5 Cara Memotivasi Anak untuk Membereskan Rumah

Oleh

Jika anak Anda tak mau membereskan kamarnya atau mainannya sendiri, apalagi membantu Anda mengerjakan pekerjaan rumah tangga, mungkin ini karena cara ajakan Anda salah. Jangan biarkan anak bermalas-malasan. Latih tanggung jawab dan kebiasaannya merawat tempat tinggal dengan lima cara menyenangkan berikut ini.

1. Buatlah seperti permainan

Jika Anda ingin anak Anda membantu masak di dapur, buatlah waktu masak menjadi seperti sebuah pesta dansa. Minta anak Anda menjadi chef dan yang lain menjadi DJ. Chef boleh memilih apa yang ingin ia bantu dalam memasak, seperti salad sederhana atau kentang tumbuk. DJ boleh memilih lagu apa yang akan ia putarkan. Sembari menyiapkan makanan atau mencuci piring, menarilah di sekitar dapur. Cara lain untuk bermain: Cuci baju sambil berpura-pura menjadi robot atau karakter lain dari film kesukaan, atau buatlah kontes menyanyi keras-keras sambil membereskan mainan.

2. Ciptakan tantangan yang lebih susah

Memberi stiker atau pin sebagai “award” bagi anak yang membantu mengerjakan pekerjaan rumah memang efektif selama beberapa hari. Namun, lama kelamaan ia akan kehilangan minat. Daripada menggunakan sistem penghargaan yang kurang efektif untuk jangka panjang, berikan anak Anda pekerjaan rumah yang lebih menantang. Memberinya pekerjaan rumah yang terlalu gampang dan selalu sama setiap hari akan membuatnya bosan. Jika anak Anda pernah membantu Anda membersihkan kandang hamster peliharaannya, sekarang mintalah ia membersihkannya sendiri tanpa bantuan Anda. Saat ia sudah terbiasa melakukannya, tantanglah ia untuk membersihkannya lebih cepat daripada Anda. Atau, jika ia sudah bosan dengan tugas menyiram bunga di halaman, berikan ia sekop kecil dan benih untuk ditanam. Tidak apa-apa, kok, sesekali membiarkan anak Anda berkeringat.

3. Ganti rutinitas

Biarkan anak Anda memiliki kesempatan untuk menentukan menu makanan dan membantu menyiapkan masakan, setidaknya dua kali seminggu. Tapi mintalah ia untuk tidak memilih menu yang sama di bulan yang sama (kecuali ada acara spesial). Ini dapat membuatnya lebih cerdas dan berpikir lebih kreatif. Buatlah ini menjadi aktivitas yang menyenangkan, bukan pekerjaan rumah yang melelahkan. Biarkan anak Anda untuk mencampur makanan favoritnya untuk membuat menu ciptaannya sendiri. Anda juga bisa minta anak Anda untuk membersihkan kamar saudaranya, dan saudaranya membersihkan kamarnya, agar mereka tak bosan.

4. Buat ia merasa berjasa

Saat anak diajak berpartisipasi dalam suatu hal yang penting dan bermanfaat bagi orang banyak, ia akan merasa memiliki tujuan hidup yang lebih besar. Walaupun anak Anda mungkin berkata dan bertindak seperti ingin berkontribusi membantu pekerjaan rumah tangga, semua manusia pasti menginginkan rasa bahwa mereka penting, dibutuhkan, dan terhubung dengan orang lain. Dorong dan pujilah bantuannya dengan, “Terima kasih sudah membantu. Kita adalah tim yang hebat!” Berikan tepuk tangan atau high five saat ia berinisiatif membereskan mainannya atau membantu melipat pakaian.

5. Berikan ia kebebasan untuk bekerja dengan caranya sendiri

Anda tidak akan memotivasi anak Anda dengan memberinya perintah. Biarkan ia ikut memberi saran. Hal ini penting untuk membangun kepercayaan dan keyakinan akan dirinya sendiri. Kuncinya adalah tidak menggunakan bahasa yang mengatur. Daripada mendikte anak tentang apa yang harus dilakukan, gunakanlah saran yang lembut seperti, “Ibu akan senang sekali kalau kamu….” atau “Hey, lihat! Sudah jam 5! Waktunya memberi makan Si Pus.” Berikan anak Anda kepercayaan diri dengan mengatakan, “Dalam rumah ini, anak-anak membereskan tempat tidurnya sendiri karena itu hasilnya akan terlihat lebih bagus.” Semakin mandiri anak Anda, semakin termotivasi pula mereka dalam melaksanakan tugas dan menyelesaikannya.

Sumber
Yang juga perlu Anda baca