Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

5 Cara Cerdik Mengajarkan Anak Mengelola Keuangan Sejak Dini

5 Cara Cerdik Mengajarkan Anak Mengelola Keuangan Sejak Dini

Anak akan belajar segala hal pertama kalinya dari orangtua. Salah satu hal yang harus diajarkan sejak dini adalah masalah keuangan. Tak hanya mengenalkan uang pada anak, Anda juga perlu mengajarkan anak tentang bagaimana mengatur uang dengan baik, dari mana uang berasal dan untuk menghemat uang tersebut.

Berikut beberapa cara mengajarkan anak mengatur dan mengelola keuangan sejak dini.

Tips mengajarkan anak mengatur keuangan

1. Beri tahu dari mana uang berasal

anak perempuan kasih sayang ayah

Tanyalah pada anak Anda dari mana uang berasal, mungkin ia akan menjawab dari bank, ayah dan ibu, presiden, atau orang kaya.

Anak belum mengerti sepenuhnya bahwa keluarga Anda membeli atau mendapatkan sesuatu dengan bekerja. Maka itu, Anda bisa memberi tahu si kecil ada banyak pekerjaan yang dapat menghasilkan uang.

Tekankan padanya bahwa ia tidak bisa mendapatkan uang dengan cuma-cuma tanpa bekerja.

Sebagai orangtua, Anda bisa melatihnya mengenal ‘pekerjaan’ dan menghasilkan uang dengan cara memintanya untuk membantu pekerjaan rumah yang ringan. Misalnya, membantu Anda membuat kue atau cokelat dan kemudian menjualnya.

Dengan begitu, si kecil akan mengerti dari mana uang berasal dan harus melakukan suatu pekerjaan dulu jika ingin mendapatkannya.

2. Buat permainan jual beli

mengenalkan uang pada anak

Ajak anak bermain jual beli seperti dalam sebuah toko atau pasar. Tempelkan label harga pada barang-barang rumah tangga, berikan si kecil uang belanja, dan berpura-pura belanja di toko rekayasa ini.

Anak Anda dapat membuat daftar hal-hal yang ingin dibeli dengan uang yang ia miliki. Memilih barang-barang yang dijual dan menghitung jumlah belanjanya.

Untuk melatih keterampilan berhitungnya, beri ia kesempatan untuk menjadi kasir. Saat ia sudah mulai cerdas dalam hal mengatur pengeluaran, Anda bisa memberikan kesempatan pada si kecil untuk belanja di toko yang sebenarnya.

3. Buatkan tabungan khusus

Menyisihkan uang untuk keperluan anak adalah keharusan. Uang yang Anda sisihkan untuk anak Anda bisa dibuat menjadi tabungan untuk anak Anda.

Saat tabungan untuk anak Anda sudah mulai terkumpul, Anda bisa mengajak si kecil ke bank. Beri tahu padanya jumlah tabungannya saat ini, tanyakan apakah ia ingin mengambil seluruhnya atau disimpan sebagian untuk keperluannya saat dewasa nanti.

Berikan alasan mengapa ia perlu menyimpan tabungannya, atau perlu diambil.

4. Biasakan si kecil untuk menyisihkan uangnya

mengajarkan anak menabung

Nah, langkah berikutnya adalah membiasakan si kecil menabung. Anda bisa mulai dengan cara memberikannya celengan lucu dan meminta si kecil untuk menyisihkan uang jajannya.

Ingatkan si kecil setiap hari untuk menabung di celengannya tersebut. Bila sudah penuh atau banyak, Anda bisa memberikan si kecil reward atau hadiah karena ia sudah mampu menabung.

Anda bisa membelikan barang kesukaannya yang tentu bermanfaat dari tabungan yang telah terkumpul itu. Dengan begitu, si kecil akan mendapatkan manfaat menabung sejak kecil.

5. Kenalkan mana yang disebut kebutuhan dan keinginan

cara mendisiplinkan anak

Anak Anda mungkin sering minta belikan mainan atau sepeda baru, atau hal-hal lain yang diinginkan. Kenalkan padanya mana yang disebut kebutuhan yang harus dibeli dan mana yang merupakan keinginan.

Anda dapat mengatakan kepadanya bahwa kebutuhan adalah sesuatu yang harus dimiliki untuk bertahan hidup, seperti makanan, air, dan tempat tinggal. Jelaskan juga bahwa keinginan adalah sesuatu yang ingin ia miliki.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

5 Real-Life Finance Lessons for Kids https://www.parents.com/parents-latina-magazine/5-real-life-finance-lessons-for-kids/ diakses 23 September 2018.

Talking about money choices, big and small https://www.consumerfinance.gov/consumer-tools/money-as-you-grow/talking-about-financial-decisions/ diakses 23 September 2018.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Andisa Shabrina Diperbarui 31/03/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x