Dampak Perselingkuhan Orangtua pada Psikologis Anak

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Perselingkuhan adalah masalah besar yang dalam banyak kasus, tidak ada penawarnya. Sakit hati, kecewa, atau merasa dikhianati sudah jadi dampak yang pasti ketika seseorang mengetahui kalau mereka diselingkuhi. Hal ini berlaku bukan hanya untuk pasangan suami istri. Kadang, buah hati mereka yang mengetahui salah satu dari kedua orangtua selingkuh juga merasakan dampak tersendiri. Apa dampaknya pada anak ketika mengetahui orangtua selingkuh? Bagaimana mengatasinya?

Ketika orangtua selingkuh dan dampaknya pada anak

Sulit untuk mengetahui berapa banyak anak yang berada di tengah perselingkuhan orangtuanya. Perkiraannya berkisar antara 25 persen sampai 70 persen. Kadang para orangtua juga pandai menyembunyikan perselingkuhan dan konflik mereka di depan anak-anak.

Namun, menurut Huffington Post ada sekitar satu juta anak yang orangtuanya bercerai setiap tahun. Perselingkuhan cenderung menjadi salah satu faktor utama perpisahan suami istri terjadi.

Ditemukan juga bahwa dampak orangtua selingkuh bisa membuat anak mengalami syok, marah, gelisah, dan bahkan malu sama sekitar karena keluarganya berpisah. Parahnya lagi, anak mungkin akan memiliki masalah dalam membangun kepercayaan, cinta dan kasih sayang dengan seseorang ke depannya nanti.

Ana Nogales, seorang penulis buku perselingkuhan sekaligus psikolog klinis, mengatakan bahwa ada segelintir dampak yang dirasakan anak ketika orangtua selingkuh.

  1. Ketika mendapati orangtua selingkuh, biasanya anak jadi sulit percaya pada orang lain. Mereka akan beranggapan bahwa orang yang mereka cintai bisa berbohong atau menyakiti mereka. Dikhawatirkan juga, mereka nantinya akan meyakini bahwa tidak ada pernikahan yang akan langgeng. Anak cenderung mudah bermain dengan komitmen setia pada satu orang.
  2. Jika orangtua selingkuh dan menyuruh anaknya ikut merahasiakan perbuatan tersebut, anak Anda bisa mengalami beban mental yang luar biasa. Rasa bersalah, tekanan dari orangtua yang beselingkuh, dan rasa mengkhianati keluarga bisa membuat depresi serta kecemasan pada diri anak.
  3. Anak yang tahu adanya kasus perselingkuhan orangtua mungkin jadi melihat bahwa pernikahan itu bukanlah sebuah janji yang sakral. Jadi, mereka bisa saja beranggapan bahwa kesetiaan itu tidak penting. Bahkan mungkin, anak akan bingung memahami apa arti dari belajar mencintai seseorang, kesetiaan, dan pernikahan itu sendiri.
  4. Siapa yang tidak marah bila dicurangi? Ya, inilah salah satu kemungkinan terbesar yang bisa berdampak pada anak Anda. Emosi anak pun akan terbelah antara benci dan merindukan kepergian orangtuanya yang selingkuh.
  5. Dari sekian banyak kasus, banyak ditemukan anak yang orangtuanya selingkuh akhirnya mengembangkan gangguan perilaku. Alih-alih menghadapi perasaan sedih, marah, atau bingung dengan keadaan keluarga, anak-anak bisa saja melampiaskannya ke aktivitas yang salah. Anak bisa terjerumus dalam perilaku berisiko untuk berusaha mengalihkan rasa sedih mereka karena orangtua yang selingkuh.

Dampak di atas juga dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut:

Faktor di atas bisa terus berkembang sesuai kondisi dan pribadi anak-anak tersebut menyikapi perselingkuhan yang dikakukan orangtuanya. Hal ini juga harus disesuaikan dengan kedewasaan dan seberapa mengerti anak tersebut soal selingkuh yang dilakukan orangtuanya. Berikut faktor-faktornya:

  • Bagaimana anak bisa mengetahui perselingkuhan tersebut.
  • Usia anak saat perselingkuhan terjadi.
  • Apakah selingkuhnya orangtua berujung pada perceraian.
  • Apakah orangtua memilih pergi dengan selingkuhannya dan meninggalkan anak.
  • Apakah anak secara tidak sengaja melihat orangtuanya selingkuh.
  • Bagaimana anak melihat sikap salah satu orangtua yang diselingkuhi.

Orangtua juga harus memikirkan anak atas perselingkuhan 

Para peneliti menyarankan orangtua untuk peduli juga dengan dampak perselingkuhan ini pada anaknya. Coba tetap memberi perhatian yang kuat pada anak agar mereka tidak merasa ditolak, terbuang, atau parahnya lagi anak mengira kalau ia adalah penyebab perselingkuhan terjadi.

Jika ada pertengkaran atau masalah lain akibat orangtua selingkuh, Anda dan pasangan harus sama-sama minta maaf untuk kebaikan anak Anda. Jelaskan dan beri pengertian sesabar mungkin. Dengan pengertian yang jelas, niscaya anak Anda perlahan mengerti tentang masalah ini.

Beri anak waktu dan ruang yang cukup untuk mengolah fakta serta emosi yang mereka rasakan. Jangan berharap bahwa anak akan langsung mengerti kondisi orangtuanya dan bisa memaafkan orangtua saat itu juga. Proses berdamai dengan perselingkuhan orangtua bisa memakan waktu yang sangat lama, bahkan bertahun-tahun. Akan tetapi, bagi orangtua kuncinya adalah tetap memberikan kasih sayang, perhatian, dan pendampingan bagi anak.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Alasan Umum yang Membuat Seseorang Takut Menikah

Banyak orang yang menjalin asmara ingin akhirnya berumah tangga, tapi ada juga yang malah sangat takut menikah sampai menghindari cari pacar. Kenapa begitu?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Mental, Hubungan Harmonis 13 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

7 Trik Membujuk Anak Agar Tak Takut ke Dokter Gigi

Periksa gigi bisa jadi pengalaman yang menyenangkan, kok. Agar anak tidak takut ke dokter gigi, contek saja beragam tips pintar berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Anak 6-9 tahun, Perkembangan Anak, Parenting 12 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Benarkah Nonton TV Terlalu Dekat, Bisa Bikin Mata Anak Rusak?

Radiasi dari TV cembung zaman dulu memang mungkin merusak mata. Namun apakah efek yang sama dihasilkan dari perangkat televisi modern?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Penyakit pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 8 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Kulit Bayi Mengelupas di Minggu Pertamanya, Apakah Berbahaya?

Ketika bayi mengalami gejala tertentu, pasti orangtua akan cemas. Apalagi jika bayi baru lahir. Bagaimana jika kulit bayi mengelupas di minggu pertamanya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 6 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

berat badan ideal balita

Ketahui Berat Badan yang Ideal untuk Anak Usia 1-5 Tahun

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
bayi tumbuh gigi

11 Ciri Bayi Tumbuh Gigi yang Perlu Diketahui Orangtua

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit
putus kenapa cinta memudar

4 Alasan Psikologis Cinta Bisa Memudar

Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
obat mual anak cara mengatasi mual anak

Daftar Obat Mual untuk Anak, Mulai dari Resep Dokter Sampai Perawatan di Rumah

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit