4 Cara Sederhana yang Bisa Dilakukan Ortu untuk Mengasah Empati Anak

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Empati adalah kemampuan untuk mengolah rasa yang harusnya dimiliki semua orang, sekalipun itu anak-anak. Mengajarkan anak untuk berempati sejak dini sangat penting karena hal tersebut dapat membantu mereka dalam membangun dan menjalin hubungan dengan orang-orang di sekitarnya.

Jika Anda berpikir bahwa menumbuhkan empati pada anak itu susah, Anda salah besar. Faktanya, mengasah rasa empati anak dapat dilakukan sejak dini dengan cara-cara sederhana yang bisa Anda lakukan setiap saat. Coba berbagai cara di bawah ini untuk menumbuhkan rasa empati pada anak.

Empati adalah hal penting yang harus dimiliki semua orang

motorik halus anak

Empati adalah kemampuan untuk dapat menempatkan diri pada posisi orang lain dan memahami emosi dari perasaan orang tersebut. Memiliki rasa empati berarti Anda mampu untuk mengerti apa yang orang lain rasakan dan pikirkan. Tak hanya itu, rasa empati juga membuat Anda memahami kondisi orang lain, di mana Anda benar-benar merasakan dan memikirkan bagaimana ketika Andalah yang berada pada situasi tersebut.

Setiap orang, termasuk anak-anak, harusnya memiliki kemampuan untuk berempati. Penelitian telah menemukan bahwa empati adalah salah satu hal penting yang harus dimiliki setiap orang karena membantu membangun serta mempertahankan hubungan yang sehat dan bahagia dengan orang lain.

Tanpa adanya empati di dalam diri anak-anak, maka mereka cenderung akan bersikap tidak peduli dengan sekitarnya. Anak-anak juga tidak mau dan tidak bisa merasakan penderitaan yang dialami orang lain. Bahkan, anak juga bisa saja tidak menunjukkan rasa menyesal setelah menyakiti orang lain. Alhasil, anak akan lebih sering merendahkan, meremehkan, atau mengucilkan orang lain yang sedang mengalami kesulitan.

Jika buah hati Anda tumbuh tanpa rasa empati, ia akan sulit mendapatkan teman karena ia dijauhi atau tidak disukai teman-temannya. Apabila hal tersebut terus-terusan terjadi, tentu akan berpengaruh pada keadaan jiwanya saat dewasa. Saat anak Anda dewasa, ia akan jadi lebih mudah stres, cemas, depresi, hingga berniat melakukan bunuh diri.

Rasa empati sudah mulai terbentuk sejak bayi

perkembangan bayi 8 minggu

Anak-anak sudah mampu menunjukkan rasa empatinya sejak usia 8 hingga 10 bulan. Sejak usia tersebut, anak Anda umumnya sudah bisa menunjukkan bentuk empati mereka ketika melihat seseorang yang menangis.

Secara tak sadar, mereka akan memperlihatkan raut wajah yang tampak sedih juga. Meski begitu, tidak semua bayi dapat menunjukkan rasa empati ini karena setiap anak memiliki perkembangan yang berbeda-beda.

Berbagai cara menumbuhkan rasa empati pada anak

komunikasi dengan anak hubungan anak dengan orangtua

Empati bukanlah suatu hal yang bisa muncul dengan sendirinya sejak kita lahir. Sebaliknya, rasa ini akan muncul jika dipupuk sejak dini oleh orangtua atau lingkungan sekitar. Oleh sebab itu, dibutuhkan waktu yang lama untuk menumbuhkan rasa empati di dalam diri seseorang.

Nah, jika Anda bertanya-tanya bagaimana cara menumbuhkan rasa empati pada anak sejak dini, berikut beberapa tips yang bisa Anda coba:

1. Pastikan kebutuhan emosional anak Anda terpenuhi

Agar seorang anak dapat merasakan dan mengekspresikan rasa empatinya kepada orang lain, pastikan bahwa kebutuhan emosionalnya sendiri sudah dipenuhi terlebih dahulu. Jadi sebagai orangtua, pastikan Anda dapat memberikan dukungan emosional anak sebelum mereka memberikannya kepada orang lain.

Contohnya jika raut wajah anak menunjukkan kesedihan, Anda bisa mengatakan, “Ibu merasa cemas kalau lihat kamu sedih seperti ini terus. Jangan sedih, senyum dong biar cantiknya kelihatan..”

2. Ajari anak Anda cara mengatasi emosi negatif

Setiap orang pasti pernah mengalami emosi negatif seperti rasa marah dan cemburu. Namun, jangan biarkan anak Anda menunjukkan emosi negatif ini terus-terusan. Mulai sejak dini, Anda harus mengajari anak Anda cara mengatasi emosi negatif dengan cara yang positif.

Ketika anak Anda memukul temannya, jangan langsung memarahinya. Sebaiknya pisahkan pertengkaran tersebut dan tunggu sampai anak Anda agak tenang.

Nah, setelah dirasa sudah tenang, pelan-pelan ajak anak Anda dan temannya untuk berbicara tentang apa yang mereka rasakan masing-masing. Dengarkan penjelasan mereka dengan seksama. Setelah itu berilah pemahaman kepada anak bagaimana cara mengekspresikan perasaan mereka dengan cara yang lebih adaptif.

Contohnya, Anda bisa memberi penjelasan seperti, “Kamu kayanya kesal sekali ketika Budi mengambil mobil-mobilan mu. Ibu pikir itu sebabnya kamu akhirnya memukul Budi. Tak perlu memukul, karena kamu bisa bicara baik-baik kepada Budi.”

Sampaikan juga cara yang sebaiknya dilakukan anak Anda, “Kamu bisa loh, bilang ke Budi pelan-pelan kalau sekarang sudah gilaran kamu untuk main, dan kamu bisa kasih mobilnya nanti setelah kamu selesai main”

3. Tanyakan, “Bagaimana perasaanmu?”

Ketika anak tak mau mengalah dan secara tidak sengaja memukul teman atau saudara kandungnya, Anda perlu menjelaskan bahwa perilaku seperti itu dapat menyakiti orang lain secara fisik atau emosional.

Cobalah mengatakan sesuatu seperti, “Bagaimana perasaanmu jika seseorang mengambil mainanmu?” atau “Bagaimana perasaanmu jika seseorang memukulmu?”

Sebutkan tentang perasaan itu dan bantu anak Anda memahami emosi dan perasaan tersebut.

Jika anak Anda berperilaku baik terhadap seseorang, seperti mencoba menghibur teman yang menangis, katakan, “Kamu baik sekali karena sudah khawatir tentang kondisi teman mu, Ibu yakin teman mu pasti merasa senang lagi setelah kamu menghiburnya.”

Sementara jika anak Anda berperilaku tidak baik atau negatif, katakan, “Ibu tahu kamu mungkin merasa sangat marah, tapi apa yang kamu lakukan tadi justru membuat temanmu sedih karena kamu mengambil mainannya secara paksa. Kamu ngga mau ‘kan liat teman mu sedih?”

4. Berikan contoh yang baik

Anak adalah peniru yang ulung. Segala hal baik dan buruk yang ia tunjukkan tak terlepas dari caranya meniru perilaku orangtua atau orang-orang di sekitarnya. Oleh karena itu, untuk menumbuhkan rasa empati anak, pastikan Anda juga memberikan contoh yang baik.

Tunjukkan padanya menjadi orang yang sopan, bersikap baik dan penuh kasih terhadap semua makhluk hidup. Dengan membantu anggota keluarga, teman, tetangga, dan bahkan orang lain yang mengalami kesulitan, Anda sudah mengajari si kecil bagaimana menjadi orang yang berempati.

Baca Juga:

Sumber