Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

5 Manfaat Menggunakan Sagu sebagai MPASI untuk Bayi

5 Manfaat Menggunakan Sagu sebagai MPASI untuk Bayi

Ketika bayi sudah memasuki usia 6 bulan, ibu sudah bisa bersiap-siap memperkenalkan MPASI (Makanan Pendamping ASI). Nah, tidak jarang timbul kekhawatiran dari ibu untuk menentukan jenis makanan pertama untuk bayi bayi. Pasalnya, bayi memiliki sistem pencernaan yang masih belum sempurna sehingga ibu harus pintar-pintar mencari bahan makanan yang mudah dicerna, bergizi dan mudah ditelan untuk bayi setiap harinya. Salah satu makanan sehat yang bisa menjadi pilihan adalah sagu sebagai MPASI untuk bayi.

Manfaat sagu sebagai MPASI bayi Anda

Sagu adalah pati yang diambil dari batang pohon sagu. Sekilas sagu memang memiliki kesamaan dengan tapioka dari mulai tampilan, rasa dan teksturnya. Meski begitu, sagu dan tapioka jelas berbeda.

dr. Priya Bharma, seorang Kepala Ahli Nutrisi di Sri Balaji Action Medical Institute, New Delhi, mengatakan, sagu adalah sumber protein, Vitamin K, nutrisi logam seperti kalsium dan zat besi yang diperlukan bagi seorang bayi untuk tumbuh. Nutrisi tersebut berperan penting dalam pertumbuhan, nutrisi, dan penyembuhan otot, sedangkan sisanya bertanggung jawab untuk menjaga kesehatan dan fleksibilitas tulang. Itu sebabnya, memilih sagu sebagai MPASI untuk bayi Anda bisa menjadi pilihan terbaik.

Berikut ini beberapa manfaat sagu untuk bayi yang harus Anda ketahui.

1. Melancarkan pencernaan

Bagi bayi sangat perlu mendapatkan asupan makanan yang mudah ditelan dan dicerna. Nah, salah satu manfaat menggunakan sagu sebagai MPASI adalah kemampuannya untuk menyembuhkan gangguan pencernaan seperti sembelit, diare, dan perut kembung yang umumnya terjadi saat bayi memasuki tahun pertama usianya.

2. Menjadi sumber kalsium

Sagu mengandung kalsium, zat besi, kalium, dan vitamin K yang sangat dibutuhkan bayi dalam untuk untuk pertumbuhan dan perkembangan tulang yang sehat. Selain itu, sagu juga bisa bermanfaat untuk memberi kalsium kepada balita yang telah berhenti menyusui atau mereka yang tidak suka minum susu.

3. Mengandung karbohidrat yang baik

Sagu merupakan sumber karbohidrat yang baik. Pasalnya, sagu mengandung banyak pati yang dikemas dengan karbohidrat yang tepat sehingga akan membantu si kecil lebih berenergi sepanjang hari. Jadi jangan heran jika kandungan karbohidrat ini juga memungkinkan sagu menjadi makanan pokok di beberapa wilayah di dunia.

4. Membantu kenaikan berat badan

Jika si kecil memiliki masalah berat badan, yang mana terlalu kurus dibandingkan dengan bayi lain seusianya, memberikan sagu sebagai MPASI bisa jadi salah satu solusi. Pasalnya, sagu mengandung karbohidrat sehat yang tinggi sehingga bisa membantu menaikan berat badan bayi Anda dengan cepat. Selain harganya yang sangat terjangkau, sagu pun cukup mudah dimasak. Itu sebabnya sagu lebih baik dari kebanyakan suplemen yang tersedia di pasaran.

5. Menjaga suhu tubuh bayi agar tetap sejuk

Menurut “The New Oxford Book of Food Plants,” obat tradisional India menggunakan sagu yang dicampur dengan nasi untuk membantu mendinginkan tubuh. Karena itu, sagu bisa berfungsi sebagai obat herbal untuk mengobati penyakit akibat suhu panas yang terlalu tinggi di dalam tubuh seperti demam.

Hal yang harus diperhatikan saat memberikan MPASI untuk bayi

Sebelum mulai memberikan MPASI, pastikan jika bayi Anda harus bisa duduk (dengan bantuan), mengangkat kepala, dan melumat makanan. Dia juga harus sudah memiliki refleks yang membuat dia dapat memuntahkan apapun kecuali cairan. Hal ini berguna untuk mengantisipasi agar si bayi tidak tersedak saat makan.

Untuk memperkenalkan makanan pada bayi, mulailah dengan satu jenis makanan. Tunggu paling tidak selama 4 hari sebelum mengenalkan makanan jenis lain. Adanya tenggang waktu membuat bayi makin mengenal dan bisa menerima makanan barunya. Reaksi alergi biasanya baru muncul beberapa hari setelah jenis makanan itu dikonsumsi. Jika timbul reaksi alergi jenis tertentu, Anda jadi tahu persis penyebabnya.

Selain itu, jangan menambahkan madu untuk mempermanis makanan padat si kecil, kecuali jika si kecil sudah berumur lebih dari satu tahun. Pemberian madu kepada bayi yang berumur kurang dari satu tahun bisa menyebabkan botulisme bayi. Jika Anda ingin menambahkan kacang atau buah-buahan, pastikan Anda menggilingnya sampai benar-benar halus.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Why Sabudana (Sago) Should Be Your Baby First Food – https://www.theindusparent.com/why-sabudana-sago-should-be-your-babys-first-food diakses pada 2 Juni 2017

Delicious Sago Recipes For Your Baby – http://www.momjunction.com/articles/delicious-sago-recipes-for-your-baby_00121301/#gref diakses pada 2 Juni 2017

What Are The Healthy Benefits of Sago – http://www.livestrong.com/article/470302-what-are-the-health-benefits-of-sago/ diakses pada 2 Juni 2017

Sago Nutrition – http://healthyeating.sfgate.com/sago-nutrition-1395.html diakes pada 2 Juni 2017

Sago Starch and Its Utilisation – https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/16233345 diakses pada 3 Juni 2017

Foto Penulis
Ditulis oleh Risky Candra Swari Diperbarui 02/12/2020
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus