6 Tips Sukses Berkomunikasi Dengan Anak yang Sedang Beranjak Remaja

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Menjaga komunikasi dengan anak Anda yang sedang beranjak remaja tentu tidak semudah saat mereka masih kanak-kanak. Di usia tersebut, sering kali mereka merasa sudah cukup dewasa dan mampu untuk melakukan apapun sendiri. Karena itu, tidak heran jika di usia tersebut mereka akan lebih sulit diajak untuk berkomunikasi karena mereka merasa sudah punya “hak” untuk menentukan apa yang mereka ingin lakukan.

Namun sebagai orang tua, sesulit apapun yang Anda hadapi, Anda tetap perlu berada di sisi mereka untuk memberikan bimbingan, kasih sayang, dan dukungan. Beri mereka ruang untuk tumbuh, namun tetap dalam pantauan Anda; salah satunya dengan menjaga komunikasi.

Sayangnya, perbedaan pandangan antara Anda dengan anak yang sedang beranjak remaja seringkali memicu perdebatan. Hal tersebut tidak jarang membuat hubungan Anda dengan anak menjadi renggang, atau, anak Anda kehilangan kepercayaan untuk berkomunikasi dengan Anda. Karena itu berikut adalah beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk tetap menjaga komunikasi yang baik dengan anak remaja:

1. Beri mereka ruang

Anak remaja lebih bergantung pada teman-temannya. Anda tidak perlu merasa dinomorduakan atau menganggap anak Anda menjauhi Anda. Karena, di usia ini, anak Anda mulai belajar mandiri, sehingga tidak heran jika di usia ini pula anak Anda mulai lebih banyak menghabiskan waktu dengan teman-temannya atau memiliki rahasia yang Anda tidak boleh tahu.

2. Buat waktu spesial

Anda mungkin akan kesulitan berkomunikasi dengan anak karena ia lebih banyak menghabiskan waktu untuk bermain dengan teman-temannya. Karena itu, Anda perlu membuat waktu spesial untuk berkumpul dengan anak Anda, misalnya perayaan hari ulangtahun anggota keluarga atau liburan. Dengan melakukan ini, Anda tidak hanya memperbaiki hubungan Anda dengan anak, namun Anda juga mengajarkan tentang kemampuan komunikasi interpersonal.

3. Jadilah pendengar yang baik

Saat mereka masih kanak-kanak, Anda masih bisa memberikan pertanyaan langsung, misalnya, “Bagaimana sekolahnya?” atau “Bagaimana ujiannya hari ini?” untuk memulai komunikasi. Namun, pada anak remaja, pertanyaan tersebut akan terdengar mengganggu dan membuat mereka malas untuk menjawabnya.

Karena itu, saat anak Anda beranjak remaja, yang perlu Anda lakukan adalah memposisikan diri sebagai pendengar yang baik, tanpa banyak memberikan pertanyaan maupun menggurui. Dengan melakukan itu, anak Anda akan lebih nyaman dan terbuka memberikan informasi tanpa merasa dipaksa.

Jika Anda mendengarkan apa yang mereka katakan, Anda akan mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang bimbingan, perspektif, dan dukungan yang mereka butuhkan. Dengan mendengarkan, mereka juga akan tahu bahwa mereka mendapatkan perhatian penuh dari Anda, dan Anda sedang berusaha untuk memahami perasaan mereka.

4. Komunikasi dua arah

Menjadi pendengar yang baik bukan berarti Anda tidak boleh mengeluarkan satu patah katapun. Tentu saja Anda tetap bisa memberikan saran dan nasihat kepada anak Anda. Komunikasi dua arah ini sangat penting dilakukan karena dapat membuat anak Anda merasa didengar dan dipahami, sehingga membuat mereka lebih terbuka dengan Anda.

5. Beri mereka “bekal” informasi dalam bergaul

Usia pra-remaja merupakan usia yang rentan karena di usia ini mereka akan melihat banyak hal di lingkungannya. Karena itu, Anda perlu memberanikan diri untuk membicarakan tentang pergaulan remaja saat ini.

Anda perlu memberikan informasi yang tepat kepada mereka (termasuk tentang seks, rokok, narkoba, alkohol, dan lain-lainnya); karena jika tidak, mereka akan mendapatkan informasi yang belum tentu benar dari orang lain. Hal ini dilakukan untuk membangun pondasi yang kuat dan memberikan mereka informasi yang sesuai dengan perkembangan.

6. Jangan ragu bertanya pada mereka

Tidak jarang, anak Anda akan menggunakan bahasa gaul yang mereka gunakan dengan teman-temannya. Jadi, jika Anda tidak tahu arti dari bahasa tersebut, Anda tidak perlu ragu untuk bertanya tentang makna bahasa tersebut. Semakin banyak Anda kenal dan sesekali menggunakan kata-kata tersebut, anak akan merasa dekat dengan Anda.

Baca Juga:

Yang juga perlu Anda baca