Kemampuan Kognitif Bayi Sejak Lahir Sampai Usia 2 Tahun

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Mengukur perkembangan otak atau kemampuan kognitif bayi, mungkin tidak semudah mengukur pertumbuhan fisik. Namun, perkembangan kognitif tidak boleh dikesampingkan, karena turut terlibat dalam mengendalikan fungsi seluruh anggota tubuh bayi.

Apa itu kemampuan kognitif bayi?

perkembangan bayi usia 40 minggu perkembangan bayi usia 10 bulan

Kemampuan kognitif bayi adalah cara bayi dalam belajar berpikir, mengingat, membayangkan, mengumpulkan informasi, mengatur informasi, hingga memecahkan masalah. Dengan kata lain, kemampuan kognitif ini turut andil untuk membantu bayi dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Meski kelihatannya ada banyak aspek yang terlibat dalam perkembangan kemampuan kognitif bayi, tapi berbagai hal tersebut dipelajari si kecil secara bertahap. Seiring bertambahnya usia, fungsi otak si kecil akan membantunya untuk mengembangkan satu per satu kemampuan kognitif ini.

Tahap perkembangan kemampuan kognitif bayi

Di awal kelahiran, otak bayi belum dapat sepenuhnya mengembangkan kemampuan untuk berpikir, mengolah informasi, berbahasa, mengingat sesuatu, koordinasi fisik, dan lainnya. Semakin dewasa usianya, fungsi kognitif bayi juga akan semakin berkembang.

Berikut tahap perkembangan kemampuan kognitif bayi sesuai usianya:

Usia 0-6 bulan

Sejak baru lahir sampai sekitar usia bayi 3 bulan, buah hati Anda sedang belajar mengenai rasa, suara, penglihatan, serta penciuman. Biasanya, ia mampu melihat benda lebih jelas dengan jarak kurang lebih 13 inci, dan melihat warna dalam spektrum visual manusia.

Bayi juga dapat fokus melihat pada objek yang bergerak, termasuk wajah orang-orang yang sering berada bersamanya, seperti Anda dan pengasuhnya. Ia juga akan merespons kondisi lingkungan sekitarnya dengan menunjukkan ekspresi wajah tertentu.

Sesekali, Anda akan melihat ia membuka mulutnya saat Anda menyentuh pipinya atau disebut refleks rooting (rooting relflex). Gerakan berulang pada tangan dan kaki secara bersamaan juga dilakukannya guna membantu melatih fungsi otak dan memori.

Setelah sekitar usia 3 bulan hingga usia bayi 4 bulan, si kecil akan mulai mengembangkan kemampuan kognitif lainnya. Meliputi mengenali wajah orang yang sudah biasa berada di dekatnya, menanggapi ekspresi wajah orang lain yang dilihatnya, hingga mengenali dan merespons saat mendengar suara yang sudah familiar baginya.

Menginjak usia bayi 5 bulan, si kecil tampak penasaran pada suatu objek, sehingga membuatnya meletakkan objek tersebut di mulut. Ia juga berusaha merespons percakapan dengan mengoceh kata-kata tertentu.

Bahkan, buah hati Anda pelan-pelan mampu mengenali dan merespons saat namanya dipanggil. Semua hal tersebut terus berlanjut sampai usia bayi 6 bulan.

Usia 6-12 bulan

perkembangan bayi 15 bulan perkembangan bayi 1 tahun 3 bulan

Di usia yang telah genap 6 bulan ini, buah hati Anda mulai mampu mengkoordinasikan kemampuan otot dan anggota gerak tubuhnya dengan baik. Si kecil sudah dapat duduk sendiri, dan belajar berdiri, dari yang awalnya masih membutuhkan pegangan sampai akhirnya bisa menjaga keseimbangan tubuhnya.

Kemampuan kognitif pada masa ini, termasuk mulai memahami perbedaan antara benda hidup dan benda mati. Melihat lebih lama pada objek yang tampak “aneh” di matanya, seperti ketika menyaksikan balon yang terbang sendiri di udara.

Si kecil juga tertarik untuk mengetahui sebab dan akibat setelah ia melakukan sesuatu, contohnya apa yang akan terjadi nantinya usai ia menggoyang-goyangkan mainannya. Hampir tepat di usia bayi 12 bulan, perkembangan kognitif bayi sudah bisa membuatnya mudah menirukan gerakan dasar yang dilakukan orang lain.

Bahkan, ia dapat merespons komunikasi yang disampaikan orang lain dengan gerakan dan suara, serta menempatkan suatu objek pada objek lainnya.

Usia 12-24 bulan

perkembangan bayi 14 bulan perkembangan bayi 1 tahun 2 bulan

Memasuki usia bayi 12 bulan alias 1 tahun, segala perkembangan bayi tampak tumbuh lebih pesat, tak terkecuali dalam kemampuan kognitif dirinya. Pada usia ini, Anda akan melihat si kecil mampu meniru bahasa dan tindakan orang lain, menunjuk benda dan orang yang dikenalnya pada buku, serta belajar lebih dalam tentang banyak hal.

Proses belajarnya tersebut bisa dilakukan dengan cara yang benar maupun salah, contohnya belajar menggunakan gelas sippy (sippy cup). Saat ia menggunakan gelas sippy untuk minum, ia tahu itu tindakan yang benar. Si kecil dapat memahami tindakan mengaduk-aduk minumannya dalam cangkir sippy menggunakan mainan merupakan tindakan yang salah, saat Anda memberitahunya.

Cara melatih kemampuan kognitif bayi

Meski berkembang seiring dengan pertambahan usianya, Anda dapat mengasah kemampuan kognitif bayi dengan melakukan beberapa hal sebagai berikut:

Usia 0-6 bulan

Begini tips melatih kemampuan kognitif bayi usia 0-6 bulan:

1. Banyak berbicara dengan bayi

Sejak awal kelahirannya, bayi senang mendengarkan suara Anda. Melalui cara ini, ia belajar untuk mendengar sekaligus mengenali suara orangtuanya. Meskipun sekilas tampak sederhana, hal ini sangat berguna melatih kemampuan kognitif bayi.

2. Sering memeluk bayi

Pada dasarnya, bayi senang dipeluk oleh siapa pun. Dengan begitu, ia akan belajar dan mengenali aroma khas Anda, sehingga bisa mengetahui saat Anda sedang tidak berada di dekatnya.

3. Berikan aneka jenis mainan yang aman

Bayi senang belajar meraih, mengambil, dan memasukkan sesuatu ke dalam mulutnya. Ia juga senang saling membenturkan dua mainan bersamaan, hanya untuk tahu apa akibatnya. Hal ini akan membantu melatih kemampuan kognitif bayi.

Ketika menyentuh suatu objek, ia belajar mengenali bentuk dan tekstur objek tersebut. Dari sinilah si kecil mulai memahami perbedaan suatu objek dengan objek lainnya.

Usia 6-12 bulan

Begini tips melatih kemampuan kognitif bayi usia 6-12 bulan:

1. Lebih sering memanggil nama bayi

Setiap kali Anda memanggil bayi dengan sebutan khasnya, entah dengan nama atau panggilan, seperti “Dik”, “Kak”, “Sayang”, ia belajar mengenali dirinya sendiri.

Semakin lama, si kecil semakin familiar dengan panggilan-panggilan tersebut. Itulah yang membuatnya refleks akan mencari asal suara saat mendengar ada yang memanggil namanya.

2. Beri contoh tindakan yang baik

Melatih kemampuan kognitif bayi termasuk memberi contoh. Anda mungkin saja melihat si kecil melakukan hal yang Anda lakukan kemarin, misalnya saat Anda sedang menelepon orang lain.

Esok harinya, ia menggunakan mainan di sekitarnya untuk meniru kegiatan Anda seolah-olah sedang bercengkrama ria di telepon.

perkembangan bayi 16 bulan perkembangan bayi 1 tahun 4 bulan

Usia 12-18 bulan

Beberapa tips melatih kemampuan kognitif bayi usia 12-18 bulan:

1. Kenalkan dengan nama objek di sekitarnya

Setelah berhasil mengoceh dengan bahasanya sendiri, bayi mulai mengucapkan satu kata, kemudian dua kata, dan seterusnya. Anda bisa melatih kemampuan kognitif bayi dengan memperkenalkan nama-nama objek yang ada di dekatnya.

Walaupun ia belum tentu langsung mengingat dan mengerti, tapi semakin sering si kecil bertemu benda tersebut, akan semakin kenal pula ia dengan benda itu.

2. Biarkan bayi bereksplorasi

Bayi sangat senang mempelajari dan mencari tahu hal-hal baru, sebagai bagian dari perkembangan kemampuan kognitif. Selama tidak berlebihan, biarkan ia bergerak ke sana kemari, membuka lemari, atau mengambil satu benda di dalam lemari.

Namun, Anda bisa mulai memberi peringatan dan menasihatinya dengan lembut saat melihat ia mengacak-acak dan mengeluarkan pakaian dari dalam lemari.

Usia 18-24 bulan

Tips melatih kemampuan kognitif bayi usia 18-24 bulan:

1. Koreksi tindakan bayi yang kurang tepat

Banyak hal baru yang akan dilakukan si kecil untuk memuaskan rasa ingin tahunya. Pada usia ini, Anda akan melihat si kecil mencoba menuangkan air minum ke dalam mangkuk makanannya, atau membalikkan isi mangkuk sehingga makanannya tumpah semua.

Alih-alih memarahinya, sebaiknya beritahu si kecil dengan cara yang halus dan menyenangkan. Hal ini akan membantu melatih kemampuan kognitif bayi. Anda dapat mengatakan, “Duh kak, kalau mangkuknya dibalik seperti ini tumpah semua dong makanannya. Lihat nih, jadi berantakan dan nggak bisa kakak makan lagi, kan.

2. Ajak bayi berkaca di cermin

Ketika Anda mencium dahi bayi dan menyisakan sisa lipstik di sana, coba bawa si kecil ke depan cermin. Saat melihat ada lipstik di dahinya, ia mungkin akan membersihkan cermin tepat di mana lipstik menempel di dahinya.

Hal ini karena ia melihat pantulan dirinya di cermin sebagai dirinya yang sesungguhnya. Jadi, katakan padanya bahwa itu hanyalah pantulan dirinya tetapi bukan dirinya yang sebenarnya.

3. Ingatkan bayi untuk berbagai mainan dengan temannya

Saat sedang bermain bersama, biasakan si kecil untuk berbagi dan meminjamkan mainan pada temannya. Jika tiba-tiba ia marah dan memukul temannya, segera hentikan dan ingatkan bahwa hal tersebut tidak baik, sehingga tidak boleh diulangi lagi.

Namun, pastikan Anda menyampaikannya dengan bahasa dan cara yang lembut. Tujuannya agar bayi senang menerima ajaran Anda.

Perkembangan kemampuan kognitif bayi merupakan salah satu aspek yang penting diperhatikan orangtua. Kenali tahap-tahap perkembangan serta cara melatihnya, agar kemampuan kognitif bayi bisa optimal.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: November 26, 2019 | Terakhir Diedit: Januari 22, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca