×
Pantau Perkembangan Anak Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan si kecil.
Error message goes here
Daftar
*Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anak anda: [num] bulan Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:

Ini Pendapat Para Ahli Tentang Pola Asuh Orangtua Overprotektif

Oleh Data medis direview oleh dr. Yusra Firdaus.

Keinginan untuk melindungi anak dari segala bahaya merupakan naluri alamiah orangtua. Namun, perlindungan yang berlebihan dapat memberikan dampak buruk bagi perkembangan anak. Pola asuh ini dikenal dengan istilah overprotektif atau helicopter parenting. Melarang anak bermain di taman karena takut kotor dan terluka, tidak mau mengajari anak naik sepeda karena takut anak jatuh, serta selalu ingin memantau gerak-gerik anak merupakan beberapa tanda pengasuhan yang berlebihan.

Dampak buruk pada anak karena pengasuhan overprotektif

Segala sesuatu yang berlebihan (over) tentu tidaklah baik. Begitu juga dengan pengasuhan orangtua, meskipun niat dan maksudnya baik. Maka, pengasuhan overprotektif sebenarnya lebih banyak dampak negatifnya daripada dampak yang positif. Apa saja dampak buruk yang mungkin timbul bila orangtua bersikap terlalu melindungi? 

1. Menjadi penakut dan tidak percaya diri

Ketakutan orangtua yang berlebihan menyebabkan anak memiliki ketakutan yang sama pula. Selain itu, keterlibatan orang tua dalam segala hal yang dilakukan anak menjadikan anak hidup dalam bayang-bayang orangtua. Akibatnya, anak takut untuk melakukan hal-hal di luar pengawasan orang tua.

Hal ini tidak cuma berdampak waktu anak masih kecil. Pola asuhan yang Anda pilih akan terus terbawa dan membentuk kepribadian anak hingga dewasa kelak. Jadi, anak yang dulunya dibesarkan oleh orangtua yang selalu mengekang dan melarang akan tumbuh jadi pribadi yang berkecil hati, takut mengambil risiko, dan tidak punya inisiatif.

2. Hidup ketergantungan dan tidak dapat menyelesaikan masalahnya sendiri

Lauren Feiden, seorang psikolog dengan spesialisasi bidang hubungan orangtua dan anak dari Amerika Serikat (AS) menyatakan dalam Psychcentral bahwa overprotective parenting merupakan suatu masalah yang dapat membuat anak menjadi ketergantungan dan tidak dapat menghadapi masalahnya sendiri.

Hal ini dikarenakan orangtua selalu ikut campur dalam setiap tantangan yang dihadapi sang anak sehingga keputusan yang diambil pun bergantung kepada orangtua. Anak akan selalu mengandalkan orangtua dalam menentukan atau menyelesaikan sesuatu.

3. Mudah berbohong

Orangtua yang terlalu mengekang bisa mendorong anak untuk berbohong. Masalahnya, orangtua juga harus realistis dan menyadari bahwa anak juga butuh ruang gerak yang cukup untuk mengembangkan diri. Tanpa ruang gerak tersebut, anak pun akan mencari celah dan akhirnya berbohong supaya bisa lolos dari kekangan orangtua. 

Di samping itu, apabila hal yang dilakukan anak tidak sesuai dengan keinginan orangtua, maka anak (secara sadar maupun tidak sadar) memilih untuk berbohong sebagai upaya untuk menghindari hukuman. 

4. Stres dan mudah cemas

Survei yang dilakukan oleh Center for Collegiate Mental Health Pennsylvania State University di AS, dilansir dalam The Mercury News menunjukan bahwa ganguan cemas atau ansietas merupakan masalah kesehatan jiwa utama yang dialami oleh mahasiswa. Dari survei yang dilakukan terhadap seratus ribu mahasiswa, 55 persen mahasiswa menginginkan konseling tentang gejala kecemasan, 45 persen soal depresi, dan 43 persen soal stres.

Ternyata, salah satu faktor penyebabnya adalah pola asuh orangtua berupa pengawasan yang berlebihan terhadap kegiatan akademis dan non-akademis anak. Meskipun anak tidak melakukan kesalahan apa pun, diawasi tanpa henti memang bisa membuat anak jadi cemas karena jadi takut melakukan kesalahan. 

Pedoman Sukses Membesarkan Anak dengan Autisme

Bagaimana cara menyeimbangkan batasan dan kebebasan untuk anak?

Seperti yang telah dijelaskan di atas, pada dasarnya melindungi anak adalah hal yang baik. Namun, terlalu berlebihan dalam melindunginya terbukti memiliki cukup banyak dampak buruk. Maka dari itu, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah dampak di atas. Orangtua bisa menetapkan batasan-batasan untuk anak sekaligus memberikan kebebasan dalam porsi yang seimbang melalui tips-tips berikut ini.

  • Mendorong anak yang sudah cukup besar untuk lebih mandiri, misalnya pergi ke warung atau sekolah sendiri (tapi Anda diam-diam harus mengikuti dan mengawasinya dari belakang). 
  • Membantu menenangkan anak dalam berbagai situasi negatif.
  • Memberikan kesempatan kepada anak untuk menghadapi dan menyelesaikan masalahnya sendiri.
  • Mendorong potensi dan kemampuan anak dengan mendukung anak melakukan hal-hal positif yang disukainya, meskipun itu berarti anak harus pulang lebih sore karena ikut kursus.
  • Memberikan pengertian bahwa kegagalan merupakan hal yang harus dihadapi dan dijadikan pelajaran.
  • Membangun komunikasi yang baik, salah satunya dengan cara mendengarkan cerita anak.
  • Bersikap tegas ketika anak melewati batas-batas yang sudah ditetapkan, misalnya pulang larut malam tanpa mengabari terlebih dulu.
  • Percaya kepada anak. Anda sendiri harus belajar menenangkan diri dan lebih percaya pada kedewasaan anak supaya ia bisa berkembang dengan baik.

Baca Juga:

Sumber
×
Pantau Perkembangan Anak Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan si kecil.
Error message goes here
Daftar
*Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anak anda: [num] bulan Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Pantau Perkembangan Anak Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan si kecil.
Error message goes here
Daftar
*Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anak anda: [num] bulan Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Pantau Perkembangan Anak Anda Dapatkan update mingguan di email Anda untuk membantu memantau perkembangan si kecil.
Error message goes here
Daftar
*Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anak anda: [num] bulan We’re excited to guide you on your parenting journey. Your first email will arrive shortly. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Yang juga perlu Anda baca