Bukan Dimarahi, Ini 5 Cara Agar Anak Mau Mendengarkan Orangtua

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 30/05/2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Setiap orangtua pada dasarnya memiliki cara mendidik anak versinya masing-masing. Tentu hal ini didasari oleh berbagai pertimbangan. Namun, setiap orang tua tentu berharap anak mau mendengarkan setiap nasihat dan kata-kata orangtuanya. Kemampuan mendengarkan dan menghargai orang lain itu perlu dilatih sejak dini, lho. Tak mungkin muncul begitu saja dalam diri anak. Ya, Anda tidak bisa menuntut si kecil untuk mendengarkan orangtuanya bila Anda sendiri tidak pernah membimbingnya dengan tepat.

Cara mendidik yang tepat agar anak mau mendengarkan orangtua

1. Jangan membentak-bentak

Menurut Mary Rourke, Ph.D. dari Widener University’s Institute for Graduate Clinical Psychology dalam Parents, anak usia 7-8 tahun mulai menyadari bahwa mereka punya kendali atas diri mereka sendiri, termasuk memilih untuk mendengarkan atau tidak. Anak dalam rentang usia tersebut juga lebih tertarik pada dunia di luar rumah dan keluarga, misalnya di sekolah atau di lingkungan mainnya. Maka, mereka cenderung menikmati dunia barunya dan tak menghiraukan perkataan orangtua.

Jika Anda mengalami hal ini, jangan berteriak atau membentak saat memberi perintah pada anak. Luangkan waktu sejenak dan ajak anak duduk santai bersama sambil menikmati camilan kesukannya. Setelah membangun suasana yang hangat, beri tahu si kecil bahwa ketika orangtua berbicara padanya, ia perlu mendengarkan dengan baik.

Beri contoh yang nyata soal kejadian di mana anak tidak mendengarkan omongan Anda. Tanpa menyalahkan si kecil, coba gambarkan bagaimana perasaan Anda saat anak enggan menuruti perkataan orangtua dan beri tahu juga betapa bahagianya ketika anak dengan mudah mendengarkan Anda.

2. Dengarkan keinginan anak

Menurut dr. Gail Saltz, seorang psikoanalis, cara paling penting untuk berbicara sehingga anak Anda bersedia menuruti adalah dengan mendengarkan apa keinginannya. Pasalnya, saat anak merasa orangtua mendengarkan dirinya, maka mereka akan merasa lebih dihargai dan lebih dipercaya sehingga menjadi lebih tertarik pada apa yang Anda katakan.

Hal ini diperkuat dengan pernyataan dari Mark Kopta, Ph.D., profesor psikologi di University of Evansville, menurutnya perkataan orangtua akan lebih mudah didengarkan oleh anak ketika orangtua mendengarkan apa yang ada di pikiran anak. Mudahnya, saat Anda dihadapkan dengan masalah yang melibatkan anak Anda, cobalah dengarkan apa yang menjadi penyebab mereka melakukan hal itu.

Kemudian tempatkan diri Anda di posisi mereka dan bagaimana perasaannya. Terakhir, kembalikan ke permasalahan semula maka Anda akan mengetahui alasan anak enggan menuruti perintah orangtua.

3. Berikan instruksi yang tegas, tapi tetap hangat

Cara mendidik anak lainnya yang tak kalah penting agar mau menuruti perkataan orangtua yakni dengan memberikan instruksi yang tegas padanya, namun tetap hangat. Hindari nada suara tinggi seperti berteriak-teriak sehingga anak lebih nyaman untuk menaati arahan dan bimbingan Anda.

4. Cari tahu kenapa anak tidak mau mendengarkan

Langkah lain yang bisa Anda lakukan adalah dengan mencari tahu apa penyebab anak bersikap demikian. Misalnya, anak-anak usia sekolah cenderung menghabiskan sebagian besar waktunya di sekolah dengan menaati berbagai instruksi.

Nah, karena itulah anak akan merasa rumah seharusnya menjadi tempat ia bisa bebas tanpa terikat oleh berbagai macam peraturan. Akhirnya ia cenderung tak mengacuhkan perkataan Anda.

Tanyakan pada anak baik-baik, apa yang membuatnya malas mendengarkan. Jangan lupa diskusikan dengan anak, seperti apa cara berkomunikasi yang dia inginkan agar anak mau mendengarkan.

5. Berikan anak waktu untuk berubah

Mempertimbangkan berbagai cara mendidik anak sesuai dengan wataknya memang tidak mudah. Untuk itu, sebaiknya jangan terlalu berharap segera memperoleh hasil yang instan. Pasalnya, membangun proses komunikasi yang baik merupakan suatu proses yang membutuhkan waktu tidak sebentar.

Daripada Anda mengharapkan anak langsung mau mendengarkan Anda dengan penuh perhatian, sebaiknya amati perkembangan perubahan sikapnya saat menerima perkataan Anda. Bila anak memang menunjukkan perubahan, pujilah perubahan tersebut.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Cara Mudah Mengatasi Ruam Susu Pada Bayi ASI Eksklusif

Para ibu mungkin sudah tidak asing lagi dengan kemunculan ruam susu atau ruam di pipi bayi. Namun, apakah ruam susu itu dan bagaimana cara mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 25/06/2020 . Waktu baca 4 menit

Ilmuwan Jepang Ungkap Cara Sempurna Memeluk Bayi

Baru-baru ini ilmuwan jepang menemukan rahasia cara sempurna memeiuk bayi. Bagaimana caranya agar bayi nyaman dan tenang?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Parenting, Tips Parenting 25/06/2020 . Waktu baca 4 menit

Apa Akibat Anak Sering Dibentak? Orangtua Perlu Tahu Ini

Membentak anak dapat memberikan dampak yang buruk. Apa akibat dari anak terlalu sering dibentak dan apa yang harus dilakukan orangtua?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Parenting, Tips Parenting 22/06/2020 . Waktu baca 8 menit

Begini Alasan Adanya Mata Plus pada Anak

Mata plus sering dikenal sebagai penyakit orang tua. Padahal banyak juga kasus mata plus pada anak. Baca terus dan pelajari berbagai penyebab dan gejalanya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Mata, Hidup Sehat 20/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mengatasi anak step kejang demam saat anak kejang

Apa yang Harus Diakukan Jika Anak Step (Kejang Demam)

Ditulis oleh: dr. Angga Maulana
Dipublikasikan tanggal: 21/07/2020 . Waktu baca 5 menit
Konten Bersponsor
penyebab stunting

Benarkah Cacingan Bisa Menyebabkan Stunting pada Anak?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 5 menit

Ini Akibatnya Jika Bayi Memakai Popok Terlalu Lama

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 5 menit
mengatasi ruam popok bayi

Si Kecil Mengalami Ruam? Berikut 8 Cara Mengobatinya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 7 menit