Narkoba dan Remaja: Menghindari Pengaruh Buruk Teman Sebaya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 25 Juni 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Meski anak remaja Anda tidak menggunakan narkoba atau minum alkohol, mengatasi pengaruh buruk dan tekanan teman sebaya untuk menggunakan narkoba bisa jadi hal yang sulit. Apalagi bila teman dekatnya sendiri yang memberikan tekanan tersebut.

Kata-kata penolakan seperti, “tidak, terima kasih” mungkin dirasa cukup. Akan tetapi, seringnya yang terjadi justru sebaliknya, tekanan terus datang datang bertubi-tubi. Dilansir dari Drug Abuse, masa remaja adalah masa paling rentan dan memiliki risiko penyalahgunaan narkoba paling tinggi.

Ketika anak Anda memasuki usia remaja, mereka akan menghadapi tantangan sosial dan situasi akademik yang baru. Sering kali pada masa ini mereka ingin coba-coba, seperti mencoba untuk merokok dan minum alkohol untuk pertama kalinya. Ketika memasuki SMA, remaja memiliki rasa ingin tahu yang lebih besar. Salah satunya adalah rasa penasaran untuk mencoba narkoba, yang beredar di kalangan remaja dan cukup mudah didapat bila ia bergaul dengan orang-orang yang salah.

Apa alasan remaja menggunakan narkoba?

Alasan remaja menggunakan narkoba bisa beragam. Ada yang menggunakannya untuk merasakan pengalaman yang sama dengan teman-temannya, ada yang menggunakan steroid untuk meningkatkan penampilan atau kekuatan atletiknya, ada juga yang menggunakan ekstasi untuk menghilangkan rasa cemasnya dalam situasi sosial tertentu. Ada pula remaja yang menyalahgunakan obat resep untuk penderita ADHD, seperti Adderall, untuk membantu mereka belajar atau menurunkan berat badan.

Penggunaan narkoba pada usia remaja dapat mengganggu fungsi otak. Akibatnya, seseorang akan kehilangan motivasi, mengalami gangguan ingatan, kesulitan dalam belajar, mengambil keputusan, dan mengendalikan kebiasaan.

Wajar bila kita melihat remaja yang menggunakan narkoba dan alkohol memiliki nilai yang jelek di sekolah, memiliki masalah kesehatan (termasuk gangguan mental), bahkan terlibat dalam tindak kriminal.

Tanda-tanda remaja mulai menggunakan narkoba

Dikutip dari Mayo Clinic, ada beberapa tanda remaja mulai menggunakan dan menyalahgunakan narkoba, yaitu:

  • Perubahan secara tiba-tiba atau ekstrem dalam berteman, pola makan, jam tidur yang tidak teratur, penampilan fisik, koordinasi, atau kinerjanya di sekolah.
  • Menjadi tidak bertanggung jawab, memiliki penilaian yang buruk, dan secara umum kehilangan minat.
  • Melawan peraturan atau menjauhi keluarga.
  • Di kamar remaja Anda terdapat kotak obat atau perlengkapan obat-obatan, meskipun remaja Anda tidak sakit.

Bagaimana cara mengatasi pengaruh buruk teman-teman untuk menggunakan narkoba?

Ada beberapa cara agar remaja Anda dapat menjauhi narkoba meski mendapat tekanan dari teman-teman dekatnya, seperti dilansir WebMD, yaitu:

1. Buat remaja Anda tidak ingin mengecewakan Anda

Tom Hedrick, salah satu pendiri The Partnership for a Drug-Free America, mengatakan, pengaruh orangtua lebih kuat dari apa yang kebanyakan Anda sadari. Larangan dan hukuman seringnya malah jadi senjata makan tuan, padahal yang lebih efektif adalah membuat remaja menaruh rasa hormat dan sayang pada Anda, sehingga mereka tak tega untuk mencoba narkoba karena tak mau mengecewakan orangtua. Bukan karena takut dimarahi.

“Membuat remaja tidak ingin mengecewakan orangtua adalah perlindungan penting untuk remaja dari penggunaan narkoba,” ujar Hedrick.

2. Habiskan waktu bersama

Pada saat yang sama, remaja ingin jadi sosok yang mandiri tapi juga ingin didampingi orangtua. Benjamin Siegel, M.D., dokter anak dan anggota komite American Academy of Pediatrics, mengatakan bahwa meski anak Anda ingin menunjukkan kemandiriannya, Anda tetap dibutuhkan sebagai orangtua.

Luangkan waktu Anda untuk mendengar cerita dari anak Anda. Mungkin akan membutuhkan effort yang besar, tapi harus Anda lakukan. “Semakin Anda mengerti apa yang mereka ingin lakukan, orangtua akan lebih mudah menjadi orang yang dipercaya untuk menumpahkan uneg-uneg mereka,” tutur Siegel.

3. Tegakkan peraturan

Anda dapat membuat peraturan di rumah untuk diberikan kepada remaja Anda, meskipun mungkin ia tidak akan suka. Ada beberapa aturan yang bisa Anda buat agar anak Anda terhindar dari narkoba adalah:

  • Luangkan waktu bicara kepada Anda. Para remaja mengakui bahwa mereka ingin tahu apa yang orangtua mereka pikirkan dan bagaimana mereka dapat membantu membuat keputusan.
  • Berikan hukuman. Para remaja yang melanggar aturan ingin tahu apa yang akan terjadi. Jika tidak ada konsekuensinya, berarti peraturan Anda tidak berarti apa-apa.
  • Batasi kunjungan larut malam. Terlalu sering diizinkan tak pulang ke rumah dapat membuat anak Anda merasa terlalu bebas untuk dikendalikan.
  • Tunggu mereka pulang saat mereka pulang terlambat. Menyadari mereka ditunggu ayah atau ibu, atau keduanya, selama beberapa jam saat mereka pulang telat, membuat banyak remaja berpikir dua kali apa yang akan mereka hadapi ketika pulang ke rumah nanti.

4. Dorong anak Anda untuk berpendapat

Rachel Fleissner, M.D. dari American Academy of Child & Adolescent Psychiatry mengatakan agar para orangtua dapat membesarkan anak untuk berani berpendapat, bahkan jika pendapatnya bertentangan dengan pendapat orangtua. Anak yang mampu berpendapat telah berlatih untuk berbicara dengan pikirannya sendiri.

5. Latih kemampuan menjalin hubungan

Siegel mengatakan bahwa anak-anak perlu teman. Menjalin hubungan sangat penting untuk perkembangan mereka, dan orangtua memiliki peran dalam proses ini. Siegel menyarankan agar anak selalu diajak berbicara, sehingga dapat membantu perkembangan kemampuannya dalam berteman.

6. Cari tahu dan beri perhatian tentang tekanan teman-teman sebayanya

Beberapa anak dapat terpengaruh oleh teman dekatnya yang bertindak di luar batas. Jika anak Anda terpengaruh, tantangan Anda adalah untuk menyatakan sudut pandang Anda tanpa mengkritisi temannya. Beberapa situasi dapat menjadi dramatis, karena menurut Fleissner, bisa saja keluarga si anak benar-benar melarang anaknya berteman dengan temannya yang merusak. Awalnya si anak mungkin tidak suka, tapi kemudian si anak akan berterima kasih kepada orangtuanya karena terhindar dari hal-hal yang buruk.

7. Bayangkan Anda ada di posisi anak

Untuk membantu anak Anda keluar dari tekanan dan pengaruh buruk teman-temannya, Anda dapat memvisualisasikan bagaimana jika Anda yang berada di posisi tersebut. Anda dapat membantunya melepaskan diri dengan memberi saran-saran, “Bagaimana kalau begini saja?”, terkait dengan tekanan yang didapatkan dari teman sebayanya.

8. Bantu remaja Anda belajar dari kesalahan

Tidak peduli apa yang Anda lakukan atau katakan, anak Anda mungkin masih merasa gagal. Anda dan anak Anda mungkin akan sama-sama sedih. Fleissner mengatakan orangtua harus siap untuk membantu anaknya bila melakukan kesalahan dan membantunya untuk bangkit. Ini merupakan waktu yang tepat untuk membantu anak melihat bagaimana ia membuat keputusan.

Siegel setuju dengan apa yang dikatakan Fleissner. “Orangtua harus bertanya kepada anak tentang apa yang dapat mendorong ia menjadi dan merasa lebih baik,” ujar Siegel.

Orangtua tidak dapat ikut serta dalam setiap tantangan sosial yang akan dihadapi anaknya. Anak-anak yang tahu mereka disayangi orangtuanya, yang menghargai pendapat mereka, dan yang sudah dilatih berpikir kritis, memiliki kesempatan lebih besar untuk mengatakan “Tidak, terima kasih” kepada temannya yang memberikan tekanan untuk menggunakan narkoba.

BACA JUGA:

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Konsumsi Kayu Manis Berlebihan, Hati-hati Risikonya untuk Kesehatan

    Meski memiliki manfaat, perhatikan jumlah asupan kayu manis. Terlalu banyak mengonsumsi rempah ini memiliki risiko kayu manis yang berbahaya.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Pengobatan Herbal dan Alternatif, Herbal A-Z 20 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

    7 Penyebab Hidung Meler serta Cara Mengatasinya

    Hidung ingusan memang sangat menganggu Anda. Berikut tips yang bisa dilakukan di rumah untuk meringankan hidung meler, entah karena flu atau alergi.

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Kesehatan THT, Gangguan Hidung 19 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit

    Pertolongan Pertama untuk Mengatasi Keracunan Makanan

    Keracunan makanan dapat berujung pada kematian. Pelajari pertolongan pertama untuk menagtasi keracunan makanan di sini sebelum terlambat.

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: dr. Ivena
    Pertolongan Pertama, Hidup Sehat 19 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

    Semua Hal yang Penting Diperhatikan Pasca Operasi Usus Buntu

    Pasca operasi usus buntu Anda tidak dianjurkan kembali beraktivitas. Anda juga perlu menghindari beberapa pantangan setelah operasi usus buntu.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Kesehatan Pencernaan, Radang Usus Buntu 19 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    strategi menahan lapar

    Cara Menahan Rasa Lapar Saat Melakukan Diet

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
    Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
    cara mengobati tipes

    Berbagai Pilihan Pengobatan untuk Atasi Tipes

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Fajarina Nurin
    Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit
    menghangatkan tubuh

    6 Cara Menghangatkan Tubuh Saat Sedang Kedinginan

    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
    suplemen herbal yang harus dihindari menjelang operasi

    Hati-hati, 8 Suplemen Herbal Ini Tak Boleh Dikonsumsi Sebelum Masuk Ruang Operasi

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit