran olahraga.

Salah satu gangguan motorik yang sering dijumpai yaitu dyspraxia. Dyspraxia adalah gangguan yang terjadi pada koordinasi motorik anak, seperti koordinasi gerakan tangan atau kaki.

Beberapa gejala yang mungkin terjadi yaitu anak menjadi sensitif terhadap cahaya, rasa, atau bau, sulit untuk menggerakkan berbagai indera tubuhnya, mempunyai kemampuan keseimbangan yang kurang baik. Ini salah satu yang memengaruhi gangguan belajar pada anak.

Cara mengatasi gangguan belajar pada anak

Bagaimana cara mengatasi gangguan belajar? Ada beberapa cara untuk mengatasinya agar kemampuan belajar anak menjadi lebih baik. Berikut hal-hal yang bisa dilakukan untuk membantu gangguan belajar anak, dilansir dari Healthy Children:

Fokus pada kemampuan anak

Ketika anak memiliki gangguan belajar, tentu ia juga punya kemampuan di bidang lain. Jangan karena anak tidak berprestasi di sekolah, Anda jadi fokus pada kekurangannya. Kalau semisal anak Anda mengalami disleksia, tentu ia memiliki minat dan bakat di bidang lain yang bisa diasah. Sambil Anda melakukan terapi dengan ahlinya.

Pilih terapi sesuai ketidakmampuan anak

Penting untuk orang tua mengetahui jenis gangguan belajar yang dialami oleh anak. Misalnya, ketika anak Anda memiliki disgrafia dan saat di sekolah ia butuh ujian tulis, beri terapi untuk meningkatkan koordinasi tangan dan matanya. Anda bisa melatih anak dengan membuat catatan di laptop sambil belajar mengetik dengan baik. 

Hindari mengucapkan kata “malas” dan “bodoh” pada anak

Gangguan belajar memang bisa mengganggu kemampuan anak, baik secara akademik maupun tidak. Ketika anak menyadari bahwa ia mengalami suatu kondisi yang buruk dan bermasalah di sekolah, anak sangat membutuhkan dorongan dari orang tua dan keluarga. Memberi label pada anak atau mengucapkan kata negatif, seperti “bodoh”, “malas” bisa membuat anak semakin tidak percaya diri.

Menjalani terapi

Mayo Clinic menjelaskan bahwa terapi sangat bermanfaat untuk anak yang mengalami gangguan belajar. Ada beberapa jenis terapi sesuai dengan kebutuhan anak. Terapi bisa meningkatkan keterampilan motorik anak yang memiliki masalah menulis, sedangkan terapis wicara bisa membantu keterampilan bahasa anak.

Menggunakan obat sesuai rekomendasi dokter

Obat digunakan ketika dokter melihat anak mengalami depresi atau kecemasan berat karena masalah gangguan belajar. Obat-obatan ini digunakan untuk anak yang mengalami hiperaktif untuk meningkatkan kemampuan anak berkonsentrasi di rumah.

Mengubah kebiasaan

Selain dengan menggunakan obat-obatan yang diresepkan dokter, Anda juga bisa mengubah kebiasaan untuk membantu gangguan belajar anak. Beberapa perubahan yang bisa Anda lakukan, seperti mengubah pola makan, konsumsi vitamin, melatih gerak mata, dan menggunakan perangkat elektronik untuk membantu anak menulis dan membaca.

Ada beragam jenis gangguan belajar anak yang mungkin terjadi. Untuk memastikan gangguan belajar anak pada buah hati Anda, konsultasi ke dokter. Kemudian minta rekomendasi dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Jenis Gangguan Makan yang Umum Dialami Ibu Hamil

Gangguan makan yang dialami oleh ibu hamil tentu akan memberikan dampak yang berbahaya bagi keselamatan dan perkembangan janin.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha

Kulit Wajah Terlihat Kusam Saat Hamil, Apa Penyebabnya?

Alih-alih mendapatkan pregnancy glow, sebagian orang malah merasa kulit wajah jadi lebih kusam saat hamil. Apa penyebabnya?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha

Tidak Perlu Bingung Pilih Hewan Peliharaan untuk Anak, Ini 5 Tips dan Manfaatnya

Hewan peliharaan dan anak adalah gambaran yang menggemaskan. Namun, para orangtua perlu mempertimbangkan beberapa hal sebelum memilih hewan untuk anak.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi

Kapan Waktu Terbaik untuk Kontrol Kandungan Selama Pandemi COVID-19?

Pemeriksaan kehamilan amatlah penting. Di sisi lain, pemeriksaan kehamilan selama pandemi COVID-19 membuat ibu rentan tertular. Apa yang harus ibu lakukan?

Ditulis oleh: Diah Ayu
Coronavirus, COVID-19 29/04/2020

Direkomendasikan untuk Anda

agar anak mau mendengarkan orang tua

Bukan Dimarahi, Ini 5 Cara Agar Anak Mau Mendengarkan Orangtua

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 30/05/2020
hamil setelah keguguran

Hal yang Harus Diketahui Jika Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 18/05/2020
menu puasa untuk ibu hamil

Menu Wajib Saat Puasa untuk Ibu Hamil

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 17/05/2020
puasa bagi ibu hamil

4 Kondisi yang Mengharuskan Ibu Hamil Membatalkan Puasanya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 14/05/2020