6 Penyebab Perut Bayi Kembung dan Cara Ampuh Mengatasinya

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18/05/2020
Bagikan sekarang

Perut kembung adalah kondisi di mana gas menumpuk di dalam lambung dan usus, menyebabkan perut terasa penuh dan pada beberapa kasus terlihat bengkak. Perut kembung tidak hanya terjadi pada orang dewasa, tapi bayi pun juga bisa mengalaminya. Lalu bagaimana mengatasi perut bayi kembung?

Penyebab perut bayi kembung

Perut kembung biasanya disebabkan akibat menelan udara atau penguraian makanan melalui pencernaan. Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan perut kembung pada bayi, antara lain:

  • Makanan yang dikonsumsi ibu. Bayi yang masih minum ASI dapat menghasilkan gas yang berlebihan saat ibu si kecil makan sayuran pembentuk gas seperti kembang kol, brokoli, kol, bawang bombai, atau kacang.
  • Salah posisi saat menyusui. Jika posisi payudara atau botol susu salah diposisikan, bayi mungkin akan menelan terlalu banyak udara.
  • Laktosa berlebihan. Hal ini terjadi biasanya ketika bayi mendapat terlalu banyak foremilk (ASI awal setiap kali si kecil mulai menyusui) yang kaya akan laktosa tapi rendah lemak. Kemudian tidak semua laktosa dicerna karena tidak ada cukup lemak untuk memperlambat proses ini. Akibatnya, terjadilah penumpukan gas yang berlebih pada perut bayi.
  • Sistem pencernaan yang belum matang. Bayi belum belajar mengolah makanan, gas, dan feses dengan sempurna. Usus juga belum menghasilkan mikroflora (keseimbangan bakteri baik) yang normal. Padahal, semua hal ini diperlukan untuk kerja sistem pencernaan dan sistem kekebalan tubuh.
  • Menangis berlebihan. Tangisan yang berlebihan dapat menyebabkan terlalu banyak udara tertelan, sehingga menghasilkan gas yang berlebihan.
  • Makanan yang dikonsumsi bayi. Jika bayi sudah mulai makan, Anda perlu memerhatikan makanannya. Kurangi porsi sayuran yang mengandung gas secara berlebihan.

Apa yang bisa dilakukan bila perut bayi kembung?

1. Posisi menyusui

Saat Anda menyusui, usahakan posisi kepala bayi lebih tinggi dari perutnya (kepala sedikit dinaikkan seperti ingin duduk). Posisi menyusui ini akan membantu susu masuk ke dasar perut dan udara naik ke atas, sehingga lebih mudah untuk bersendawa.

Posisi ini juga berlaku jika Anda memberi susu bayi dengan botol. Ini dilakukan untuk mencegah akumulasi udara dan gelembung udara di dot botol susu. Pilih dot botol susu yang lembut dan sesuai dengan mulut bayi. Ini juga bisa membantu mencegah udara masuk ke dalam tubuhnya bersama dengan susu. Susu harus mengalir perlahan dan merata, sehingga si kecil bisa menelannya dengan mudah, tanpa meneguk berlebihan.

2. Bantu bayi untuk sendawa

Setelah selesai menyusui, bantu si kecil untuk bersendawa. Sendawa penting bagi bayi untuk mendorong udara yang keluar berlebihan dari tubuhnya. Seorang peneliti merekomendasikan bersendawa dalam posisi duduk dengan gerakan goyang yang lembut. Menggendong bayi Anda tegak atau di atas bahu juga bisa membantu si kecil untuk bersendawa.

Jika bayi tidak bersendawa tepat setelah menyusui, baringkan si kecil selama lima sampai sepuluh menit dan coba lagi posisi di atas. Saat Anda mengangkat si kecil kembali, memungkinkan udara bergerak ke bagian atas perut, jadi akan lebih mudah untuk bersendawa.

3. Tummy time

Tummy time adalah segala kegiatan atau aktivitas yang dihabiskan si kecil sambil tengkurap. Selain membantu perkembangan keterampilan motorik si kecil, tummy time juga berfungsi untuk mengatasi perut kembung pada bayi. Tummy time akan membantu menghilangkan gas yang berlebih dengan cepat.

4. Pijat perlahan

Pijat perlahan perut bayi dengan gerakan searah jarum jam dapat membantu mengatasi perut kembung pada bayi. Anda juga bsia mengusap-usap punggungnya dengan meletakkan bayi di pangkuan Anda dengan posisi bayi tengkurap.

Gerakan pijat bayi lain yang bisa dilakukan untuk perut kembung pada bayi adalah dengan melakukan gerakan seperti mengayun sepeda. Ayunkan kaki si kecil seperti sedang mengendarai sepeda.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bermain Bersama Membuat Otak Bayi dan Orangtua Makin Terhubung

Bermain bersama bayi tidak hanya terasa menyenangkan, tapi juga bisa memperkuat ikatan emosional Anda dan buah hati. Ini penjelasan ilmiahnya.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu

Benarkah Cuka Apel Bisa Membantu Mengatasi Perut Kembung?

Bagi beberapa orang, cuka apel bisa digunakan untuk mengatasi perut kembung. Apakah sari cuka apel ini benar bisa mengobati kondisi tersebut?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi

Memenuhi Asupan Serat Harian Tanpa Alami Masalah Pencernaan

Asupan serat yang berlebih ternyata dapat menjadi bom waktu. Bukannya lancar, pencernaan malah dapat terganggu. Begini cara mengatur dan mengontrolnya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Nutrisi, Hidup Sehat 07/01/2020

Mengenal Penyebab dan Gejala Trauma PTSD Pada Anak

Trauma anak yang tidak segera diatasi dapat menjadi PTSD. Apa itu trauma PTSD pada anak? Adakah cara mengetahui gejala dan pengobatannya?

Ditulis oleh: Novita Joseph

Direkomendasikan untuk Anda

agar anak mau mendengarkan orang tua

Bukan Dimarahi, Ini 5 Cara Agar Anak Mau Mendengarkan Orangtua

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 30/05/2020
rumah aman agar anak bebas bergerak

Tips Membuat Rumah Aman untuk Anak Bebas Bergerak

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 05/04/2020
mencegah anak shopaholic

Mencegah Anak Shopaholic, Begini Caranya

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 27/03/2020
puting menyusui

Tips Menyusui yang Baik Sesuai Bentuk Puting Ibu

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 23/02/2020