Manfaat Kedekatan Ibu dan Anak: Bisa Terhindar dari Risiko Kekerasan Hubungan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Sudah bukan rahasia umum hubungan antara ibu dan anak bisa memengaruhi kesehatan mental anak. Bahkan, kedekatan antara ibu dan anak juga bisa memberi manfaat pada hubungan anak di usia remaja dan dewasa kelak, termasuk potensi  kekerasan (abusive) di dalamnya. 

Mengapa fenomena ini dapat terjadi? Simak ulasan di bawah ini untuk mengetahui jawabannya. 

Manfaat kedekatan ibu dan anak untuk hubungan masa depan

mendidik anak remaja

Ibu dan anak sebenarnya sudah ‘berkomunikasi’ sebelum anak lahir. Selama kehamilan, tantangan yang dijalani ibu dan anak yang menciptakan kedekatan hubungan tersebut hingga akhirnya bisa membawa manfaat.

Seorang ibu juga memiliki peran penting dalam kesehatan mental anak. Hal ini dikarenakan mereka yang mempersiapkan kebutuhan dasar anak, seperti makanan, air, dan tempat tinggal.

Akhirnya, hubungan tersebut berkembang menjadi sebuah keterikatan. Ketika ikatan tersebut sehat, ternyata dapat membentuk hubungan yang lebih stabil di kemudian hari. Maka itu, hubungan antara ibu dan anak sangat penting untuk perkembangan kesehatan mental keduanya. 

Sebelumnya, mungkin Anda sudah pernah dengar bahwa remaja yang melihat orangtua bertengkar berisiko lebih tinggi berada dalam hubungan tidak sehat ketika dewasa. Namun, baru-baru ini terdapat penelitian yang mengungkapkan bahwa hubungan yang berujung dengan kekerasan dapat dicegah dengan kedekatan ibu dan anak. 

mendidik anak remaja putri

Penelitian dari Journal of Interpersonal Violence ini membuat survei yang diikuti oleh 140 remaja. Semua remaja yang mengikuti penelitian ini memiliki orangtua yang menikah atau hidup bersama sejak mereka lahir. 

Dari penelitian tersebut para peserta menjelaskan konflik yang terjadi antara orangtua mereka, kedekatan dengan ibu, dan keterlibatan dalam hubungan yang abusiveHasilnya, anak-anak yang mendapatkan pola pengasuhan positif, terutama dari ibu, ternyata lebih tidak terlibat dalam kekerasan dalam hubungan ketika remaja. 

Maka itu, kedekatan ibu dan anak bisa memberi manfaat untuk penyelesaian risiko konflik yang terjadi ketika anak mulai memiliki pasangan. Mereka akan terhindar dari kekerasan dan sikap abusive di masa depan.

Tips menjaga kedekatan antara ibu dan anak agar manfaatnya terasa

menghindari pergaulan bebas remaja

Manfaat kedekatan ibu dan anak terhadap kesehatan mental mereka, terutama mencegah terjadinya hubungan abusive dalam berpacaran, sudah terbukti lewat penelitian. Namun bagaimana caranya menjaga hubungan tetap sehat antara ibu dan anak? 

Berikut ini ada beberapa tips menciptakan hubungan yang harmonis antara ibu dan anak yang mungkin dapat membantu Anda sebagai orangtua:

1. Berkata Anda menyayanginya

gangguan bipolar pada remaja

Salah satu cara menjaga kedekatan antara ibu dan anak agar mereka terhindar dari risiko hubungan abusive dalam berpacaran adalah berkata Anda menyayanginya. Cobalah untuk memberitahu anak bahwa Anda mencintai mereka, berapapun usianya. 

Tahukah Anda bahwa konflik merupakan salah satu momen yang paling penting bagi Anda untuk mengatakan sayang kepada anak? Walaupun Anda mengalami perselisihan, usahakan untuk mengatakan hal tersebut agar mereka tahu bahwa Anda hanya tidak menyukai perilaku anak. 

Dengan begitu, anak tahu bahwa Anda mencintai mereka tanpa syarat dan dapat memperkuat kedekatan ibu dan anak. Jangan lupa berikan juga pelukan yang bermanfaat bagi mental mereka. 

2. Memanggil anak dengan panggilan kesayangan

cara memuji anak

Selain berkata Anda menyayangi anak, menjaga kedekatan ibu dan anak agar mereka terhindar dari hubungan yang abusive ketika berpacaran adalah memiliki panggilan kesayangan. 

Panggilan kesayangan ini mungkin bisa Anda mulai di rumah, misalnya ‘dedek’, ‘kakak’, ‘abang’ atau singkatan dari nama anak. Tujuannya adalah membuat anak merasa lebih spesial di mata orangtuanya. Dengan demikian, kedekatan anak dan ibu jadi lebih terasa manfaatnya.

3. Menghargai pilihan anak

Menghargai pilihan anak ternyata juga bisa menjadi salah satu cara untuk menjaga kedekatan antara ibu dan anak agar mereka terhindar dari hubungan yang abusive

Hal ini bertujuan agar anak mengembangkan kemampuan untuk mengambil keputusan. Pada saat anak memilih dan memakai baju dan celana yang tidak serasi, mungkin Anda bisa memberitahunya baik-baik. 

Tidak perlu bilang kepadanya bahwa pilihan mereka jelek atau Anda membencinya. Cukup dengan memberitahunya bahwa hal tersebut tidak serasi, tetapi ketika mereka nyaman tentu Anda tidak bisa berkata tidak, bukan?

Kedekatan ibu dan anak memang dapat memberi manfaat yang cukup baik terhadap risiko hubungan abusive dalam berpacaran. Namun, hal ini tidak menjadi satu-satunya faktor yang dapat menurunkan risiko tersebut, masih ada pola pengasuhan yang bisa mencegah hubungan abusive pada remaja lainnya.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Obat Kuat Bisa Mengganggu Penglihatan Bila Diminum Sembarangan

Obat kuat bisa memicu efek samping beragam, mulai dari sakit kepala, sakit perut, hingga mengganggu penglihatan dan membuat Anda melihat warna kebiruan.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Kesehatan Pria, Penyakit pada Pria 24 Februari 2020 . Waktu baca 5 menit

Cara Mendiagnosis COVID-19 pada Tubuh Manusia

Novel coronavirus (COVID-19) dari China kian menyita perhatian dunia. Bagaimana cara tenaga medis melakukan diagnosis terhadap novel coronavirus?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 22 Januari 2020 . Waktu baca 6 menit

Obesitas Pada Anak Bisa Memengaruhi Perkembangan Otaknya

Obesitas bisa menimbulkan berbagai dampak jangka panjang bagi kesehatan, termasuk memengaruhi perkembangan otak anak. Apakah ini berbahaya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Kesehatan Anak, Parenting 22 Januari 2020 . Waktu baca 4 menit

Novel Coronavirus Sudah Mencapai AS, Dipastikan Menular Antarmanusia

Setelah menyebar ke Thailand, Jepang, dan Korea Selatan, penularan coronavirus dari China kini menyebar antarmanusia ke Amerika Serikat.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 22 Januari 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

menghadapi orangtua

Kesal Menghadapai Orangtua yang Memojokkan Anda? Hadapi dengan 3 Langkah Bijak Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
Kesehatan jiwa remaja cegah depresi

Era Modern: Kasus Depresi pada Anak Remaja Meningkat

Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 5 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
dampak pandemi mental remaja

Pengaruh Pandemi Terhadap Kesehatan Mental Remaja, Apa Saja?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 23 Mei 2020 . Waktu baca 5 menit

Benarkah Pasangan Bisa Cemburu Pada Anak Sendiri?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 25 Maret 2020 . Waktu baca 6 menit