Tips Memberi Makan Anak dengan Bibir Sumbing Agar Nutrisinya Tercukupi

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Anak yang memiliki bibir sumbing biasana mengalami kesulitan menyusuin dan makan sejak lahir. Hambatan ini baru akan teratasi begitu anak menjalani operasi bibir sumbing pada usia 6-18 bulan. Itu sebabnya, tak hanya makan, untuk memenuhi nutrisinya, Anda perlu mengetahui pula cara menyusui yang tepat.

Setelah anak cukup umur untuk mengenal makanan selain ASI, barulah Anda dapat memberikan makanan menggunakan alat makan khusus. Lalu, seperti apa cara yang tepat untuk memberikan makanan bagi anak-anak dengan kondisi ini?

Tips menyusui bayi dengan bibir sumbing

Biasanya, celah bibir baru bisa dioperasi mulai usia 6 bulan. Selama menunggu waktu itu tiba, anak tentu harus menyusu terlebih dulu.

Bayi dengan bibir sumbing biasanya menelan lebih banyak udara ketika menyusu karena mulutnya tidak dapat menutup dengan sempurna. Akibatnya, bayi akan lebih sering bersendawa atau memuntahkan kembali ASI yang telah tertelan.

Bagi orangtua yang memiliki anak dengan bibir sumbing, penyesuaian cara makan sudah harus dimulai sejak bayi. Berikut adalah beberapa tips yang disarankan untuk ibu yang menyusui secara alami:

  • Ibu perlu menyesuaikan puting dan payudara agar menutupi celah pada bibir, langit-langit mulut, ataupun gusi bayi. Setiap bayi memiliki kondisi bibir yang berbeda, jadi ibu harus berusaha mencari posisi yang paling tepat.
  • Jika bayi kesulitan menyusu, berikan jeda waktu menyusui selama 10 menit per sesi. Anda dapat melanjutkan kembali setelah bayi tampak lebih nyaman.

Sementara bagi ibu memberikan susu dengan botol untuk anak dengan bibir sumbing, berikut adalah beberapa hal yang perlu dipertimbangkan:

  • Gunakan botol khusus yang diperuntukan bagi bayi dengan bibir sumbing.
  • Posisikan bayi hingga tubuhnya setengah duduk untuk mencegah cairan masuk ke dalam hidungnya. Jagalah agar kepala, leher, dan pundaknya membentuk garis lurus.
  • Biarkan bayi mengisap susu dari botol selama beberapa menit. Jika bayi tampak tak nyaman, lepaskan botol sejenak hingga ia bernapas kembali dengan normal.
  • Batasi waktu menyusui selama 30 menit. Setelah itu, berikan jeda selama 10 menit agar bayi bisa bersendawa.

Cara memberi makan anak balita dengan bibir sumbing

memberi makan bayi pertama kali

Sebagian bayi sudah dapat menjalani operasi bibir sumbing sebelum berusia 6 bulan. Akan tetapi, ada pula kasus bibir sumbing yang lebih parah, di mana operasi baru dapat dilakukan setelah anak berusia 12-18 bulan.

Pada kasus seperti ini, Anda perlu memberikan makanan pendamping ASI hingga anak cukup umur untuk menjalani operasi.

Walaupun menjadi tantangan tersendiri, Anda dapat memberi makan anak dengan bibir sumbing lewat tips berikut:

  • Membantu memosisikan anak agar duduk tegak selama makan.
  • Menggunakan sendok dengan cekungan yang tidak terlalu dalam untuk memudahkan anak saat makan.
  • Memberikan makanan bertekstur lumat seperti buah yang telah dihaluskan, bubur tim saring, dan bubur sumsum.
  • Ketika anak berusia 12 bulan, Anda dapat memberikan makanan dewasa seperti balita pada umumnya. Namun, buatlah teksturnya menjadi lebih lunak.
  • Mengenalkan berbagai rasa makanan sedikit demi sedikit agar anak terbiasa makan.

Memberi makan anak yang memiliki bibir sumbing memang tidak mudah, apalagi ketika anak mulai merasa tidak nyaman. Pada anak dengan kasus bibir sumbing yang parah, hal ini mungkin lebih sulit lagi karena mereka harus menunggu sebelum bisa menjalani operasi.

Meski demikian, ini adalah satu-satunya cara untuk memenuhi kebutuhan nutrisi buah hati Anda. Setiap suapan yang Anda berikan akan bermanfaat bagi masa depannya. Karenanya, jadikan ini sebagai motivasi untuk senantiasa memberikan ia makanan bernutrisi.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Oktober 8, 2019 | Terakhir Diedit: Oktober 3, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca