4 Prinsip yang Wajib Dipegang Ortu Dalam Mendidik Remaja

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Remaja menjadi masa di mana anak mengalami peralihan usia. Di usia ini, ini orangtua perlu pintar-pintar memberikan pengarahan agar anak tak salah langkah. Berikut berbagai tips bijak dalam menuntun serta mendidik anak remaja Anda di rumah.

Tips mendidik anak remaja

mendidik anak remaja putri

1. Jadilah pendengar yang baik

Di usia remaja biasanya anak mulai mengalami berbagai gejolak dalam dirinya, dari masalah pubertas hingga pergaulannya. Ada banyak hal yang mungkin ingin disampaikannya untuk sekadar bertanya atau mengutarakan berbagai kegelisahan dan pertanyaan yang muncul dalam pikirannya.

Untuk itu, orangtua wajib menjadi pendengar yang baik bagi putra-putrinya. Jangan sampai anak justru mencari pelampiasan lain yang negatif hanya karena merasa tidak didengar dan tidak punya teman bicara. Selain itu percayalah, dengan menjadi pendengar, anak juga akan melakukan sebaliknya ketika Anda yang berbicara atau memberi saran.

2. Hormati privasi anak

Orangtua sering kali menganggap urusan anak adalah urusannya juga. Hal ini memang berlaku saat anak masih kecil. Akan tetapi, ketika anak beranjak remaja, orangtua perlu memahami bahwa anak mulai memiliki urusannya sendiri.

Seiring dengan pertambahan usianya, orangtua terkadang lupa bahwa anak juga memiliki privasi. Kamar dan telepon genggam termasuk bagian dari privasi anak yang sebaiknya tidak dicampuri.  Jangan lagi asal membuka ponsel anak Anda tanpa seizinnya hanya karena penasaran dengan siapa ia chatting tiap harinya.

3. Sepakati aturan-aturan penting

Menyepakati aturan penting merupakan hal yang perlu dilakukan antara anak dan orangtua. Saat remaja, Anda tak lagi bisa mengaturnya dengan mudah. Bahkan anak terkadang lebih suka menghabiskan waktu bersama teman-temannya di luar ketimbang di rumah.

Untuk itu, Anda perlu membuat berbagai kesepakatan penting. Misalnya pulang tidak boleh lewat dari jam 8 malam atau tidak boleh merokok dan minum alkohol. Usahakan untuk membuat kesepakatan yang Anda dan anak setujui. Ketika anak menyepakatinya maka ia akan memiliki tanggung jawab dan tidak merasa terpaksa dalam menaatinya.

Kuncinya adalah memberi pengertian kenapa aturan tersebut diterapkan. Jadi jangan cuma melarang dan memarahi anak, tapi perlakukan anak layaknya orang dewasa yang bisa diajak diskusi.

4. Jadi teladan yang baik

Merupakan hal yang wajar saat orangtua memiliki harapan untuk anak-anaknya. Oleh karena itu, beri tahu dan beri contoh nyata mengenai harapan Anda padanya. Misalnya berharap anak berperilaku baik dan selalu menolong orang, belajar dengan giat, dan sederet harapan lainnya. Anda sendiri sebagai orangtua juga harus bisa mencontohkan sikap-sikap tersebut sebagai tolak ukur anak.

Meski ia mungkin merasa banyak dituntut, anak jadi bisa lebih memilah mana sikap yang sebaiknya dilakukan dan mana yang tidak.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca