5 Cara Efektif Mengatasi Anak Malas Belajar

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 13 April 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Menghadapi anak malas belajar dapat membuat Anda sebagai orangtua merasa kebingungan. Tenang, Anda tidak sendiri. Ada banyak orangtua yang menghadapi masalah yang sama. Namun, Anda sebenarnya tidak perlu terlalu khawatir. Pasalnya, ada cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi anak yang malas belajar. Simak penjelasannya di bawah ini, ya.

Cara-cara mengatasi anak yang malas belajar

Jika anak Anda malas belajar dan seolah tidak memiliki motivasi untuk belajar di sekolah, ada beberapa cara yang bisa Anda terapkan demi mendukung proses pembelajaran anak, baik di rumah maupun di sekolah.

1. Terlibat dalam proses belajar

Sebagai orangtua, keterlibatan Anda dalam proses belajar anak adalah hal yang cukup penting. Agar anak Anda tidak malas belajar, Anda bisa mengatasi dengan cara menunjukkan pada anak bahwa Anda peduli dengan aktivitas belajarnya di sekolah.

Anda bisa menunjukkannya dengan menemani anak mengerjakan pekerjaan rumah, bertanya mengenai apa saja yang dipelajarinya di sekolah juga bisa Anda lakukan sebagai cara mengatasi anak yang malas belajar.

Melansir Child Mind Institute, dengan menunjukkan rasa tertarik pada kegiatan sekolah anak, Anda bisa menunjukkan kepada anak bahwa sekolah dan belajar bisa menjadi hal yang menarik sekaligus menyenangkan.

Hal ini merupakan cara yang efektif untuk mengubah pola pikir dan cara pandang anak terhadap kegiatan belajar di sekolah. Namun, strategi ini mungkin sudah tidak terlalu mempan bagi anak yang sudah beranjak remaja. Pasalnya, anak yang memasuki usia remaja mungkin akan merasa sedikit terganggu saat Anda terlalu banyak bertanya.

Meski begitu, bukan berarti Anda tidak melibatkan diri pada proses belajar anak saat ia telah beranjak remaja. Anda hanya perlu memberinya lebih banyak keleluasaan. Agar anak tidak merasa diinterogasi, Anda juga bisa membagikan cerita tentang kegiatan yang Anda lakukan.

Di samping itu, saat anak Anda malas belajar, jangan memberinya paksaan karena selain membuatnya tidak mau belajar, hubungan Anda dengan anak mungkin akan semakin menjauh.

2. Jangan memaksa anak belajar

Salah satu cara yang tepat untuk mengatasi anak yang malas atau tidak mau belajar adalah jangan memaksanya untuk belajar. Meski terdengar seperti ironi, tapi memaksa anak Anda untuk belajar memang bukan cara yang baik. Apalagi jika Anda memaksanya belajar agar mendapatkan nilai yang bagus di sekolah.

Memiliki nilai yang baik memang penting, hanya saja, saat anak Anda kesulitan untuk meraihnya, hal itu justru bisa membuatnya semakin malas untuk belajar. Maka itu, alih-alih memintanya belajar demi mendapatkan nilai yang bagus, Anda bisa mendorongnya untuk  fokus pada materi pembelajaran.

Di samping itu, Anda perlu memahami kondisi melalui sudut pandangnya, dan bagaimana anak Anda memaknai proses belajar itu sendiri. Dari situ, Anda mungkin bisa membuat anak Anda bertanggung jawab dengan kegiatannya di sekolah melalui cara yang positif bagi anak Anda.

Dengan begitu, anak yang tadinya malas belajar karena merasa tidak bisa mendapatkan nilai yang baik mungkin menjadi lebih tenang dalam proses belajar. Ketenangannya bisa menjadi kunci agar lebih fokus memahami materi pembelajaran. Biasanya, anak yang bisa memahami materi akan berujung dengan nilai yang baik pula.

3. Ciptakan suasana yang nyaman untuk belajar

Sebagai orangtua, Anda juga bisa mengatasi anak yang malas belajar dengan cara menciptakan suasana belajar yang kondusif di rumah. Pastikan bahwa kebutuhan belajar anak di rumah juga tersedia agar motivasi belajar anak meningkat. Sebagai contoh, alat-alat tulis seperti kertas, pensil, dan pena tersedia agar memudahkan anak dalam belajar.

Jika kebutuhan belajar anak tidak tersedia, dikhawatirkan waktu yang dimiliki anak untuk belajar justru terpakai untuk mencari kebutuhan-kebutuhan tersebut. Di samping itu, Anda juga harus mengontrol suara-suara di rumah yang mungkin saja menjadi salah satu faktor yang mengganggunya belajar.

Semakin sulit anak belajar secara kondusif di rumah, ia akan semakin malas untuk belajar. Maka itu, cara mengatasi anak yang malas belajar adalah mengurangi suara-suara seperti televisi, musik, atau suara lain yang membuatnya terganggu atau terdistraksi. Saat suasana tenang dan nyaman, anak yang tadinya tidak mau belajar mungkin menjadi lebih bersemangat.

4. Memberikan hadiah

Mungkin banyak di para orangtua yang tidak yakin dengan iming-iming hadiah agar anak lebih bersemangat. Pasalnya, ditakutkan motivasi anak belajar jadi bergeser. Namun, tidak ada salahnya memberikan penghargaan atau hadiah bagi anak Anda untuk mendorongnya belajar.

Hadiah yang Anda berikan tidak perlu berupa materi. Penghargaan untuk anak juga bisa berupa pujian, pelukan, atau tanda kasih sayang lain yang tidak bisa dinilai secara materi. Anak Anda mungkin justru lebih termotivasi dengan hal itu sehingga tidak malas lagi jika harus belajar. Pasalnya, rasa kasih sayang adalah hal yang menyenangkan bagi anak-anak.

Di samping itu, sesekali mengajaknya makan enak atau sekedar membelikannya makanan yang disukainya juga bisa menjadi bentuk lain dari hadiah yang Anda berikan. Anda tidak perlu menyatakan bahwa hal tersebut adalah hadiah karena ia telah rajin belajar. Hal yang terpenting adalah tetap mengikuti aturan memberikan hadiah pada anak agar sesuai dengan porsinya.

5. Hargai setiap usaha anak

Menghargai usaha anak dalam belajar tidak melulu dengan memberikan hadiah. Dengan tidak memarahinya karena mendapat nilai yang jelek saja sudah menjadi salah satu bentuk “penghargaan”. Anak biasanya merasa tertekan saat Anda marah karena ia tidak berhasil mendapatkan nilai yang baik.

Hal ini bisa membuat anak stres dan rasa malas belajar pun muncul. Bisa saja anak Anda merasa bahwa percuma saja belajar karena ia merasa bahwa nilainya belum terjamin akan baik meski telah belajar. Alih-alih memarahinya, cobalah untuk berkomunikasi dengan anak Anda. Salah satu cara yang juga bisa Anda lakukan untuk mengatasi anak yang malas belajar adalah tanyakan padanya, apa kesulitan yang dihadapinya saat belajar.

Orangtua sebaiknya menunjukkan apresiasi atau rasa bangga terhadap upaya anak, meski berujung dengan nilai anak tidak sesuai harapan. Anda bisa membicarakan dengan anak perihal ini, dan komitmen apa yang kira-kira bisa Anda dan anak lakukan bersama demi membantunya lebih semangat dalam belajar. Biasanya, anak akan lebih mendengarkan orangtua, jika Anda bisa dianggap bisa memahaminya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Perkembangan Anak Usia 9 Tahun, Apakah Sudah Sesuai?

Perkembangan anak usia 9 tahun mencakup perkembangan fisik, kognitif, emosional, sosial, dan bahasa. Apa saja yang dialami anak pada usia ini?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Anak 6-9 tahun, Tumbuh Kembang Anak 6-9 Tahun, Parenting 26 April 2020 . Waktu baca 9 menit

Memahami Perkembangan Motorik Anak SD Usia 6-12 Tahun

Perkembangan motorik anak tidak berhenti pada usia balita, tapi berlanjut pada anak usia sekolah dasar (SD). Apa saja perkembangan motorik yang terjadi?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Anak, Parenting 17 April 2020 . Waktu baca 7 menit

4 Cara Mengajarkan Anak Menjaga Kebersihan Lingkungan

Kebersihan lingkungan merupakan hal yang penting bagi kehidupan manusia. Lalu, bagaimana mengajarkan anak untuk menjaga kebersihan lingkungan?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Parenting, Tips Parenting 11 April 2020 . Waktu baca 4 menit

Benarkah Langkah Orangtua Memberi Hukuman Mengurung Anak?

Saat anak berbuat kesalahan, orangtua terkadang memberi hukuman dengan mengurung anak di kamar untuk merenungi kesalahannya. Apakah hal ini baik dilakukan?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Parenting, Tips Parenting 3 April 2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pendidikan montessori

Mengenal Metode Pendidikan Montessori: Membebaskan Anak untuk Bereksplorasi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 17 September 2020 . Waktu baca 4 menit
menjelaskan rasisme kepada anak

Tips Menjelaskan Rasisme kepada Anak Sejak Dini

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 12 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit
agar anak mau mendengarkan orang tua

Bukan Dimarahi, Ini 5 Cara Agar Anak Mau Mendengarkan Orangtua

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 30 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit
menghukum anak berbohong

Menghukum Anak Karena Berbohong Justru Akan Membuatnya Berbohong Lagi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 29 April 2020 . Waktu baca 5 menit