Sang Kakak dan Adik Bertengkar? Ini yang Harus Orangtua Lakukan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 8 Oktober 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Semua orangtua tentu mengharapkan buah hatinya dapat hidup dengan rukun. Namun, kenyataannya banyak orangtua yang kewalahan menghadapi anak-anaknya yang sering berantem. Agar kakak adik tidak bertengkar lagi, apa yang harus dilakukan orangtua? Haruskah mereka dimarahi dan dihukum supaya akur lagi? Cari tahu jawabannya berikut ini.

Kenapa adik kakak sering bertengkar?

Sungguh senang bukan melihat kakak adik yang hidup rukun? Mereka bermain bersama, makan bersama, dan mengerjakan pekerjaan rumah juga bersama. Meskipun dibesarkan dalam lingkungan yang sama, tidak semua anak dan saudaranya dapat hidup dengan rukun.

Anda mungkin sering memergoki mereka saling pukul atau salah satu di antaranya sudah menangis kencang karena berkelahi berebut mainan. Namun, tahukah Anda apa yang membuat anak dan saudaranya berantem?

Melansir dari laman Kids Health, ada beberapa alasan kenapa kakak adik bertengkar, di antaranya:

  • Bagian dari tumbuh berkembang. Seiring bertumbuh besarnya anak, ia semakin memiliki insting untuk melindung apa yang mereka miliki. Selain itu, mereka juga sedang belajar untuk menegaskan keinginan mereka sehingga cenderung menjadi agresif.
  • Tingkat emosi anak. Suasana hati dan kemampuan beradaptasi memainkan peran besar pada perilaku anak. Contohnya, sang kakak yang merasa iri dengan adiknya yang terlihat lebih disayang. Biasanya, ini rentan dialami kakak adik yang selisih usianya tidak berbeda jauh.
  • Mencontoh orang di lingkungannya. Orangtua yang sering bertengkar membuat anak melakukan hal yang sama untuk menyelesaikan masalah dan perselisihan.

Tips menghadapi anak-anak yang berantem

Hubungan dengan saudara memberi peluang bagi anak untuk membela diri, mengasah kemampuan dan potensi dalam diri, serta bergaul dengan orang lain. Namun, hubungan ini tidak akan selalu berjalan mulus, ada kalanya mereka bersaing dan bertengkar.

Akan tetapi, tahukah Anda bahwa cara Anda menghadapi anak-anak yang berantem di rumah rupanya bisa memicu mereka bertengkar lebih sering jika keliru? Contohnya, anak yang kurang perhatian orangtua akan menggunakan perkelahian sebagai cara mendapatkan perhatian orangtua.

Bila orangtua tidak mengubah sikapnya, anak akan semakin terpacu untuk membuat masalah. Tidak hanya bertengkar dengan saudaranya, tapi juga dengan teman lainnya di rumah maupun di sekolah.

Supaya tidak salah langkah dalam menghadapi anak-anak yang berantem, ikuti beberapa tipsnya berikut ini.

1. Lihat situasinya, jangan langsung terlibat

anak kurang vitamin kekurangan vitamin pada anak

Saat anak berantem, jangan langsung bergegas melerai anak. Tidak semua pertengkaran berakhir dengan aksi saling pukul, jambak, atau gigit. Ada kalanya, Anda perlu memberi waktu bagi anak untuk menyelesaikan masalah mereka sendiri.

Namun, bila salah satunya mulai terlihat agresif, keberadaan Anda sangat dibutuhkan sebagai pemisah supaya pertengkaran tidak bertambah parah.

2. Jangan biarkan anak saling berkata kasar

penyebab anak nakal

Saat bertengkar, si kecil mungkin akan beradu mulut, ia bahkan bisa saja mengejek satu sama lain, dengan kata-kata yang kasar.

Keluarnya perkataan yang tidak baik ini bisa memperkeruh suasana dan membuat amarah anak semakin bergejolak.

Ketika hal ini terjadi, fokuslah pada perasaan yang mungkin anak Anda rasakan dibandingkan memarahinya karena menggunakan kata-kata yang kasar. Misalkan Anda mendengar sang adik mengejek sang kakak “jahat” karena tak meminjamkan mainannya. Anda bisa berkata, “Adek bosan ya main sendirian?” dibandingkan memarahinya karena menggunakan kata “jahat”.

Membantu anak mengekspresikan apa yang ia rasakan juga bisa membantu saudaranya untuk mengerti satu sama lain lebih baik. Berbeda dengan orang dewasa, anak-anak memang masih sulit untuk memahami sesuatu yang dirasakan oleh orang lain sehingga perlu dibantu dalam menyampaikannya.

Tak hanya itu, menunjukkan bahwa Anda memahami apa yang mereka rasakan juga dapat membuat mereka merasa lebih baik dan tenang.

3. Pisahkan jika anak sudah mulai “main” fisik

Sumber: Freepik

Saat Anda mendapati anak-anak yang berantem mulai melakukan penyerangan fisik, inilah saatnya Anda memisahkan salah satunya dari ruangan tersebut. Biarkan mereka berada di ruangan berbeda hingga mereka tenang.

Setelah suasananya mereda, jangan fokus mencari tahu kesalahan apa yang dilakukan anak. Justru, mintalah sang anak untuk saling memaafkan satu sama lain.

Terapkan metode “win-win solution” sehingga anak harus bekerja sama untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan.

Tidak mudah memang menghadapi anak-anak yang bertengkar. Namun, cara Anda menghadapinya ternyata berimbas pada perilaku anak di masa depan. Pasalnya, tindakan Anda akan memberi mereka contoh dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah. 

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Aturan Memberikan Hadiah ke Anak Agar Tak Berdampak Negatif

Memberikan hadiah ke anak merupakan cara baik untuk meningkatkan motivasi anak. Namun, hati-hati dalam memberikannya karena ini juga bisa berdampak buruk.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Anak 6-9 tahun, Perkembangan Anak, Parenting 18 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

4 Cara Mengatasi Kebiasaan Anak Mengemut Makanan

Kebiasaan anak mengemut makanan dalam waktu lama tanpa menelan, tentu sangat mengganggu. Anda perlu mencoba cara berikut ini untuk mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Anak 1-5 Tahun, Gizi Balita, Parenting 16 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Bebaskan Si Kecil Berjalan “Nyeker” untuk Memperkuat Tulang Kakinya

Melihat si kecil yang sibuk kesana kemari berjalan tanpa alas kaki sering membuat orangtua khawatir. Padahal, jalan nyeker bagus untuk kesehatan anak, lho!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 11 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Berapa Lama Waktu Bermain Video Game yang Pas untuk Anak?

Video game dapat memberi manfaat. Namun tanpa batasan waktu, bermain video game bisa berakibat buruk pada anak. Berapa lama waktu ideal bermain video game?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Anak 6-9 tahun, Perkembangan Anak, Parenting 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bayi tumbuh gigi

11 Ciri Bayi Tumbuh Gigi yang Perlu Diketahui Orangtua

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit
Memahami Tumbuh Kembang Gigi dan Rahang Anak

7 Trik Membujuk Anak Agar Tak Takut ke Dokter Gigi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
menonton tv terlalu dekat

Benarkah Nonton TV Terlalu Dekat, Bisa Bikin Mata Anak Rusak?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 8 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
bayi pakai empeng isap jempol

Empeng Versus Isap Jempol, Mana yang Lebih Baik untuk Si Kecil?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 21 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit